Menulis bebas (Free Association Writing)

on writing
Pertama kali aku dengar istilah free association writing saat nonton filmnya bruce willis, The Sixth Sense. Tahu, kan? Di film produksi tahun 1999 ini Bruce willis berperan sebagai seorang psikolog bernama Malcom. Si malcom ini mencoba membantu seorang anak laki-laki bernama Cole yang mengaku bisa melihat hantu.

Salah satu dialog dalam film itu membicarakan free association writing. So, apakah yang dimaksud dengan free association writing? Dalam bahasa Indonesia disebut menulis bebas.

Intinya, kita menulis sebebas mungkin. Kadang dalam tenggat waktu tertentu. Misal 15 menit. Selama lima belas menit tersebut tidak boleh berhenti. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah menulis


Tidak perlu mengkuatirkan struktur kalimat, ataupun tata bahasa. Tidak harus runut dan logis. Bisa saja paragraf pertama kita menulis tentang suasana kamar yang berantakan. Kemudian di paragraf ke dua yang dibicarakan adalah salju, atau bisa apa saja. Awalnya menulis seperti ini berat. Terkesan seperti menulis sampah. Tapi, lambat laun menulis bebas semacam ini bisa menjadi hobi.

Aku sendiri menyimpan folder khusus untuk free association writing ini. kalau dibaca-baca kembali kadang aku menemukan banyak kejutan. Tidak perlu disebut kejutannya seperti apa di sini, hehehe. Tapi untuk pemula sepertiku, free association writing atau menulis bebas sangat membantu saat aku kering ide atau tidak tahu mau melakukan apa.

Yang unik—dan agak menyeramkan—dari menulis bebas macam ini adalah, keluarnya hal-hal dalam diri kita. Hal-hal yang tidak kita duga. Kadang tanpa sengaja kita menemukan hubungan-hubungan antara satu hal dengan hal lain. Kadang hubungan-hubungan yang kita bikin terkesan ngawur pada awalnya. Tapi belakangan….kita jadi lebih terlatih menghubung-hubungkan sesuatu (entah apa yang kumaksud di sini)

Apa yang ingin kukatakan adalah, menulis bebas itu menyenangkan. Kadang kita seperti ikut tumbuh bersama kata-kata. Atau kadang, kata-kata itulah yang terus tumbuh. Paling seru sih, kalau anda mencobanya sendiri. Aku sudah melakukan hobi ini sejak semester satu. Tulisanku yang seperti cakar ayam itu masih kusimpan dan sudah nyampe tiga buku—tebal-tebal dan tentu saja tidak boleh dibaca oleh siapapun. Sampai sekarang pun kadang aku masih memilih menulis bebas dengan pensil atau pena, instead of microsoft word.

Membaca mereka kembali seperti masuk ke dalam dunia lain (halah). Pokoknya coba sendiri deh….

Untuk membuat lebih jelas lagi apa itu free association writing, nih, saya kasih kutipan dialog dari film The Sixth Sense:

Malcom: “Cole, have you ever heard of something called free-writing? Or free association writing? “

Cole: “No”

Malcom: “it’s when you put a pencil in your hand and put the pencil to a paper and you just
start writing… You don’t think about what you’re writing… You don’t read over
what you’re writing… You just keep your hand moving."

“After awhile if you keep your hand moving long enough, words and thoughts start coming out you didn’t even know you had in you… sometimes they’re things you heard from somewhere… sometimes they’re feeling deep inside….Have you ever done any free association writing, Cole?”

Cole: “Yes”

Malcom: “what’d you write?”

Cole: “Words”

Malcom: “What kind of words?”

Cole: “Upset Words”


related post:
mengapa menulis?

.

Komentar

  1. baru tahu kalo istilahnya itu.. tapi bener juga sih, dengan nyampah kita sebenernya lagi menuangkan ide kita secara bebas.. kan otak setiap hari memunculkan lebih dari 6000 ide.. hanya kadang kita nggak menyadari

    BalasHapus
  2. iya betul banget mas... sayang sekali kalau ide-ide terpenting kita berlalu begitu saja. menulis bebas adalah kesempatan untuk mengikat ide-ide tersebut.

    trims atas kunjungannya.

    BalasHapus
  3. jadi selama ini saya menulis dengan istilah ini,hahaha,Free Association Writing..alias ngawur waton kelakon..

    BalasHapus
  4. wkwkwkw
    betul banget mas.
    sebenernya ga penting istilahnya sih. yang penting fun aja, hehehe

    trims

    BalasHapus
  5. "watonisme", kata temenku..

    agree with "memilih menulis bebas dengan pensil atau pena, instead of microsoft word"

    btw, i like ur drawing, it's fun..heheh

    BalasHapus
  6. Rapi@ couldn't agree more
    r\trims for reading.. thank you!

    BalasHapus

Posting Komentar