the Gossip Mums

the gossip mums

Belakangan ini, salah satu alarm yang paling sering membangunkanku tiap hari adalah ledak tawa ibu kos dan teman-temannya. Sejak jam tidurku bergeser menjadi semakin larut, jam bangunku pun ikutan bergeser semakin siang.

Biasanya aku bangun antara jam sepuluh sampai jam sebelas. Dan tebak suara apa yang pertama kali ku dengar?

The Gossip Mums

Saat aku baru saja membuka mata dan berbaring dengan gamang menunggu kesadaranku pulih, suara para ibu-ibu menjadi suara yang pertama kali kudengar.

Kadang suara-suara mereka malah masuk ke dalam mimpiku, persis sebelum aku terbangun. Seperti mendengar suara seorang pembaca berita saat kita jatuh tertidur di depan televisi. Biasanya suara-suara inilah yang membangunkan kita.

Agak menyedihkan memang. Tapi salahku juga sih sering bangun kesiangan persis di saat para ibu-ibu menjalankan riitual gosip mereka.

Ritual Gosip Harian

Sambil menggendong anak balitanya, ibu-ibu ini duduk di depan warung. Entah kenapa warungnya ibu kosku menjadi tempat mangkal favorit. Lalu, apa yang bisanya mereka gosipkan?

Setelah ke pasar, masak, mencuci, menyapu, merapikan apa saja yang perlu dirapikan, jam sepuluh dan sekitarnya bukan waktu yang tepat untuk berdiskusi masalah serius semacam global warming dan kerusakan lingkungan.

Biasanya tema diskusi mereka seputar selebritis atau sinetron. Paling sering mereka membicarakan si Ariel. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin jam segitu mereka baru saja selesai menonton acara infotainment. Dan bagian paling penting dari menonton infotainment sebenarnya saat membicarakannya lagi dengan ibu-ibu lain (padahal sama-sama nonton, tapi saling menceritakan). Kan ga’ afdol kalau cuma nonton gosip tanpa menggosipkannya kembali? Makanya ada istilah sharing.

Mendadak intelek

Nah, belakangan ini sesuatu yang ajaib terjadi. Ibu-ibu ini mendadak intelek dan peduli terhadap lingkungan. Tiba-tiba saja aku terbangun dan dilingkupi suara dari lantai bawah, diskusi seputar kerusakan lingkungan, badai matahari, banjir, dan akhir zaman. Mereka mendadak intelek sekaligus religius. Ada apa pula ini? Jangan-jangan ini juga ciri-ciri kiamat!

Saat aku menggunting-gunting koran siang tadi, aku mendapat satu jawaban atas keanehan ini. Aku mendapati berita yang berjudul: “Ramai-ramai Gosipkan Alam”.

Tulisan ini menyoroti infotainment yang belakangan mengubah tren pemberitaan. Semenjak infotainment difatwa haram oleh MUI, para penggiat acara gosip ini mulai berinovasi dalam menyajikan ‘berita’. Salah satu pilihan mereka adalah berita seputar fenomena alam. Tentu saja beritanya harus bombastis.

Berita-berita itu seperti, “empat matahari di China”, fenomena “langit Terbelah” di Yogyakarta. Terus berita tentang tempat yang ‘diduga’ sebagai tempat karamnya perahu nabi Nuh. Ada juga berita tentang hujan darah di India yang dicurigai sebagai darah alien. Dari mana mereka mendapat sumber berita semacam ini?

Ternyata kru-kru infotainment tersebut mengolah data dari sumber yang sangat ‘terpercaya’ bernama YouTube. Wakakakak, aku sempat geli saat membaca tulisan yang secara halus menyindir itu. Jadi inilah biang keroknya. Rupanya infotainment sekarang sedang ramai menggosipkan alam dan ciri-ciri kiamat. Pantas saja ibu-ibu itu mendadak intelek dan relijius.

Ketika Realita dan Tontonan Berkolaborasi

Tapi masih ada satu faktor lain lagi. Sabtu siang kemarin terjadi angin puting beliung di Yogyakarta. Dari daerah tempat kos-kosanku, suara angin itu terdengar. Dan mmm.. serem juga. Anginnya juga sangat kencang saat itu. Sampai-sampai sepeda yang diparkir saja pada roboh. Dan dalam suasana mencekam semacam ini memangnya siapa yang paling dramatis menanggapinya? Para Ibu-Ibulah yang saat itu berteriak mencari anak-anak mereka. Dan yang paling banyak bertakbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, di lapangan dekat kosku saat itu ya, ibu-ibu ini.

Jadi, berita dari infotainment serta angin ribut yang terjadi Sabtu kemarin berkolaborasi dengan baik dalam benak ibu-ibu. Tidak heran jika antara jam sepuluh sampai jam sebelas, mereka tidak lagi kuatir soal Ariel, Luna Maya dan Cut tari. Sekarang mereka kuatir masalah angin ribut, tanah longsor, dan banjir.

Wong gara-gara banjirnya parah, si Manohara ga’ jadi ketemu fans-nya ko’!” gitu katanya. Well, so what dengan Manohara? Yang menjadi inti diskusi kita kali ini, kan, banjir parah?

Sampai batas tertentu, hal ini justru bagus juga. Daripada membicarakan rumah tengga artis, kan lebih baik membicarakan lingkungan?



related Post: Kenapa Bukan Ariel?
.

Komentar

  1. Ternyata di mana2 sama saja, ibu2 senengx gosip...padahal ngk ada untungx jg buat dia, Ariel mau ngapa2in jg ngk ngaruhkan ma kehidupanx, yg paling parah klo gosipx mengenai ttg...Hmm..itupun trjadi di tmpat tinggal sy...tgg sibuk ngurusin ttg lainx yg beli mobil baru dapt minjem di Banklah, yg bangun rumh krn korupsilah...Macem wah aneh...
    Tp jgn bilang smua ibu2 sprt itu, sy tidak mengatakan perkecualianx sy tp ngk trlalu gitu2 amatlah...todok dengan nine mule ne luar biese, istilah yg tepat mungkin sprt ular berbisa...
    Kayakx...Tuhan skrang lg ngetes nyali nich trutama buat ibu2 yg suka gosip, smoga dgn adax bencana2 skrang ini menyadarkan mrk agar STOPP dr gosipp yg Enggak Bangget...!!

    BalasHapus
  2. hehehe... iya bibi'. emang kalau dah gosip susah direm. benar ga benarnya dah ga ketahuan. yang penting puas aja ngomongin orang.

    hehe, tentu saja tidak semua ibu-ibu seperti itu. pasti adalah yang baik hati dan tidak sombong seperti bibi saya ini. heheehehehe

    makasi dah mampir ya...

    BalasHapus

Posting Komentar