Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

Perang Itu Tabu

Gambar
Belakangan ini yang lagi ramai menghiasi berita adalah ketegangan antara RI dan Malaysia. Ini bukan pertama kalinya terjadi, kan? Dan sepertinya bukan yang terakhir. Sangat mungkin kedepan-depannya akan ada ketegangan lagi.

Sumber ketegangan bisa apa saja. Masalah perbatasanlah, masalah TKI-lah, masalah kebakaran hutan-lah. Yang paling mengkhawatirkan adalah, adanya teriakan untuk perang melawan Malaysia. Slogan lama dari zaman bung Karno kadang terdengar lagi: Ganyang Malaysia!

Apakah perang memang diperlukan?


The Highest Tide

Gambar
Judul: The Highest Tide (Pasang Laut) Penulis: Jim Lynch Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Terbit Tahun 2006, 325 halaman.
Biasanya kalau lihat cover-cover buku, salah satu endorsment yang paling sering kita temukan adalah, kalimat yang berbunyi: “sekali memegang buku ini, sulit meletakkannya lagi,”. Atau, “begitu membaca buku ini, saya sulit berhenti,” dan kalimat-kalimat sejenis itu.

Saking seringnya mendapati endorsement semacam, aku jadi kurang percaya dengan endorsement. Aku sering merasa tertipu. Apalagi uang ku tidak cukup banyak untuk membeli buku. Jadi, jangan sampai deh, buang-buang duit gara-gara endorsement klise

Nah, buku yang satu ini tidak punya endorsement satu pun. (murah pula, hehehe). Saya beli di Yusuf Agency. Buku ini mendekam di rak-rak buku berlabel 15 ribu. Kalau seandainya aku diberi kesempatan memberi endorsement untuk buku ini, aku akan menggunakan endorsement klasik itu. Terpaksa, karena kenyataannya begitu. Sekali membaca buku ini, susah meletakkannya lagi


The …

mengapa menulis

Gambar
Mengapa aku menulis?

sebagai anak baru blogger pertanyaan ini kadang muncul di kepalaku. iya, ya? kenapa aku menulis? lewat blog pula.. Apa ini ada hubungannya dengan hobi membaca?

Biasanya, seseorang yang hobi membaca akhirnya ingin menulis juga. Tapi bagaimana persisnya hobi membaca ini mempengaruhi kita? Apakah seseorang menentukan apa yang keren dan apa yang tidak keren berdasarkan hobinya?

Kalau hobimu bermain basket, kamu akan menganggap menjadi kapten tim basket itu keren. Mungkin dengan sendirinya kamu banyak menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan basket di TV, atau menontonnya secara langsung. Sesekali, beberapa menit dalam hari-harimu, kamu akan menghayal menjadi pemain basket professional suatu hari kelak.

well, saya sendiri, sama sekali tidak cukup keren untuk menjadi kapten tim basket.

Lawan Dari Takdir

Gambar
Pertama kali mengenal karya Amy Tan kira-kira dua tahun yang lalu. Pada sebuah pameran di Wanitatama. Persisnya di stand Gramedia. Selain stand Yusuf Agency, stand Gramedia memang menjadi stand wajib kunjung untukku dalam setiap pameran.

Tapi, FYI, di stand ini aku tidak pernah membeli buku, hehehe. Biasanya hanya sekedar melihat-lihat buku keluaran terbaru, atau membaca synopsis-sinopsis buku yang kelihatan menarik. Kalau mau beli, biasanya di Ucup Agency, atau stand lainnya.

islam ke?

Gambar
Salah satu pertanyaan yang paling sering kuajukan saat usiaku 5 tahunan adalah; Islam ke? (apa 4 tahun y? Pokoknya sebelum aku masuk TK).

Saat itu aku sering bingung dengan kata 'Islam'. Apa arti dari kata 'islam' ini sebenarnya? Kemudian ibuku menjelaskan dengan cara yang paling sederhana. Bahwa saat kita mati kelak, kita akan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok orang yang masuk surga dan kelompok orang yang masuk neraka.

loq kumbe'ne

Gambar
“Loq kumbe'ne” adalah julukan yang diberikan ibuku kepadaku. Kalau dibahasa-Indonesiakan, secara harfiah berarti: “si kenapa”. Tapi akan lebih tepat kalau diartikan “si tukang tanya.”
Yups, meskipun di luar saya ini tergolong pendiam, di rumah saya malah tergolong cerewet. Terutama saat kecil dulu.

Baiklah, mungkin Anda yang mengenal saya tetap berpendirian kalau sampai sekarang pun saya masih cerewet. Tapi saya sendiri yakin saya ini anak baik-baik yang memang tidak banyak bicara dan ulah. Iya, kan? (mokso.....)

Kamera: Kawan atau Lawan?

Gambar
Sebenarnya aku ingin menjelek-jelekkankamera dalam tulisan ini. Menjadikannya semacam penjahat dalam beberapa paragraf ke depan.


Namun belakangan aku menyadari keinginan tersebut sebenarnya tumbuh dari dendamku yang belum juga punya kamera. Ugh! (kenapa aku belum juga punya! SIAL!) Jadi aku akan berusaha senetral mungkin, apakah kamera itu kawan, ataukah lawan?