Life Of Pi


Di mana Tuhannya? itulah pertanyaan yang terus memburuku pada halaman-halaman terakhir buku ini.
Novel yang ditulis oleh Yann Martel ini pernah menjadi perbincangan hangat sekitar tahun 2005-an. Meraih Man booker prize juga. Saat itu sih sudah mendengar gaung novel ini, namun mungkin level otakku saat itu tidak akan mampu mencerna cerita dalam novel ini (masih SMA, dan lebih keranjingan sama novel Harry Potter)
Baru lima tahun kemudian, saat bingung membeli buku, kuputuskan untuk membeli buku ini. Apalagi setelah membaca synopsis di sampul belakang. di situ tertulis: cerita dalam novel ini akan membuat seseorang percaya kepada Tuhan!

Dengan harapan Tuhan terselip di salah satu halamannya, buku setebal 200 halaman ini kubawa ke kasir toga Mas.
Well, dosaku, jika berpikir bisa membeli Tuhan di Toga Mas..
.
The Story
Ada dua versi cerita dalam novel ini. versi pertama menghabiskan 98 bab, versi ke dua hanya satu bab di ujung cerita, namun lebih mengerikan. Terserah mana yang ingin dipercaya. Kedua-duanya sama-sama sulit dipercaya.
Bersetting tahun 1977. Sebuah keluarga India pemilik kebun binatang di Pondicherry merencanakan pindah ke Canada. Karena situasi politik di India yang tak menentu saat itu, ayah Pi Patel menutup kebun binatang mereka dan menjual beberapa koleksi hewannya.
Kemudian mereka berlayar ke Canada dengan kapal barang Tsimtsum. Tentu saja tidak semua hewan dijual langsung. Beberapa koleksi hewan mereka bawa ikut serta ke Canada. Sayangnya, karena suatu ledakan di mesin kapal, pada tanggal 2 Juli kapal barang tersebut tenggelam di tengah samudra pasifik. Tenggelam dengan begitu cepat.
Hanya satu sekoci yang berhasil diturunkan, membawa penumpang satu ekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang utan betina, seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg, dan seorang anak bernama Pi. Sekoci ini terombang-ambing selama tujuh bulan di tengah samudra yang ganas.
Kisah selamatnya Pi adalah kisah yang ajaib dan luar biasa. Bahkan sulit dipercaya. Terutama dengan keberadaan seekor harimau lapar seberat 225 kg. Namun, hanya karena sulit dipercaya, bukan berarti sesuatu itu tidak mungkin, kan? Makanya menjelang akhir cerita, masih ada satu versi cerita lagi tentang bertahan hidupnya Pi. Cerita kedua ini sendiri tidak kalah sulit untuk dipercaya, hehehe.
Di bab-bab awal kita mendapat banyak pengetahuan mengenai kebun binatang dan hewan-hewan. Di sini, banyak pengetahuan yang mengejutkan. Aku sangat menikmati membaca bagian ini.
My personal Thought
Salah satu hal yang paling menyerangku secara langsung adalah bab-bab awal yang membahas kebun binatang serta hewan-hewan yang mencoba kabur dari kebun binatang itu. Terutama kebingungan yang dialami oleh para hewan setelah mereka lepas.
Agama bahkan dianalogikan sebagai kebun binatang. Sebagai sistem kepercayaan yang menyediakan kebutuhan bagi penganutnya. Bagaiamana kebebasan hanyalah ilusi dan tersesat dalam kebingungan merupakan situasi yang sangat buruk.
However, kita juga tidak harus selalu mengiyakan apa yang kita baca, kan? Tapi bagimu, yang senang menghabiskan waktu dengan pikiranmu sendiri, tidak ada salahnya membaca buku ini. Menurutku novel ini tidak memberi jawaban, namun semacam pengantar untuk berpikir. So, begitu selesai membacanya, kita ditinggalkan dengan pikiran kita masing-masing.

.

Komentar

  1. Dulu aku pernah baca review buku ini, dan langsung pengen baca..
    Karena ga mungkin beli aku coba buat cari ebooknya. Ketemu sih, tp english version.. T.T
    jadi ogah2an bacanya, sampe sekarang pun blom aku baca..huhu..

    sepertinya memang bagus ya buku ini..
    #mupeng

    BalasHapus
  2. Yen@
    hahaha, bagian awalnya asik. banyak pengetahuan mengenai kebun binatang. bagian tengah rada jenuh juga sih.

    aku juga dah lama mau baca buku ini. cuman, kemaren kebetulan aja si di tempat magang dapat duit, akhirnya beli deh.

    hehehe, makasi yaa...

    BalasHapus
  3. Dan trnyata, jg t'tinggal kesan yg sama abz liat pilmx.

    "Trs, tuhanx dmana??"

    em...tp dr yg d pilm aq ga tau kalo tnyta kbn binatang itu analogix agama2

    BalasHapus
  4. Ika@
    wah, kamu dah nonton filmnya. emang sih kalo difilmkan, biasanya ada bagian-bagian di novelnya yang terpaksa dieliminasi.

    Kalo di novelnya aku paling suka bagian pertama. saat ngebahas kebun binatang. dan si pi patel memilih menganut tiga agama sekaligus. hmmm

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton