Berubah!

Dulu, sewaktu masih anak-anak, karena film satria baja hitam atau power rangers, kata “berubah” terdengar keren. Biasanya si tokoh utama akan berteriak “berubah” kemudian melakukan gerakan-gerakan yang cool. Beberapa cahaya akan mendatanginya, melilit bagian-bagian tubuhnya, dan beberapa detik kemudian, dia bukan lagi manusia. Ia menjadi robot atau mahluk super dalam kostum yang super keren.

Kata “berubah” seperti kata ajaib. Kata yang bisa membuatmu lebih kuat dan lebih keren dalam sekejap. Dan kita (anak-anak pada waktu itu) biasanya akan memakai kata-kata ini, menghapal gerakan-gerakannya serta jurus dan nama-nama jurusnya.

Sekarang kata “berubah” kedengaran jauh lebih berat. Seperti suara sekarung besi yang diseret di lantai... menyayat.

Ketika mendapati keadaan disekelilingmu mulai jauh meninggalkanmu, kau menyadari bahwa sudah waktunya untuk “berubah”... ketika kau mulai bosan dengan hidupmu. Kau mengharapkan kehidupan yang berbeda. Teman-teman yang berbeda. Lingkungan yang berbeda. Kualitas hidup yang berbeda. Kau berharap sesuatu terjadi dan membawamu ke tempat yang kau inginkan.

Tapi itu tidak pernah terjadi. Karena pertama-tama, kaulah yang harus berubah. Dan berubah tidak pernah mudah. Berubah bukan lagi gerakan jurus-jurus yang bisa mendatangkan cahaya keperakan mengelilingi tubuhmu. Berubah adalah gerakan terus menerus. Kau melakukan suatu kegiatan yang tidak pernah kau lakukan sebelumnya, dan menjadikan kegiatan baru ini sebagai kebiasaan barumu.

Jadi, saat kau ingin berubah, kau harus mulai mengubah kebiasaanmu. Kau harus mulai mengubah hari-harimu. Berubah dari seorang insomnia yang selalu bangun jam 11 menjadi orang yang bangun jam 5 pagi misalnya. Kau tidak akan dikatakan berubah jika ini hanya terjadi sekali-dua kali. Kau baru bisa dikatakan berubah ketika kau sudah menjadikan bangun jam lima pagi sebagai kebiasaanmu. Jam tubuhmu menyetel sendiri alarm tiap jam itu. Seperti yang kukatakan, ini sama sekali tidak mudah.

Begitu juga dengn berubah menjadi penulis. Dari seseorang yang bermimpi menjadi penulis menjadi seorang penulis. Kau harus mulai mengurangi kegiatan lainnya—kegiatan-kegiatan tidak berguna—dan menggantinya dengan menulis. Paling tidak menyediakan waktu beberapa jam untuk menulis tiap hari.

Sekarang aku di sini lagi. Dengan jari-jari di atas keyboard. Seperti waktu-waktu sebelumnya, aku mulai memikirkan hal-hal lain yang perlu kau lakukan. Memasak, mencuci, menyapu kamar, bersepeda, ke kampus dan on-line. aku memikirkan banyak hal lain, selain berada di sini, selain menulis.

“Berubah” memang tidak mudah. Tapi tetap saja, “berubah” sangatlah kereeeeen. Jadi mulai sekarang....”BERUBAH!”

*terinspirasi setelah membaca buku when tomorrow comes. Terutama oleh kalimat:

supaya aku tidak lupa bahwa agar keadaan bisa berubah, kita harus berubah



Komentar

  1. Hi Huda, lowellpendon here popping up a friendly visit. hope to visit your site more often

    BalasHapus
  2. Setuju... berubah memang sesuatu yang keren. Soalnya susah banget untuk berubah :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton