Daripada
Nge-random, lebih baik kita ngomongin buku. Postingan ini
bukan review seperti biasa. Cuman mau ngomongin buku saja. Entah buku
yang sudah saya baca, buku yang belum selesai dibaca, maupun yang
sangat ingin saya baca.
>>Buku yang sudah selesai
dibaca:
hingga bulan
keempat di tahun 2012 ini, hanya beberapa buku saja yang berhasil
saya selesaikan. Padahal ada resolusi untuk menghatam 100 buku untuk
tahun ini#sok banget. Buku-buku yang beruntung itu adalah....
buku#1: A Cat In My Eyes/Fahd
Djibran
Saya jadi tertarik
membaca buku ini setelah membaca resensinya di blog Dewi Lestari.
Buku lama, dan resensinya di blog itu juga udah lama :)). Tapi kan
ga ada kata terlambat untuk membaca kan ya? A Cat In My Eyes,
kalau menurut saya sih semacam buku gado-gado. Di dalamnya terdapat
cerpen, renungan-renungan si penulis, puisi (puisi ada ga ya?#lupa).
Saya membaca buku ini sudah bulan Januari kemarin, sewaktu saya dalam
perjalanan pulang ke Lombok. Karena bukunya tidak terlalu tebal,
sewaktu Bis ngetem di pelabuhan di Banyuwangi, buku ini sudah tuntas.
Cerpennya kalau
menurut saya tidak terlalu begitu oke—buktinya sekarang saya lupa
ceritanya tentang apa, hahaha. Yang paling menarik adalah tulisan si
Fahd mengenai 'waktu'. Renungannya di situ cukup meneror, dan membuat
saya sering kepikiran, “waktu itu sebenarnya apa sih?”. Sementara
tulisannya yang berjudul “a cat in my eyes” yang sekaligus
menjadi judul buku ini, malah tidak bisa saya pahami maksudnya apa.
Selain buku ini,
Fahd juga menulis buku yang berjudul “Dialog Dengan Setan”. Kata
teman saya bukunya keren. Dan alhamdulilah yaa.. teman saya itu
punya. Jadi kemungkinan besar saya bisa minjem #hehehe.
Buku#2: Mirah Dari Banda/Hanna Rambe
Buku ini mulai
saya baca sejak Februari 2011. Kemudian di bab 8 mandek dan tidak
pernah disentuh lagi. Cerita awalnya agak membosankan. Sewaktu si
Wendy Morgan berlibur ke Banda kemudian berenang, menyelam dan
masak-memasak dengan teman-temannya bagi saya belum begitu menarik.
Ceritanya mulai seru setelah dia bertemu dengan si Mirah, juru masak
di Rumah Putih yang mereka tinggali selama berlibur di Banda. Hampir
seluruh buku ini berisi kisah hidup Mirah. Menurut saya penulisnya
berhasil membangun setting ceritanya. Gara-gara buku ini saya jadi
ingin main ke Banda dan kepulauan Maluku lainnya. *Mudah-mudahan
semasa masih hidup saya punya nasib main ke sana :)).
Dari skala 1-5,
buku ini saya beri skor 4 kurang dikit lah... kalau seandainya bab
awalnya lebih menggigit lagi, saya kasih skor 4 bulat deh. Saya
salut sama karakter si Mirah, yang meskipun lugu dalam menghadapi
kehidupan masa perang, dia tetap bisa survive.
Buku#3: Bumi Tanpa Manusia/Alan
Weisman
Judul aslinya “The
World Without Us”. Buku ini menggambarkan bagaimana keadaan Bumi
kalau seandainya manusia tiba-tiba menghilang dari muka bumi. Apa
yang akan terjadi jika rumah-rumah atau kota kita tinggalkan begitu
saja? Bagaimana alam mengambil alih setelah tidak ada lagi manusia?
Hewan apa yang paling diuntungkan oleh ketidaan kita? Atau
sebaliknya, hewan apa yang paling dirugikan setelah kita pergi?
Bidang pembahasannya sangat luas. Mulai dari arsitektur, kimia,
biologi, pertanian, sampai pertambangan. Kalau melihat daftar pustaka
di buku ini, saya tidak habis pikir darimana si penulis mendapat
energi untuk melakukan riset sebanyak itu.
Menurut saya yang
paling aneh adalah, ada perasaan lega atau senang yang diam-diam saya
rasakan saat membayangkan bumi ini berjalan tanpa manusia. Sebagai
pembaca, kita seperti berada di posisi hantu, berjalan-jalan
menyaksikan alam mengambil alih setelah kita tidak ada lagi. Buku ini
tidak melulu menempatkan manusia sebagai tokoh antagonis yang
'merusak' bumi. Kalau menurut saya cenderung netral, dia cuma
menggambarkan, kira-kira seperti ini loh yang terjadi di bumi
kalau manusia hilang secara tiba-tiba.
Ada bagian yang
menarik yang bikin saya begadang, tapi ada juga bagian yang bikin
ngantuk. Saya mulai ngantuk terutama saat membahas apa yang terjadi
dengan sampah pelastik dan limbah ban—irama membaca saya mulai
melambat saat di bagian ini. Tapi di bagian-bagian penutup saya jadi
semangat lagi.
Skornya 4,3 saja
lah. Buku ini adalah satu dari sedikit buku non fiksi yang berhasil
saya selesaikan.
Buku#4: People Of Sparks/Jeanne
DuPrau
Buku ini jauh
lebih bagus dari yang saya duga. Awalnya niat membaca buku ini cuman
untuk selingan saja. Ujung-ujungnya malah nempel di tangan sampai
malam—tapi jadinya lukisan saya yang terbengkalai :'P. People Of
Spark adalah sekuel dari buku sebelumnya yang juga sudah difilmkan;
City Of Ember.
Yang saya bikin
saya salut sama penulisnya adalah, bagaimana dia mengemas tema
'berat' menjadi lebih mudah dipahami. Hal-hal sederhana yang bisa
saja menjadi pemicu konflik antar manusia atau antarkelompok. Tidak
ada tokoh baik maupun jahat di buku ini (kalaupun ada yang jahat,
mungkin dia adalah tokoh yang bebal dan egois). Buku ini tergolong
ringan, tapi memiliki muatan yang sangat bermakna bagi kemanusiaan
#caaah bahasanya. Sayangnya buku ketiga; “The Prophet Of Yonwood”
dan buku keempat tidak terbit di Indonesia. Mungkin karena buku
ini—sekalipun bagus—tidak begitu berhasil di pasar Indonesia.
Skor: hmmm....
4,5! #lagi royal.
-bersambung-
11 komentar:
A Cat In My Eyes : Wah, jadi penasaran ama yang " waktu" itu? Apa yang diceritain "waktu"? #Penasaran
Mirah dari Banda : Hem....
Bumi Tanpa Manusia : Wah, ini buku kan yang aku kasih ke perpus kampusku buat kenangan?? Ternyata emang bagus ya??
People Of Sparks : ini yang di fb itu ya? Heum....Jadi pingin baca bukunya juga #kapan?
aku tergoda buat baca yang terakhir, tapi kenapa sekuelnya ga terbit di indonesia.. Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ)
wah, saya pribadi blm baca 1 buku pun di thun 2012... :D
ah kenapa aku tidak serajin kamu yang suka baca buku :D
wah huud
buku2mu bikin aku pusing tujuh keliling... seleramu tinggi juga yah... hahahha
aku ga nyangka kamu kutu buku juga yah? :P
semua buku tersebut belum saya baca-bahkan niat beli bukunya Fahd Djibran pun saya ulur2 sampai sekarang -.-"
hewan yg merugi saat nggak ada manusia--->kucing, anjing, ayam, sapi, kebo dan semua binatang di kebun binatang :P
tertarik sama Mirah dari Banda, tapi gw masih banyak buku2 dirumah yg udah dibeli tapi belum sempat dibaca huhuhuu.. musti kejar tayang nih :p
kacho@
yang bumi tanpa manusia itu bagus loh. emang ga dibaca dulu sbelum disumbangin? hehehe
YeN@
setelah saya abca-baca review tentang buku-bukunya, katanya sih yang bagus emang cuman city of ember dan people of spark doang. tapi tetap saja penasaran ma the prophet of yonwood. hmmm
Yus Yulianto@
sok atuh... dicoba. nanti pasti keasikan. :)
Iskandar Dzulkarnain@
saya sih enggak rajin sebenernya. cuman karena ga gaul aja, jadinya pelariannya ke buku heee
Nuel@
eh, tinggi ya? yang di atas itu, buku-buku ringan kok. yang agak berat sih, yang Bumi tanpa Manusia, sama Mirah dari Banda.
Ajeng@
heee...
kalau yang aku baca di buku itu, justru Kucing termasuk hewan yang tangguh bertahan hidup. kalau anjing--katanya sih--bakaln sangat dirugikan.
Mila Said@
hmmm, kirim aja buku-bukunya ke sini mba'. bias saja aja yang baca :P
G sempet sih. Soalnya selak dikejar deadline nya sih. Kalo telat ntar g bisa yudisium sih.... :p
kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
hilangkan rasa gengsi mu untuk maju lebih baik.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,
Jadi pengen baca si "Bumi tanpa Manusia"...
Ayoo bikin lagi referensi buku lainnya, biar tau mana yg OK. Jadi aku ga perlu random lagi cari buku ;p *moenaknyaaja
Poskan Komentar