Perjalanan Dua Purnama

Salamanca Hiddle enggan luar biasa saat ayahnya mengajak pindah ke Euclid, Ohio. Ia enggan meninggalkan desanya di Bybanks, peternakannya, pohon willow, maple, gudang jerami dan lubuknya.

Apalagi tempat tinggalnya yang baru di Euclid hanya memiliki halaman sempit tanpa pepohonan. Kalaupun ada yang tumbuh, hanya sepetak rumput yang berdempet dengan trotoar. itu saja.

Tapi kalau tidak pindah ke Euclid, ia tidak akan bertemu dengan Phoebe. Gadis yang tinggal bersebelahan dengan Margaret Cadaver. Siapa gerangan Margaret Cadaver?

Bagi Salamanca, dia adalah wanita yang akan menggantikan posisi ibunya. Sementara bagi Phoebe, Maragaret Cadaver adalah wanita pembunuh yang mengubur mayat suaminya di halaman belakang. Makanya, Phoebe sering mengingatkan Salamanca agar memberitahu ayahnya untuk menjauhi wanita berbahaya seperti Margaret.

Surat Misterius dan Orang Gila

Dengan cepat Phoebe dan Salamanca menjadi teman dekat. Salamanca mulai banyak menghabiskan waktunya di rumah Phoebe. Lewat sudut pandang salamanca, kita akan melihat bagaimana keluarga Pheobe menikmati makan malam mereka yang hening dan kaku. Serba terhormat dan tertatur. Sangat berbeda dibandingkan dengan keluarga Finney yang urakan.

Lewat mata Salamanca kita juga melihat kesedihan yang diderita oleh nyonya Winterbottom (ibunya Phoebe), yang oleh Pheobe sendiri dan anggota keluarga lainnya tak disadari. Sementara itu muncul pula seorang pemuda yang terus mendatangi rumah Pheobe, mencari Nyonya Winterbottom, dan membuat Nyonya Winterbottom sendiri ketakutan. Kedatangan pemuda misterius yag oleh Phoebe dan Salamanca disimpulkan sebagai orang gila ini juga dibarengi dengan surat-surat misterius di depan pintu rumah mereka.

“Jangan menilai seseorang sebelum kamu berjalan dua purnama mengenakan mocassins-nya.” Begitulah bunyi surat pertama yang disusul oleh surat-surat misterius berikutnya.

Sampai suatu hari, Nyonya Winterbottom tiba-tiba menghilang. Ia hanya meninggalkan tiga buah surat masing-masing untuk Phoebe, Prudence (kakak Pheobe), dan suaminya. Kehilangan yang mendadak ini langsung mengubah kehidupan keluarga Winterbottom.

Sementara, Slamanca sendiri, sedikit demi sedikit mencoba mencari benang merah antara apa yang menimpa keluarga Winterbottom dengan kejadian yang menimpa keluarganya.

Ibu-Ibu yang menghilang

Novel ini menambah daftar bacaanku mengenai ibu-ibu yang suatu hari tiba-tiba menghilang meninggalkan keluarganya. Membuatku menyimpulkan bahwa menjadi ibu itu ternyata sama sekali tidak mudah. Bahkan di negara modern seperti Amerika sekalipun.

Diceritakan di sini, ibu Salamanca Hiddle suatu hari tiba-tiba pergi. Meninggalkan sebuah surat bahwa ia tengah mengadakan sebuah perjalanan panjang ke Lewinston, Idaho. Tidak diceritakan kapan ia akan kembali. Hanya sesekali ia mengirim kartu pos saat ia berada di tempat-tempat yang menarik.

Cerita dalam novel ini berlangsung di dalam mobil, dalam sebuah perjalanan yang dilakukan Salamanca bersama Kakek dan Neneknya untuk menjemput ibunya di Idaho, tepat pada hari ulang tahun ibunya. Berhasilkah ia mengajak ibunya kembali dan membuat keluarganya lengkap lagi seperti semula? Hohoho.

Bahaya Perasangka

Secara garis besar novel ini menceritakan bahayanya kalau kita larut dalam perasangka. Agar kita tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan sebelum kita benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi. Terutama ketika perasangka itu menyangkut orang lain. Kita tidak akan pernah benar-benar tahu rasanya menjadi orang lain sampai kita menjadi orang tersebut. Perbuatan ini tentu saja tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang yang bersangkutan.

Salah satu quotation yang paling saya sukai dari buku ini adalah: “Dalam Perjalanan hidup, apakah yang paling berarti?”

Novel ini mendapat penghargaan John Newberry Medal di Amerika. Karena memang diperuntukkan bagi remaja, bahasanya sederhana dan ringan. Ketebalannya juga 310 halaman. Pertama kali diterbitkan di Amerika pada tahun 1994. Sementara di Indonesia sendiri baru terbit pada tahun 2003 lalu. Sebagai buku yang tergolong lama, buku ini saya comot di rak cuci gudang dengan harga yang sangat-sangat membahagiakan. Hehehe. Dengan cerita yang ringan dan pesan moral yang padat, buku ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk waktu luang.

Kalau anda suka buku ini, kemungkinan anda juga akan suka: Rahasia Embusan Angin (Belle Praters Boy)

Tentang buku ini:
Judul: Perjalanan Dua Purnama (Walk Two Moons)
Penulis: Sharon Creech
Penerbit: Kaifa
Cetakan Pertama, April 2003.

gambar saya ambil di sini . sampul yang versi indonesia tidak sekeren ini sih...

Komentar

  1. sepertinya blog kita isinya bakal hampir sama.
    hahahaha...
    walaupun sekarang saya kalah keren, tapi saya akan meningkatkan kualitasnya =)

    BalasHapus
  2. hahahaha.... lagi ingin kembali ke fitrah aja si sebagai blog review, hehe.
    mm... serem juga ni, bakal ada saingan...

    BalasHapus
  3. tahun 2003 yah ... berarti udah lama :D

    BalasHapus
  4. saya belum baca ini sobat, entah kapan saya ketemu buku ini, soalnya saya lagi fokus ke hal lain. terus review novel-novel bagus, biar ketularan dapat penghargaan

    BalasHapus
  5. john terro@ iya... makanya saya beli (murah).

    muahammad a vip@ yups, trims sob!

    BalasHapus
  6. wah baru tau ada buku ini,hhehehe.telat banget:P

    kalau buku2 kaifa biasanya saya suka, kayanya bakal incar nih...:D

    BalasHapus
  7. kunjungan pertama. Boleh juga tuh artikelnya. Ntar saya baca deh. OK Makasih

    BalasHapus
  8. nova@ hehe, bukunya lumayan kok. kaifa for teens begini emang bahasanya ringan tapi pesan moralnya padat. trims..

    ari purwoko@ makasi atas kunjungannya. ditunggu kunjungan berikutnya. salam

    BalasHapus

Posting Komentar