The Highest Tide


Judul: The Highest Tide (Pasang Laut)
Penulis: Jim Lynch
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit Tahun 2006, 325 halaman.

Biasanya kalau lihat cover-cover buku, salah satu endorsment yang paling sering kita temukan adalah, kalimat yang berbunyi: “sekali memegang buku ini, sulit meletakkannya lagi,”. Atau, “begitu membaca buku ini, saya sulit berhenti,” dan kalimat-kalimat sejenis itu.

Saking seringnya mendapati endorsement semacam, aku jadi kurang percaya dengan endorsement. Aku sering merasa tertipu. Apalagi uang ku tidak cukup banyak untuk membeli buku. Jadi, jangan sampai deh, buang-buang duit gara-gara endorsement klise

Nah, buku yang satu ini tidak punya endorsement satu pun. (murah pula, hehehe). Saya beli di Yusuf Agency. Buku ini mendekam di rak-rak buku berlabel 15 ribu. Kalau seandainya aku diberi kesempatan memberi endorsement untuk buku ini, aku akan menggunakan endorsement klasik itu. Terpaksa, karena kenyataannya begitu. Sekali membaca buku ini, susah meletakkannya lagi


The story

Nama si tokoh dalam novel ini adalah, Miles O’ Malley. Usianya masih 13 tahun. Tubuhnya kerdil untuk anak seusianya dan dilanda insomnia. Ia tinggal bersama keluarganya di ujung teluk Puget Sound. Ayahnya yang juga kerdil sangat terobsesi dengan tinggi badan. Secara rutin ia mengecek tinggi badan Miles. Sementara ibunya, menganggap pernikahan dengan ayahnya sebagai kesalahan.

Tapi satu hal yang luar biasa pada diri Miles, ia sangat hobi membaca. Melahap habis banyak buku, terutama buku-buku tentang laut. Karena dilanda insomnia, malam-malam tanpa sepengetahuan orang tuanya Miles keluar rumah dan mendayung kayaknya. Mengumpulkan hewan-hewan laut dan menjualnya ke pemilik akuarium setempat.

Miles di usianya yang lagi puber juga mencintai anak perempuan Hakim Stegner, bernama Angie. Si Angie ini lebih tua darinya dan vokalis band rock. Miles juga berteman dengan seorang peramal tua bernama Florence. Ramalan-ramalannya banyak yang terbukti salah. Meramal Miles sebagai orang pilihan adalah salah satu ramalannya.

Ringan dan Jenaka

Meskipun berlatar belakang keluarga miskin, ceritanya tidak melulu didramatisin. Kalimat-kalimatnya tidak dilebih-lebihkan. Disampaikan dengan ringan dan lucu. Semuanya diceritakan dari sudut pandang Miles yang lugu, naïf, dan kadang so’ tahu.

Yang membuatnya semakin lucu adalah kehadiran teman Miles, Phelps. Phelps yang sering ngomong jorok dan menyelundupkan majalah porno koleksi kakaknya ini menjadi partner bisnis si Miles dalam mengumpulkan binatang-binatang laut.

Hal lain yang membuatku tertawa adalah kehadiran sebuah kelompok spiritual yang ingin mengangkat Miles menjadi nabi. Ini semua gara-gara Miles pada suatu malam menemukan cumi-cumi raksasa. Kemudian oleh media—yang seperti biasa membesar-besarkan sesuatu, Miles tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Belum lagi ulah-ulah konyol pengikut sekte spiritual tersebut.

Banyaknya perhatian yang ditujukan oleh media kepada Miles mengubah hubungan antara ia dan kedua orang tuanya. Bahkan hubungan antara ibu dan ayahnya pun meruncing. Miles, si kerdil yang tidak pernah menarik perhatian tiba-tiba diributkan banyak orang.

Beh, baca sendiri deh sekacau apa nanti jadinya….

Rachel Carson

Ada satu nama yang paling sering di sebut di novel ini; Rachel Carson. Dia adalah penulis buku tentang kehidupan laut berjudul The Sea around Us. Miles hafal di luar kepala isi bukunya. Jadi, sementara kita mengikuti ceritanya, kita juga mendapat banyak pengetahuan mengenai laut. Pengetahuan-pengetahuan yang unik dan ajaib. Pengetahuan-pengtahuan ini tidak terkesan asal temple. Like I said before, penceritaannya mengalir dan ringan.

Pokoknya, selesai membaca buku ini, saya jadi merasa lebih pintar. Aku juga merasa puas setelah mengikuti perjalanan hidup Miles. Mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi, dan di akhir cerita, kita dibikin tersenyum dan menghela nafas lega melihat ia tumbuh di sepanjang cerita.

Untuk mengisi waktu luang, this one is strongly recommended. Btw, di tahun 2006, buku ini menjadi pemenang Pacific Northwest Booksellers Book Award 2006
.
Aku membaca buku ini sambil ngebuburit. Setelah buka, aku baca lagi. Saat waktu taraweh tiba, sempat pikir-pikir antara taraweh atau baca buku ini. Tapi karena malam sebelumnya ga teraweh, jadi ya, saya pun teraweh. Terawehku sendiri semalam tidak khusu’. (hahahaha, memangnya sejak kapan kau khusu’ anak sotong!). Habis teraweh, setelah membeli cemilan seadanya, aku pun tiduran dan membaca buku ini. Begadang semalaman tanpa tidur sedikit pun
.
Setelah sahur dan shalat subuh, aku langsung tidur dan bangun jam setengah satu siang….(hoho, don’t try this at home)
.


“Setiap tetes air di lautan, bahkan di dasar palung terdalam, pasti mengenal dan menyambut kekuatan misterius yang menciptakan air pasang." (Rachel Carson)


gambarnya saya copas dari sini: http://www.eugeneweekly.com/2005/11/03/culture.html

Komentar

  1. Suka novel, ya mas? Colhoe? hehe..

    Aku juga suka mas. Tapi lebih suka roman seperti yang dibuat Pram. Atau novel petualangan karya Karl May. Coba deh cek..

    Tukeran link yuks.. Btw, aku udah follow blog mas Hudan. follow blog aku juga ya..

    BalasHapus
  2. hehe iya mas saya suka novel. but belakangan ini rada jenuh sama Coelho si, heheh.

    Pram ma Karl May? I think, that even much better.

    tukeran link? boleh....
    trims sudah mampir

    BalasHapus
  3. wah boleh gabung dong..
    aku juga suka banget baca, termasuk novel, tapi belakangan ini novel yang aku baca didominasi sherlock holmes sih.hihihi..

    BalasHapus
  4. Yen@
    waah keren tuh. ayo barteran hehehe..
    emang posisimu di mana yak? di Jogja juga??

    BalasHapus
  5. wah aku di surabaya mas..
    dan sory mory, aku ga punya novelnya, cz selama ini aku cuma minjem dr perpus ato dr manapun yg memungkinkan.hehe

    #pecinta gratisan :p

    BalasHapus
  6. Yen@
    waaah, ya deh, siapa tahu kapan2 ke SBY, kita kopdaran. heheheh.

    sama aja, saya juga suka yang gratis2. kalau beli, biasanya ngincer yang murah atau yang lagi diobral.

    coz yang mahal dan terbaru juga belum tentu bagus sih.

    trims yaa...

    BalasHapus
  7. hoho.iya deh.boleh-boleh..

    emang yang gratis itu lebih enak ya.hehehe :D

    Hu'um bener. Lagian kalo udah pernah baca males ngulang lagi, kecuali buku-buku tertentu sih :D

    sama-sama^^
    #sepertinya aku menuh2in komen aja ya..

    BalasHapus
  8. yen@
    ga apa2 Yen. saya termasuk pecinta komen. seneng aja kalau ada yang abca terus feed back.
    makasi yaaaa.....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton