Va dove ti porta Il cuore

Pergilah Ke Mana Hati Membawamu
.
Judul: Va Dove Ti Porta Il Cuore
Penulis: Susanna Tamaro
Penerjemah: Antonius Sudiarja
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Ketiga: Mei 2005

Novel yang ditulis oleh penulis Itali ini pernah menjadi best seller International pada tahun 1994. Namun diterbitkan oleh Gramedia sepuluh tahun kemudian, yakni tahun 2004 kemarin


Buku Harian

Olga dan cucunya yang hidup dalam generasi berbeda, nyaris tidak pernah sepakat dalam hal apapun. Si nenek berusaha mengerti cucunya, namun si cucu yang mulai beranjak remaja dan labil membuat hubungan mereka semakin sulit… si cucu pergi ke Amerika begitu saja, dalam hubungan yang tidak baik diantara mereka

Maka, Olga pun memulai hidupnya yang sepi dengan berkeliling di dalam rumah, di dapur dan kebun. Mengitari tanaman-tanaman di situ, sampai ia berdiri di depan bunga mawar. Bunga mawar itu ia tanam bersama cucunya. Kemudian, seakan-akan bunga itu berbisik agar menulis sebuah buku harian untuk si cucu.

Dan ia pun mulai menulis…

Pada bab pertama, Olga bercerita tentang serangan jantungnya. Ia baru pulang dari rumah sakit dan dari penjelasan dokter ia tahu umurnya sudah tidak lama lagi. Menolak anjuran dokter untuk tinggal di panti werda, Olga memilih pulang dan mengurusi kebun dan Buck, anjing mereka. Jadi, buku harian ini diharapkan sebagai jembatan antara ia dan cucunya. Kalau-kalau saat kembali ke Itali si cucu tidak mendapatinya lagi

Lewat buku harian ini, ia ingin si cucu mengerti dirinya, masa lalunya, rahasia-rahasianya, dan memaafkan kesalahannya

Tentang Perempuan


Perlahan-lahan, Olga mulai menceritakan rahasianya. Kebohongan yang telah ia tutup rapat selama ini. Dilengkapi dengan metafor-metafor yang sederhana dan pemikiran Olga tentang dunia. Bagian yang paling menarik adalah ketika ia mulai bercerita tentang perselingkuhannya dengan Ernesto, seorang dokter di sumber mata air panas

Olga merasakan kekosongan dalam pernikahannya bersama Augusto. Suaminya begitu dingin dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama serangga daripada Olga. Demi keinginan untuk menyendiri Olga mengikuti anjuran ayahnya untuk pergi ke sumber air panas di Terieste

"Sumber air panas dapat mendatangkan mukjizat, baik bagi hati maupun wanita." Kata ayahnya. Ia kemudian berangkat untuk menenangkan diri sementara waktu, dan bertemu seorang dokter bernama Ernesto di sana

Mungkin kalian bisa menebak sendiri kelanjutan ceritanya… tapi paling tidak, yang membuat novel ini indah tidak hanya kisah yang diceritakan si Olga.. tapi juga pemikiran-pemikiran yang diutarakan olehnya. Tentang kehampaan yang dirasakan oleh seorang wanita, masa kecil, dan hubungannya yang kaku dengan Ilaria

Mengalir dan Sederhana

Pada awalya, ekspektasi saya sempat berkurang, mengetahui novel ini berisi kumpulan tulisan . Pasti banyak monolognya, pikirku. Dan biasanya, monolog yang dominan sangat membosankan…

Namun lewat penuturan yang sederhana dan mengalir, novel ini jadi enak dibaca. Terlebih lagi ada gagasan-gagasan filsafat yang menyelinginya. Rasanya seperti duduk-duduk bersama seorang nenek yang sudah berpengalaman, mendengarnya bercerita…. minum secangkir teh hangat dan sepiring biscuit, hmmm

Dari segi alur, cerita bergerak kilas balik…namun dengan gaya bertutur olga yang lembut, alur kisahnya tidaklah membingungkan. Kita tidak perlu mengernyit dan direpotkan untuk membolak-balik halaman. Sampai pada paragraph penutup yang menawan... ‘pergilah ke mana hati membawamu’

Ah ya satu lagi, sampulnya juga keren...(btw, sampul yang ditampilkan di sini bukan sampul versi Indonesiayang kubeli)



.

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton