Review Novel: Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler

Sebagai anak sulung dan satu-satunya perempuan membuat Caludia Kincaid merasa sebagai korban ketidakadilan di keluarganya. Dia harus mengosongkan mesin pencuci piring sekaligus menata meja pada malam yang sama. Padahal ketiga adiknya bebas bermain. Ia juga bertugas mengsongkan bak sampah tiap Sabtu dan bergantian dengan Steve untuk mengawasi adik terkecil mereka Kevin. Uang sakunya juga tidak terlalu banyak. Untuk itu ia harus memberi pelajaran kepada orang tuanya, dan berniat kabur dari rumah.

Dengan jauh dari rumah, orang tuanya akan sadar dan akan belajar menghargainya. Tapi dia tidak hanya sekedar kabur. Dia ingin kabur dengan nyaman. Maka ia memilih Museum Seni Metropolitan New York sebagai tempat bersembunyinya nanti. Ia juga tidak ingin pergi sendirian. Lagipula uangnya tidak banyak. Ia membujuk adik keduanya, Jamie yang masih sembilan tahun untuk ikut dengannya dalam 'petualangan besar'.

Ia punya alasan sendiri untuk memilih adiknya Jamie. Adiknya yang satu ini terkenal pelit dan punya banyak uang dari hasilnya bermain kartu dengan Bruce. Orang seperti Jamie cocok dijadikan bendahara dalam pelaraian.

Pada hari Rabu, sesuai tanggal yang tertera pada tiket yang ia pungut di bak sampah kamar orang tuanya, ia dan Jamie berangkat ke New York naik kereta.


Satu Hal Baru Setiap Hari

Hari-hari yang mereka jalani di museum sangat menarik. Tiap malam mereka harus bersembunyi agar tidak ketahuan penjaga keamanan. Apalagi mereka tidur di ranjang megah peninggalan jaman kerjaan eropa. Sesekali mereka menjadi rombongan gelap pengunjung museum untuk menghemat uang makan. Kehiduapn mereka menjadi semakin menarik dengan adanya patung malaikat yang misterius. Belum ada yang tahu siapa pemahat patung tersebut. Bahkan para lmuwan pun belum tahu.

Hari-hari mereka kemudian diisi dengan memecahkan misteri siapa yang membuat patung tersebut dengan membaca buku-buku tebal tentang Michelangelo di perpustakaan. Claudia juga bertekad tidak akan pulang sebelum mereka dapat memecahkan teka teki ini. Kelak—sesuai judulnya—mereka akhirnya berurusan dengan Mrs. Basil E. Frankweiler.
Siapakah dia?

Hohoho.... yang pasti, selama menjalani hidup mereka di New York, mereka bertekad untuk
mendapat satu pengetahuan baru setiap hari.

Plus-Minus

Sepertinya ini adalah novel anak-anak terbaik yang pernah kubaca. Kocak. Pertengkaran-pertengkaran antara Claudia dan Jamie sangat kocak dan mengingatkan kita dengan pertengkaran yang pernah kita lakukan di masa kecil.

Claudia sangat hari-hati dalam segala hal (kecuali dalam soal uang dan dia miskin). Makanya sebelum kabur dari rumahnya, ia sudah merencanakan semuanya dengan sangat rinci. Ia juga agak paranoid dengan debu. Sangat suka kemewahan dan kenyamanan. Berbeda dengan adiknya Jamie yang berjiwa petualang (kecuali dalam soal uang dan dia kaya). Dia juga sangat pelit dan takut mengeluarkan uangnya. Malah sebagai bendahara perjalanan, dia menetapkan bahwa mereka berdua harus berjalan kaki dari Grand Central ke Museum (karena saya belum pernah ke new York, jadi tidak tahu seberapa jauh, hee).

Caludia juga bertindak layaknya manager. Sangat teliti dan perhitungan (kecuali soal uang). Cerewet pula. Sementara jamie sangat kikir, meski ceroboh. Pokoknya kocak banget dah.

Apa yang kurang dari buku ini. Apa ya? Kurang tebal kurasa. Cuma 186 halaman. Namun mengingat novel ini untuk anak-anak kurasa wajar saja kalau tebalnya segitu.

Fakta lain
Buku ini pertama kali terbit di Amerika pada tahun 1967. Menjadi pemenang Newbery Award di tahun 1968. makanya setting dalam cerita ini terjadi pada tahun 1967 dimana mesin ketik manual masih dipakai dan disewakan (ada bagaian dalam buku ini dimana Claudia dan jamie menulis surat dengan menyewa mesin tik). Buku ini diterbitkan lagi untuk memperingati 35 tahun ceritanya.

Untuk versi Indonesia yang kubaca terbit tahun 2007, atau empat puluh tahun kemudian. Tokoh Claudia dan Jamie adalah gambaran dari anaknya E. L. Konisberg sendiri. Saat buku ini ditulis ketiga anaknya masih kecil. Saat ia menjadi nenek, ia menulis buku lagi dengan cucunya sebagai model cerita. Seluruh nasakah cerita buku ini menggunakan tulis tangan. Edisi Ulang tahun ini juga mendapat kata penutup tambahan dari sang penulis sendiri.

Dan yang terakhir dan tidak kalah penting adalah; Buku ini diobral dengan harga 10 ribu rupiah di Toga Mas (cihui!)

Best Quote:

“Kurasa kalian harus belajar, tentu saja, dan suatu hari kalian harus banyak sekali belajar. Tapi kalian juga seharusnya memiliki hari di mana kalian membiarkan apa yang sudah ada dalam diri membengkak sampai menyentuh segalanya. Dan kalian bisa merasakannya dalam diri kalian. Kalau tidak pernah beristirahat dan membiarkan hal itu terjadi, berarti kalian hanya mengumpulkan fakta-fakta dan semuanya mulai berderak dalam diri kalian. Semua itu bisa menghasilkan suara berisik, tapi tak pernah kalian rasakan. Rasanya hampa.” (Mrs Basil E. Frankweiler, halaman 175).

Tentang Buku Ini:

Judul: Dari Arsip Campur Aduk Mrs. Basil E. Frankweiler
Penulis: E.L. Konisburg
Alih Bahasa: Cuning K. Goenadhi.
Tebal: 200 halaman, 20 cm.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit April 2007

Komentar

  1. waaah..kayaknya bagus ne buku..
    mau pinjem donk mz hudaaa.. (beneran neh..)
    ya?ya?ya?

    BalasHapus
  2. rapi@ iyaa.. emang bagus. pinjem aja. hehehe. ceritanya lucu banget dah.

    BalasHapus
  3. Penasaran...pengen baca sendiri..__jd kan lebih puas..__
    Harus ke kost naken uda dulu dunk klo mau baca..?!?!

    BalasHapus
  4. hahaha... gimana ya? ntar kalau pulang ta' bawain (kalao inget si)

    BalasHapus
  5. Makasih Huda sudah nge-review salah satu buku favorit saya. Sejak dulu saya selalu suka buku anak-anak. Mungkin karena masa kanak-kanak saya sangat indah, sampai-sampai saya tidak mau beranjak pergi :D Buku anak-anak lainnya yang saya suka: Ronya Anak Penyamun, Mathilda (dan juga buku2 Road Dahl lainnya, walaupun kadang ada yang saya gak paham), dan ada satu buku yang saya lupa judulnya (terbitan lokal, penulis lokal, tebel, ceritanya tentang petualangan di masa liburan macam Lima Sekawan, mengarungi lautan dan mengalahkan penjahat).

    BalasHapus
  6. beta@
    makasi sudah mampir ke sini dan baca review saya.
    :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton