.
Oke, mungkin saya kebanyakan nonton film dan baca novel murahan kali ya?
Dua tahun yang lalu, persisnya tanggal 9 Juni 2010, saya memposting sebuah tulisan geje dengan judul "Tentang Sebuah Pertanyaan Dalam hidup". Sebuah tulisan, yang jujur saja, di tulis dalam fase kritis. Kegalauan khas mahasiswa di semester akhir yang belum siap lulus #LOL. Sebelum-sebelumnya hidup saya lurus-lurus saja sih. Kuliah begitu-begitu saja--saya lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan daripada kuliah#hehe. Dan tahu-tahu saya sudah semester akhir. Bukan skripsi yang membuat saya panik #serius, saya tidak pernah menganggap skripsi sebagai momok yang menakutkan. Yang membuat saya panik adalah kenyataan kalau kehidupan saya kelewat lurus.
Layaknya orang yang berkontemplasi di akhir tahun, saya pun mulai memflashback apa saja yang sudah-sudah saya lakukan. Dan ternyata jawabannya TIDAK ADA! Saya selama ini hidup dari kelas ke kelas, dari bangku ke bangku, dan dari tugas satu ke tugas berikutnya. Saya selama ini cuma menjawab pertanyaan-pertanyaan dan tugas-tugas yang dijejalkan orang lain kepada saya.
Satu tahun kemudian, saya banting stir, dan mulai belajar ngelukis.
#banting stir?
#banting stir?
Well, menurut saya, seseorang tidak akan bahagia sebelum dia tahu apa yang benar-benar dia inginkan. Kenyataannya, mengetahui keinginan kita bukanlah perkara mudah. Kita hidup di tengah masyarakat yang banyak menuntut. Orang-orang di sekitar kita punya list pertanyaan tak berujung yang siap diajukan kepada kita; "kapan kamu lulus?", setelah kamu lulus, "kapan kamu dapat kerja," setelah kamu dapat kerja, "kapan kamu menikah?", setelah kamu menikah "kapan kalian punya anak?", setelah punya anak, "kapan kalian punya rumah?', dan jutaan pertanyaan lainnya. Bukankan ini jenis kehidupan yang melelahkan?
Pernah saya dengar sebuah kalimat begini "kita tidak akan pernah tahu apa yang benar-benar kita inginkan. kita hanya bisa mengetahui apa yang tidak kita inginkan." Kenyataannya, tiap kali saya tahu apa yang saya inginkan, saya melonjak girang. Entah itu terjadi setelah membaca, matronin lukisan-lukisan impressionist di buku-buku, atau melamun berhari-hari, yang pasti ketika mendapati diri saya terobsesi pada suatu hal, saya jadi bahagia.
Tahu apa yang benar-benar kamu inginkan itu seperti memulai sebuah petualangan. Perkara keinginanmu itu nanti terwujud atau tidak, itu urusan belakang. Perkara kamu mati di tengah jalan dan ditertawakan, that's okay. If you stand for nothing, you will fall for anything.
Mengingat si mpunya acara meminta sebuah lagu untuk diseratakan di sini, saya pilih lagu ini saja deh: Make Your Own Kind Of Music, soundtracknya film LOST.
Btw, video ini adalah potongan dari episode pertama dari film serial LOST untuk season ke dua (jadi, lagunya kepotong). Orang yang berada dalam video ini namanya Desmond. Di awal-awal, penonton akan mengira kalau si Desmond tengah menjalani kehidupan layaknya orang normal; bangun, nyetel lagu, nyuci piring, olahraga, mandi, dan sarapan. Tapi belakangan kamu akan tahu kalau sebenarnya dia menjalani kehidupan yang lumayan terkutuk--dipaksa hidup di dalam bunker. Kemudian dia juga harus bangun pada jam tertentu dan harus mengetikkan sebuah kode, dan memencet sebuah tombol untuk menyelamatkan hidupnya. Kalau dia tidak melakukannya, hidupnya akan berakhir.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi... bukankah kehidupan normal memang seperti itu? Kita dibangunkan oleh alarm, berlari ke tempat kerja, dan menghadapi tumpukan pekerjaan yang--suka ga suka--harus diselesaikan. Rrrr.. kok kedengerannya saya tengah memprovokasi orang untuk membenci pekerjaannya ya? hehehe.
Untuk kamu yang berbahagia. Selamat hari jadi ya Syaam... may you find your own happiness.
.

22 komentar:
aku suka tulisan ini, Huda. Jadi, itu toh hal yang mendorongmu belajar melukis?
T_T
wah tulisan yang sangat menginspirasi.
saya juga merasa menghabiskan waktu kuliah dari kelas ke kelas dan dari bangku ke bangku, flat. baru kerasa sekarang2 saat harus menyelesaikannya.
dan kebahagiaan itu terasa saat melakukan sesuatu dengan hati. bukan berarti saat kuliah melakukannya tanpa hati. tapi lebih merasa hidup saat kita bisa mempetualangkan diri kita dalam kehidupan :)
Truly, you're compose as cool as last..
Thinking who is your accidentally fan anyway? try to guessing me. :)
this is cool:
"Yang membuat saya panik adalah kenyataan kalau kehidupan saya kelewat lurus."
Saya jadi inget, seorang kawan mak bedunduk, tiba-tiba, sekonyong-konyong berhobi melukis. Menggambar apa saja dengan cat minyaknya di halaman belakang rumah.
Setahun, dua tahun setelah itu tidak berjumpa. Tiba-tiba nama saya di-tag kiriman foto dari dia. Dia nyengir memamerkan buku karyanya qeqeqe.
Banting stir aktivitas ternyata bisa saja berujung pada hasil karya yang nggak disangka-sangka :)
Selamat banting stir, tutup mata, dan kita bakal surprise di ujung jalan @awas nabrak pohon pisang +_+
aku juga pengen banting supir jadi pelukis
biar selalu memeluk dan meng kiss...
bener juga ya. Saya sendiri belum tau apa yang benar2 saya inginkan.
tapi yang ngga diinginkan, banyak. :D
Wuih.. kayaknya ini tulisan paling berbobot yang pernah gw baca di blog ini hahahahaa *pissss*
semoga menang GA nya yaaah
Hem....ah, iya, setuju, setuju.
Sepertinya aku juga mulai menikmati hidup saat tahu apa yang sebenarnya aku inginkan :D
Selamat meniti jalan meraih impian ^^
hmmm..
all@
hehehehe
#Uhhuk
bingung mau komen apa, hehehe...
selamat berbahagia aja deh Mas Huda *ditabok*
minggu depan kita kopdar yak, hahaha... lost fokus :p
makasih dah ikut berpartisipasi dg tulisan yg hihi, keliwat dalam... tuh kan dibikin bingung :|
Noted!
Huda suka ngelamun ya,
Well menurut gw, bahagia itu adalah ketika loe bisa memperjuangkan apa yang loe inginkan
Dari blognya Kak Syam
Tertarik dengan ungkapannya
" Bahagia itu adaalah yau apa yang kau inginkan "
Setuju ^^
mengena sekali,
saya sungguh merasa perlu untuk merumuskan sebenarnya apa yang saya mau,
walau harus cari ke ujung dunia (uhuy..)
syam@
#uhhuk juga deh...
minggu besok ini ya? ya ya ya, ditunggu..
Ajeng@
waaah, ngelamun itu aku banget. kadang ngelamunnya kelewat parah sih.
Fei@
hmmm... iya juga ya? kalo cuman tahu terus ga ada usaha memperjuangkan juga sama saja.
tapi pertama harus tahu dulu sih. dan untuk tahu perlu perjuangan juga #mendadakserius
fitrah@
makasi ^^
Yudi Darmawan@
uhuy...
>>entah kenapa saya merasa telah menggombal kelewat jauh di sini, hehehe
aku tahu kok apa yg aku mau dalam hidup ini....
berbuat baik dan masuk surga :)
ikut nimbrung menikmati.. :)
Huda...
saya ada award nih buat kamu
ISTIMEWA Dan TERISTIMEWA, Terimakasih...
Terima dan terimakasih yaa ^^V
pernah ga lamunanmu ditulis di blog? nglamun ama bengong menurutmu sm ga?
Jujur aku sekarang yang kamu rasakan. Setelah lulus, aku malah sadar kalau ternyata hidupku itu rupanya flat... Jadi bingung mau ngapain...
Tapi taglinenya itu bener kok. Kita emang nggak tahu apa yang sebenarnya kita mau... Nice... Dan banyak juga orang yang kayak gitu kok, yang akhirnya jatuh ke rutinitas yang cukup bosenin.... ^^
@ Ajeng:
Melamun sama bengong itu beda, menurutku. Melamun artinya ada yang kita pikirin... Kalau bengong artinya ga ada yang dipikirin dan ini yang bahaya kata orang2... Bisa dirasukin setan... :P
Poskan Komentar