Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

Bosan

Mengapa dahulu Tuhan mengikutsertakan "bosan" dalam adonan alam semesta? Mengapa "bosan" layak bercampur dengan hukum fisika? Bersama tata surya, bersama ruang dan waktu, dan bersama hal-hal hebat lainnya?

Bayangkan saja, setelah jutaan tahun mengalami evolusi, mulai dari sel-sel (atau entah apa istilahnya dalam biologi), kemudian menjadi hewan melata, menjadi hewan bertulang belakang, primata, dan kemudian manusia, bosan tiba-tiba menyergap kita sebagai mahluk yang memiliki kesadaran. Setelah membangun peradaban begitu lama, perang beribu tahun, migrasi, evolusi industri, dan sebagainya dan sebagainya itu, yang kemudian melahirkan teknologi.

Teknologi selanjutnya membuat hidup kita jauh lebih mudah. Waktu luang kita semakin melimpah.... pekerjaan yang dulu membutuhkan waktu berjam-jam sekarang bisa diselesaikan dalam hitungan menit... Lalu kebosanan pun tiba-tiba berdiri di depan kita sekarang.

di depanku!

My very First english Posting

So, This is my very first post in English. Please don't be rude. I may sound scrambling, puzzled, boring, or whatever... My English might be still not good enough to write this. But how could I know if I never try?

So what am I going to write?
Nothing special..(dubrak!).

I'm just trying to write in English, that's all! This writing is going to talk about this writing. This is neurotic--I KNOW! How could a writing talk about the writing itself?

so here we go....

Let's start it with "why" thing.

Why did I decide to write in English for this time? What makes me push myself so hard? It is not about sounds smart--coz I know exactly it won't work--instead of stupid. And I don't really care how it sounds actually. I just.....think...that....this is a must.

I mean, We've spent so many years of our time for education. Studied English twice a week since we were thirteen. But as a matter of fact, how many of us, Indonesian, are able to speak (and write) in Engli…

Dosa Blogwaker

Sebagai orang baru di dunia blogging (dan masih hobi blogwalking), saya melihat ada yang aneh dalam cara kita memandang ritual blogwalking.

“Blogwalking itu apa si mas?” tanya temanku lewat sms. Dia juga masih baru di dunia blogging.
Aku sendiri termasuk orang yang sangat mendukung penuh aktifitas BW ini. Maksudku, kenapa sih orang-orang pada ngeributin urusan blogwalking ini? Seolah-olah aktifitas ini termasuk kebiasaan buruk di dunia ngeblog. Buang-buang waktu dan ga mutu. Bahkan beberapa postingan yang kubaca di blog lain terkesan sentimental dalam mengulas blogwalking. Up date posting adalah segalanya, it's everything! Blogwalking is nothing!
Well.. mungkin cara kita melihat dunia blog saja yang berbeda. Dan perbedaan inilah yang menentukan cara kita menilai penting tidaknya aktifitas blogwalking. Sebagian kita menganggap ritual ini sebagai ritual munafik. Sebagaian menganggapnya sah-sah saja. Sebagian menggangapnya kewajiban. Sebagian menganggapnya segalanya.
Lalu bagaimana…

Efek Ngeblog Bagi Saya

Segala hal pasti punya efek! Ya nggak? Efeknya bisa ke samping, ke depan, ke belakang, ke atas ataupun ke bawah. Efeknya bisa ke mana saja dan bisa apa saja. Yang namanya nge-blog mesti punya efek juga kan? Efeknya bisa baik dan bisa saja buruk. Intinya... pasti ada efek. Titik! Ojo protes.

Lalu apa efek ngeblog bagi saya?
Saya melihat, semenjak saya aktif ngeblog begini, saya jauh lebih rakus terhadap pengalaman-pengalaman sehari-hari. Somehow, ngeblog membuat saya seperti melihat ada cerita di tiap hal. Tiap sudut. Tiap pengalaman seolah punya nilai untuk dibagi. Mencari tahu apa yang benar-benar menarik. Meski tentu saja apa yang menarik bagi saya belum tentu menarik juga bagi orang lain.

Dear Blog

Dear blog, hari ini saya ngeblog lagi. Ga penting sebenarnya. Saya juga tidak tahu kenapa ngetik kata-kata ini. Lagian perpus lagi sepi. Saya sudah bosan bongkar majalah...(so what?)
.
Saya tidak sedang kehabisan ide. Sebenarnya memang ga ada rencana posting si. Tapi kasian banget komputer ini nganggur. Saya ga bawa laptop. Pengunjung juga sepi. Tadi rame, tapi sekarang sudah pada pulang. Sudah sore sih--mungkin mereka pulang buat ngangkut jemuran. Sekarang di Jogja hujannya deras terus. Kemaren jalan Solo tergenang dan macet (apa hubungannyaaaa?).

Di pertigaan depan kampus saya polisinya sampai kelabakan ngatur para pengendara. Membujuk mereka agar memilih jalur alternatif lain ke timur. Yang lebih parah lagi banyak pengendara yang tetap ngotot, mengabaikan mobil polisi yang terentang menutupi jalan. Polisinya sampai bangkotan ngumumin lewat speaker "ini demi keselamatan kita bersama! Sekali lagi, ini demi keselamatan kita bersama.." suaranya mulai kedengaran jengkel. Tetap s…

Cara Menangis Yang Baik

Seorang teman (cewek), mengirimi saya sms berbunyi: “cowok tuh suka nangis ga sih?”.

Agak bingung juga membalasnya. Apalagi kalau lewat pesan singkat macam sms. Serba salah. Mau dijawab tidak, kesannya seolah cowok itu mahluk lain. Bagaimanapun juga yang namanya menangis kan sangat manusiawi? Apalagi dengan isu kesetaraan gender yang tengah digalakkan sekarang ini. Menjawab cowok tidak suka nangis terkesan kolot. Tradisional dan masih terkungkung dengan setereotip lama bahwa menangis itu monopoli kaum hawa (yang secara tidak langsung mengatakan bahwa cewek lebih lemah/cengeng daripada cowok).
Saya termsuk orang yang mendukung kesetaraan gender (hee). Tapi, menjawab bahwa, Ya! cowok pun menangis, terkesan seolah itu jawaban saya peribadi. Dan dengan sendirinya saya jadi terkesan cengeng. Siapa juga sih yang mau dianggap cengeng?

Kalau saya menjawab; “cowok memang menangis tapi tidak sesering cewek,” jawaban ini tetap saja tidak sensitif gender (ribet kan?). Padahal teman saya itu belum…

Review Buku: Bibir Dalam Pispot

Gambar
Kalau membaca sebuah novel atau buku kumpulan cerpen, kadang kita penasaran dengan penulisnya dan proses kreatif sang penulis. Kita ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan sang penulis. Lebih-lebih kalau karyanya sangat kita sukai. Kita penasaran bagaimana penulis itu memanfaatkan pengalaman sehari-harinya dalam menghasilkan sebuah cerita. Bagaimanapun juga, cerita yang ia hasilkan tidak muncul begitu saja, kan? Pastinya, cerita-cerita yang ia tulis sedikit banyak dipengaruhi oleh pengalamannya.

Tapi seringkali, atau kebanyakan, novel-novel dan kumpulan cerpen bagus sekalipun tidak memberi kita informasi yang cukup banyak mengenai sang penulis. Kadang hanya satu lembar saja di halaman belakang sebagai pelengkap. Biasanya yang tertulis di situ adalah biography singkat sang penulis. Tentang riwayat pendidikan dan (kalau ada) prestasi-prestasi yang pernah ia raih. Dimana ia tinggal dan kelompok-kelompok seni yang mungkin pernah ia ikuti. Padahal kita juga ingin si penulis bercerita b…