Merekam Jejak pikiran

Setelah membaca status history-ku di facebook, pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apa sih, yang sebenarnya kulakukan di facebook ini? Membaca status yang total jenderal menjadi sepuluh halaman itu nyaris semuanya sampah. Tidak ada yang penting sama sekali. Semacam lanturan yang tak menentu.

Setelah berpikir dan berpikir dan berpikir, berikut adalah pikiran sederhana yang akhirnya muncul....



Iseng adalah kebutuhan

Kata orang, waktu adalah uang. Dengan keyakinan semacam ini, tentunya tidak ada tempat bagi perbuatan iseng. Segala kegiatan yang tidak menghasilkan uang adalah sia-sia. Kalau kita menghabiskan waktu untuk kegiatan tak berguna biasanya kita merasa bersalah.

Kenyataannya kebutuhan kita tidak melulu uang kan? Lagipula, setelah mengumpulkan uang sebanyak mungkin, apa juga yang sebenarnya ingin kita beli? Ujung dari semua usaha kita adalah kebahagiaan. Sementara kebahagiaan tidak melulu bersemayam dengan rekening kita di bank.

Kebahagiaan tidak selalu kita temukan dalam benda-benda yang ingin kita beli atau miliki. Kadang kebahagiaan justru muncul dari kegiatan-kegiatan gratis dan spele. Kegiatan kecil dan sederhana. Saat duduk dan berbagi cerita dengan teman-teman kita misalnya. Saat bersepeda, saat menulis, saat menonton film kartun, saat bermain dengan anak-anak, saat mengerjai orang lain, atau saat nge-update status

Ada film jepang produksi tahun 1998 yang berjudul: The After life. Diceritakan, sejumlah mahasiswa dan profesor mengadakan wawancara khusus dengan orang-orang yang telah meninggal (jangan tanya bagaimana caranya mereka bisa melihat orang-orang yang sudah mati ini).

Arwah-arwah orang yang telah meninggal itu berkumpul di sebuah bangunan tua. Semacam sekolah atau kampus lama gitulah. Usia orang yang telah meninggal ini mulai dari remaja sampai yang sudah kakek-nenek. Mulai dari yang periang sampai yang pemurung. Yang mati bunuh diri dan yang mati dengan damai.

Pertanyaan yang diajukan kepada mereka adalah: bagian mana dari masa hidupmu yang paling kau ingat? Awalnya banyak yang berbohong. Mereka memilih kejadian-kejadian luar biasa semacam bermain ke Disneyland dan semacamnya. Bahkan ada yang tidak mau mengingat sama sekali.

Tapi setelah diberi waktu beberapa hari untuk memutuskan bagian hidup yang paling mereka sukai dan paling mereka ingat, akhirnya satu per satu mulai bercerita. Tebak bagian khidupan mana yang paling berkesan bagi mereka?

Ternyata, kenangan yang akhirnya mereka pilih adalah kenangan-kenangan sederhana. Tidak melulu kenangan saat naik jabatan atau bekerja untuk menghasilkan uang banyak. Seorang nenek misalnya, memilih saat-saat yang ia habiskan bersama adik laki-lakinya berbagi permen sebagai masa yang paling disukai seumur hidup.

Jadi, perbuatan iseng dan sederhana tidak perlu dihakimi. Tidak perlu merasa bersalah jika anda mengisi waktu dengan kegiatan yang tidak penting. Karena kebahagiaan tidak melulu diukur dengan uang. Keisengan memiliki nilainya sendiri. Yang menjadi masalah adalah ketika kita mulai ketagiahan dan mengabaikan kegiatan lain. Tapi kalau sudah kerja seharian dan ingin up-date status barang sejenak, apa salahnya?

Iseng juga kebutuhan kok.

Huda: kenapa y, kita bisa menemukan kesenangan dari perbuatan iseng? (Thu, 10 Jun 2010 07:18:56 GMT)

Setiap Orang Adalah filosof

Setiap kali on-line, pertanyaan pertama yang kita baca adalah: “what’s on your mind?” atau “Apa yang Anda pikirkan?” Kadang kita menjawab pertanyaan itu dengan mengisi kolom status. Kadang kalau malas, kita mengabaikan pertanyaan itu dan fokus mengomentari status orang lain.

Meski pertanyaannya “Apa yang Anda pikirkan?”, kenyataannya kita lebih sering menulis apa yang kita rasakan. Dari pertanyaan sederhana itu mengalir deras puisi dan syair lagu. Walaupun  kedengarannya asal, tapi pasti ada suatu alasan mengapa seseorang memilih lyric lagu tertentu atau puisi tertentu.

Ketika kita memilih mengutip sebuah kalimat bijak dari orang besar, tentunya kita telah memilih kalimat bijak itu dari sekian banyak kalimat bijak yang ada. Keputusan kita memilih dilatarbelakangi oleh pengalaman. Ada proses yang mendahului sebelum kita menyukai suatu kutipan bijak. Kita telah dulu berpikir. Telah lebih dahulu memiliki pengalaman yang membuat kita sanggup mengiyakan kalimat tersebut.

Yang lebih hebat lagi, kadang ada satu dua kalimat yang kita susun sendiri. Kadang kalimat itu berupa kesimpulan setelah kita berpikir cukup lama tentang hidup kita. Kadang ia lahir dari pengalaman. Kadang berupa keyakinan. Kadang ia bersifat personal. Tapi kadang dijempoli juga oleh orang lain—berarti formulasi yang telah kita temukan lewat pengalaman pribadi ternyata berlaku universal.

Setiap orang adalah pemikir. Tiap harinya ada jutaan pikiran yang berkelebat dalam benak kita. Mulai dari yang paling spele sampai yang paling serius dan bijak bestari. Lewat facebook beberapa potongan pikiran tersebut terekam. Dan kita bisa melihat mereka kembali lewat aplikasi status history. Dari sekian banyak status ‘sampah’ yang kita bikin selama ini, pasti ada satu dua status yang terselip, status yang paling kita sukai.

Yang menggambarkan siapa diri kita dan bagaimana kita menyikapi hidup.   

Huda: kau tidak sehebat yang kau pikirkan..
tapi kau juga tidak seburuk yang kau pikirkan...
jadi, demi Tuhan.. berhenti memikirkan dirimu sendiri terus menerus. (Sun, 11 Jul 2010 11:26:27 GMT)

Anda Adalah Orang yang Paling Menarik

Siapakah orang yang paling menarik di facebook? Dari sekian banyak teman yang punya akun, profil siapa yang paling banyak anda kunjungi? Album foto siapa yang paling sering anda obrak-abrik? Saya tidak tahu kalau onlinenya pakai seluler.

Alasanku tidak pakai seluler bukan karena gaptek atau Hpku tidak bisa internetan sih. Tapi karena alasan ekonomis: hemat pulsa. Sementara pakai laptop, kan bisa pakai wi fi gratisan di kampus atau di café dekat kos? Yang paling seru, on line dengan komputer lebih leluasa. Bidang pandangannya lebih luas. Viewnya lebih wide! (halah).

Meski tiap kali buka Fb ada tagline: bawa teman anda kemanapun anda berada. Atau kalimat: Huda, cobalah facebook sellular. 200 teman anda telah menggunakannya, daftar sekarang? Selalu kuabaikan. Aku tidak terobsesi membawa ratusan temanku ke manapun pergi. No way!

Kelebihan lainnya kalau pakai wifi gratis, kita bisa mengobrak-abrik album orang lain tanpa perlu kuatir pulsa akan habis gara-gara gambarnya banyak atau berat. GRATIS! Hehehe. Mungkin orang akan bertanya, kenapa pula kau bertualang dari satu profil ke profil lain, wahai Huda SINTING? Membongkar satu album foto ke album lain, heh?

Pertanyaan dariku adalah, kalau anda tidak ingin album anda dilihat, kenapa juga dipajang di facebook? Bukankah itu yang anda harapkan? Kenyataan tidak semua orang punya waktu menengok profil orang lain, membuatku menyingsingkan lengan baju untuk melakukan tugas mulia ini. Orang-orang tentu lebih sibuk dengan profil masing-masing. Mengupdate foto profil masing-masing. Memanage album masing-masing. Orang-orang lebih tertarik dengan diri mereka sendiri. Tentang bagaimana mereka ingin dikenal lewat foto dan aktifitas mereka.

Dari sekian banyak foto yang ada, tentu hanya foto-foto yang telah lulus seleksilah yang akhirnya dipajang. Kalau dia mengerti photoshop atau corel, ia akan memermak sedikit atau total sama sekali. Kadang diblur sampai level tertentu. Kadang digloss, disaturation, ditunning.

Album profil seseorang adalah gambaran bagaiamana orang itu ingin dikenal (secara fisik). Mungkin ia ingin dikenal lebih putih dari aslinya. Mungkin ia ingin dikenal lewat sorot matanya. Atau lewat senyumnya. Mungkin ia tidak suka anda menilainya lewat berat badannya. Mungkin ia ingin anda tahu bahwa ia pernah ke luar negeri (dan dengan begitu ia lebih hebat dari sebagian besar teman termasuk anda yang belum pernah ke luar negeri). Kalau koleksi album profilnya mencapai 150 lebih (ada lho!), berarti ia sangat-sangat ingin terkenal.

Kalau anda orang aneh macam saya yang punya hobi serupa, percayalah, anda jauh lebih menarik dari orang-orang yang profil dan albumnya anda obrak abrik. Buka status historymu, baca semua statusmu dari dulu sampai sekarang. Dan tadaaaa….ketertarikan yang ganjil, bercampur rasa malu, lucu, dan geli akan meliputimu. Sungguh, Andalah orang paling unik dan menarik di dunia ini.

Huda: narsis itu...sehat, kalau dosisnya tepat. (Sat, 11 Sep 2010 12:58:43 GMT)

Setiap Orang Ingin Didengar

Sudah bukan rahasia lagi kalau manusia dikutuk memiliki satu mulut dan dua buah telinga. Agar kita lebih sedikit bicara dan lebih banyak mendengarkan. Meski demikian, kebiasaan mendengarkan orang lain adalah kebiasaan yang langka. Sangat sulit menemukan seorang teman yang pandai mendengarkan. Sama sulitnya untuk melatih diri menjadi pendengar yang baik.

Akibatnya, banyak orang yang frustasi. Tanpa pikir panjang kita mengeluh tak menentu lewat fesbuk. Termasuk saya. Tapi karena setiap orang frustasi dan mengeluh juga, tidak ada orang yang benar-benar peduli dengan status anda. Mungkin dibaca satu dua kali atau dijempoli atau dikomentari. Setelah itu, DL. Derita Lu! Karena saya punya derita yang lebih serius.

Berani jamin, pasti kita semua pernah mengeluh lewat status di FB. Coba saja baca status history, pasti ada status keluhan barang satu atau dua—atau bisa jadi mendominasi semua status tersebut.

Well, tidak melulu keluhan sih. Kadang ada juga status yang bernada congkak atau pamer. Intinya, kita semua ingin didengarkan. Penting ga’ penting. kita ingin mengatakan sesuatu, dan tidak mudah menemukan orang yang cukup baik mendengar kita di kehidupan nyata, jadilah FB sebagai tempat menuntut perhatian tersebut.

Menertawakan Diri Sendiri

Alhamdulilah kita sampai pada poin terakhir. Hahaha, trima kasih bagi yang sudi membaca tulisan ini. well, the last of my very simple thougt is: Laughing at yourself. Kemampuan untuk menertawakan diri sendiri adalah salah satu tanda kebijaksanaan. Bersyukurlah, jika disaat membaca ratusan status yang telah anda tulis, anda akhirnya tertawa lepas.

Kita sering berpikir diri kita tidak lucu (terutama saya). Sering kali aku tidak bisa membuat orang lain di sekitarku tertawa. Atau sering juga aku tidak menemukan sesuatu yang lucu dari lelucon orang lain. Kadang kita bosan. Kita mulai mencari sesuatu di luar diri kita untuk membuat kita tertawa. Kita mencari film komedi, baca komik atau novel ringan, atau nonton acara televisi yang lagi ngetren belakangan ini. kadang kita sendiri tidak ingin ditertawakan. Siapa sih yang mau dijadikan lelucon? Kecuali komedian kawakan yang mampu meraup uang dengan bertingkah konyol di TV, kurasa orang normal tidak ada yang ingin ditertawakan.

Kadang kita begitu tegang dengan diri sendiri. Sesuatu yang lucu harus berada di luar. Yang konyol bukan aku. Dan kalau kita mendapati diri bersikap konyol, kita cenderung marah dan menghukum diri sendiri.

Well, apa salahnya sih menjadi lucu. Terutama menertawakan diri sendiri. Tentu kita tidak ingin terus menerus ditertawakan orang lain sebagaimana orang lain tidak ingin ditertawakan terus menerus oleh kita. Karenanya, hal paling aman yang bisa dilakukan adalah, menertawakan diri sendiri. Saat kita mampu melihat sesuatu yang lucu dari apa yang telah kita lakukan, bukankah itu berarti kita telah menjadi orang yang lebih bijak dari sebelumnya?

Jika sebelumnya kita merasa tidak ada yang salah dengan menulis status bodoh, tapi beberapa bulan kemudian saat membacanya kembali kita tertawa, bukankah ini berarti kita telah melihat apa yang tidak kita lihat sebelumnya?

Tawa menandakan ada perubahan. Menandakan bahwa kita bukan lagi orang yang sama. Menandakan bahwa ada yang tumbuh dalam cara berpikir kita. Tentu saja selain tawa ada juga marah. Kita bisa saja memilih marah dan kesal atas kebodohan diri. Terserah anda mau memilih yang mana. Tawa itu rileks dan mengandung pemaafan atas kebodohan yang telah dilakukan. Sementara marah bersifat tegang dan mengandung penghukuman.

Tapi hidup ini kan cuma permainan?

Huda: jika hidup ini cuma permainan, mengapa kita harus menjalaninya dengan serius? (Tue, 07 Apr 2009 12:56:47 GMT)







:-)

Komentar

  1. super sekali tulisan Anda, saudara Huda. Hehehehe..

    Like this dah pokoknya.
    Keren telah meikirkan tulisan seperti ini dan menuangkannya dari ide history status fb.
    Saya juga menyukai bagian tulisan yang akhirnya dihubungkan dengan status fb yang pernah dibuat.

    ta kasi jempol deh pokonya. Saya suka tulisan ini =)

    BalasHapus
  2. I do agree with "Tawa itu rileks dan mengandung pemaafan atas kebodohan yg telah dilakukan"
    That's why I really love to laugh, and always feel amaze when succesfully made someone else laughing.. ;D

    Gmana atuh mz crarany liat stats hstory akun fb kita?
    Btw, aq bru tau 'bestari' ternyta tmenny kata 'bijak', hehe..
    (Kemane aje non??)

    BalasHapus
  3. wow.. tulisannya masif dan mengena.. saya dulu raja update status fb, seneng bila dikomentari.. tapi sudah 2 mggu terakhir stop sama sekali buat update status.. bukan apa2 sih, hanya ingin menjalani fase yang berbeda dari penggunaan jejaring sosial. btw, kesindir nih tentang koleksi foto. hahaha... punya 15 album dgn 200 lebih foto saya..

    BalasHapus
  4. loh ternyata ada juga yang mau baca yak? heheh

    Habibi@ trims. terutama sudah ngasi tahu caranya buka aplikasi status history. kalau ga dikasi tahu waktu itu, ga bakal ada tulisan ini. hehehe
    makasi

    Rapi@ hehehe. betul betul betul. ayo kita tertawa bersama. hahahaha
    cara buka status history ntar ta' kasi tahu lewat fb aja.

    Gaphe@ makasi mas. makasi juga awardnya yang kemarin. fotonya nyampe 200? hahaha, bagus itu!

    BalasHapus
  5. Nich tulisan sebenernx nyindir B2 to gimana Da...?
    * Tp smua apa yg nanda tulis benar adanx...Konyol memang, terkadang B2 merasakan hal yg sama, lucu lg B2 seringkali menghapus kembali status yg sudah terkirim, Nah loo...ngapain update status klo harus dihapus...Bodoh...!!
    Dan pd saat B2 memberi coment ini, B2 sedang mentertawakan kekonyolan B2 slama ini..."hhhhh"....
    * Ajari dunk carax membuka aplikasi status history...

    BalasHapus
  6. Bi Mina@ loh? bibi kesindir y? hehehe. justru tiang nulis karena ngerasa kaya gitu juga. and rata-rata orang juga merasa konyol setelah baca statusnya, heheheh

    ntar ta' kasi tahu di FB aja deh caranya buka status history y...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton