Dosa Blogwaker

Sebagai orang baru di dunia blogging (dan masih hobi blogwalking), saya melihat ada yang aneh dalam cara kita memandang ritual blogwalking.

“Blogwalking itu apa si mas?” tanya temanku lewat sms. Dia juga masih baru di dunia blogging.

Aku sendiri termasuk orang yang sangat mendukung penuh aktifitas BW ini. Maksudku, kenapa sih orang-orang pada ngeributin urusan blogwalking ini? Seolah-olah aktifitas ini termasuk kebiasaan buruk di dunia ngeblog. Buang-buang waktu dan ga mutu. Bahkan beberapa postingan yang kubaca di blog lain terkesan sentimental dalam mengulas blogwalking. Up date posting adalah segalanya, it's everything! Blogwalking is nothing!

Well.. mungkin cara kita melihat dunia blog saja yang berbeda. Dan perbedaan inilah yang menentukan cara kita menilai penting tidaknya aktifitas blogwalking. Sebagian kita menganggap ritual ini sebagai ritual munafik. Sebagaian menganggapnya sah-sah saja. Sebagian menggangapnya kewajiban. Sebagian menganggapnya segalanya.

Lalu bagaimana denganku? Ehm... menurut ku.....


Aku akan mencoba bersikap so' filosofis kali ini. Terserah apakah ini dianggap sekedar apologi atau apa, but this is the way I see it.

Pernah dengar ilmu padi? Semakin berisi semakin merunduk? Nah... yang akan ku bahas di sini bukan ilmu padi, tapi ilmu gabah. Wkwkwkw, emangnya ada ilmu gabah? Ada dungs! Apakah kamu tahu, saat gabah ditumbuk hingga kemudian kulit-kulitnya terkelupas dan menjadi beras, apa yang membuatnya begitu? Jujur saja selama ini aku juga heran mengapa gabah-gabah itu tidak lebur ditumbuk dengan keyu berat sebesar itu. Malah terkelupas dan menjadi beras.

Empat tahun lalu, saat aku masih culun-culunnya dan ikut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa: bagi yg belum tahu), seorang senior menasihati begini: kalian nanti, di (organisasi) ini akan seperti gabah yang ditumbuk. Kalian semua adalah gabah dan kegiatan-kegiatan yang kalian ikuti di sini adalah tumbukannya. Jadi saat keluar dari organisasi ini kalian sudah menjadi beras.

Bagaimana caranya gabah menjadi beras? Gabah akhirnya akan menjadi beras karena mengalami gesekan-gesekan dengan gabah lainnya. Karena ditumbuk terus menerus, mereka bergesekan satu sama lain. Gesekan-gesekan inilah yang perlahan mengelupas kulit mereka.

Jadi interaksi kalian satu sama lain lah yanga akan mengelupas kalian. Yang kelak, menunjukkan siapa diri kalian yang sebenarnya. Jangan selamanya menjadi gabah. Karena di dalam diri kalian ada sesuatu yang berharga.

Gilaa.. nasihatnya bijak banget. Aku tidak tahu apakah dia menyiapkan pidato ini dari rumah. Saat itu sedang sesi out bond. Panitia yang mempersiapkan permainan belum siap dan kelompok kami terpaksa ditahan sejenak dengan pidato tersebut. Sementara dia berpidato, senior lainnya, cuman nyengir-nyengir di belakang—sepertinya menertawakan pidato itu. Perhatian kami terpecah antara sang senior yang berpidato dan senior yang cengar-cengir di belakang punggungnya.

Setiap Blogger Adalah Sebutir Gabah

Saya rasa, tidak berlebihan kalau ilmu gabah tersebut kita terapkan di dunia blogging. Bayangkan saja dirimu gabah. Dan untuk menemukan potensi dirimu yang sebenarnya, ya dengan banyak melakukan gesekan dengan blogger lain. Sesederhana apapun sebuah posting, aku yakin ia tidak lahir begitu saja. Meski ia terlihat simpel, lucu, sentimentil, tempramental, dan sebagainya, pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil dari situ.

Jika seorang penulis mengasah keterampilan menulisnya dengan membaca tulisan dari penulis lain, maka seorang belogger juga akan mengasah keterampilannya dengan mengunjungi blog lain. (saya rasa begitu).

Saya tidak tahu apakah ada blogger yang sudah sangat matang dengan konten blog yang dinanti-nantikan oleh pembaca. Saya tidak tahu apakah ada orang yang begitu kaya akan pengetahuan , sehingga tanpa berinteraksi dengan orang lain pun pikiran-pikirannya tetap segar dan layak untuk disimak. Saya tidak tahu apakah ada blogger yang sangat-sangat bijak bak tokoh suci, yang ramai dikunjungi orang-orang untuk mendapat petuah bijak.

Tapi, saya sendiri sebagai orang yang masih belajar dan selamanya akan terus belajar tidak menganggap blogwalking sebagai sesuatu yang sederhana. Menurutku dunia blogging (yang ternyata mendapat sebutan blogsphere), adalah dunia yang menarik. Tempat membanjirnya ilmu dan pengalaman seseorang. Mengingat setiap indivivu itu unik, maka setiap blogpun menyajikan pengetahuan dengan caranya masing-masing. Blogwalking menurutku adalah sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk menjadi lebih matang (cieeeh, so' banget si lu!).

Terlepas apakah postingannya lebay kek, alay kek, ga mutu kek, tapi pasti ada manfaat yang bisa kita ambil. Mungkin tidak langsung, tapi secara perlahan-lahan dan diam-diam. Mungkin bertahun-tahun setelah membaca tulisan tersebut ada kebijaksanaan yang tiba-tiba menyeruak dari ingatan kita. Dan bisa jadi kebijaksanaan itu terselip dan tak kita sadari saat membacanya. Bisa saja....

Lagipula, niatmu melakukan blogwalking hanya kamu sendirilah yang tahu. Suara-suara kontra biasanya menganggap aktifitas ini munafik. Meninggalkan komen agar dikunjungi balik. Dan kalaupun benar demikian, menurutku sah-sah saja. Toh, kalau saat dikunjungi balik ternyata blog itu tidak menarik, kita bisa kabur dari situ secepatnya hanya dalam satu klikan. Orang-orang mungkin berusaha meyakinkanmu dan membuatmu merasa berdosa saat melakukan blogwalking. Tapi, ini kan negara bebas. Lagipula anda melakukan perjalanan dari depan layar komputer anda sendiri. So feel free... ada begitu banyak yang bisa dipelajari di sini.

Menurutku, aneh ketika ada orang yang berprinsip bertapa di blognya sendiri dan ogah-ogahan belajar dari orang lain. Jika semua orang sibuk dengan dirinya sendiri, postingannya sendiri, pikiran-pikirannya sendiri, terus siapa yang akan membaca tulisan orang lain? Ngapain juga ngeblog! Kalau emang niat bertapa, mending nulis diary aja, kali!

Tapi tentu saja blogwalking juga harus dilakukan dengan sepenuh hati. Apapun yang dilakukan dengan setengah-setengah pasti tidak akan membuahkan hasil (so'bijak neh). Lantas, seperti apakah blogwalikng yang sepenuh hati itu? Well, kalau yang ini anda sendirilah yang paling tahu. Kalau aku sih, berprasangka baik saja pada setiap pengunjung yang mampir di sini. Entah mereka berkunjung karena kebetulan. Entah karena kewajiban. Entah karena ingin membaca tulisan-tulisan di sini. Whatever!

Alam niat pengunjung bukanlah alamku. Kenapa juga menghabiskan begitu banyak waktu untuk menilai niat sang blogwalker.


Buat teman-teman yang masih hobi blogwalking...


.

Komentar

  1. Blogwalking itu sebenarnya apaan sih?

    **nyubi juga nih, kagak tau. Hehehehe..

    BalasHapus
  2. habibi@ hahahaha.... blogwalking ntu...jalan-jalan di dunia blog. (misalnya seperti yang anda lakukan sekarang ini). terus kenalan ma blogger lain. atau meninggalkan komentar kalau ada yang ingin dikomentarin. Hehehe. kemaren saya tuh sempat hobi(sekarang masih). Sederhananya sih, 'cari muka' hehehe. ga ding. anggap saja aktifitas BW sebagai aktifitas silaturahmi.

    BalasHapus
  3. blogwalking tak ubahnya ritual...
    hanya orang dengan keyakianan serta agama blogger tertentu yang wajib menjalankan blogwalking tak ubahnya ibadah.....
    hanya saja konteks blogwalking sekarang melebar,maknanya juga semakin bias...
    bagi saya pribadi blogwalking perlu,saya perlu menambal sulam pengetahuan saya tentang blog yang masih keropos dan bolong-bolong,tapi bukan asal blogwalking,juga bukan asal nebar kentut...

    kalau memang sedang bad mood,dan tidak menguasai artikel,walaupun berkunjung 7X sehari yo nggak ningalin komentar...

    blogwalking di jadikan referensi,sebenarnya itu yang paling penting,dan yang terjadi tidak begitu mas,bahkan sangat banyak yang BW hanya sekedar mengharap kunjungan balik tidak dengan di imbangi kualitas...

    bayangkan saja,seandainya setiap hari kita blogwalking ke tempat orang yang sama,ninggalin kentut dengan bunyi yang sama,tetapi ketika mereka bertamu ke rumah kita,suguhan dari minggu kemarin hanya itu-itu saja,apa nggak malu kita sebagai tuan rumah?stagnan kan?

    jika hal ini di tanyakan kepada saya,apakah perlu blogwalking?..sangat perlu,tapi dalam konteks menambah referensi dan memperluas wawasan,bukan blogwalking munafik yg cuman berharap naiknya traffic gara-gara tebar kentut...

    dan blogwalking sangat tidak perlu jika hanya berpura-pura sok baik,sok jadi sahabat dan kemudian tidak bisa menambahkan wawasan dalam dirinya...

    BalasHapus
  4. blogwalking is nice..
    aku setuju sama 2 kalimat di paragraf terakhir sebelum kalimat penutup..

    BalasHapus
  5. blogwalking itu mah wajib hukumnya buat seorang blogger yang haus akan komen dan kepengen di-follow.

    @ sulhan habibi:
    liat-liat blog orang. Sama aja sih kayak browsing, cuman ini istilahnya kaum blogger. Hehehe

    BalasHapus
  6. menurut saya blogwalking itu penting dan perlu.. ini opini pribadi yak. Kalo enggak blogwalking, gimana orang lain bisa tau kalo rumahnya kita kunjungin - apalagi enggak kasih komentar. Nah, kalo gitu, mungkin akan sama juga nasibnya ke blog kita nggak ada yang ngunjungin.

    embuhlah... hanya pemikiran saya saja

    BalasHapus
  7. saya tidak melakukan ritual BW ... saya hanya mengunjungi blog yang saya suka ... selebihnya tidak :P

    BalasHapus
  8. Saya suka blogwalking. Tujuannya untuk mencari blog2 bagus yang bisa saya langgan di google reader saya. Selain itu, ya untuk baca2 juga tulisan orang lain. Seneng aja bisa baca tulisan orang lain. Tapi klo tulisannya saya gak suka ya cukup sekali itu aja saya mampir dan gak akan mampir2 lagi. Hehehe... :D

    BalasHapus
  9. widodo@jadi, blogwalking itu sangat perlu. tapi dengan catatan; ga boleh kentut sembarangan. hehehe. iya juga sih.. nek yang punya rumah dikentutin terus siapa yang ga marah coba? mending adem ayem aja kalau begitu.. dan *note bagi para blogger pemula (termasuk saya), kalau dapat kentut di blognya jangan kegirangan!

    saat BW saya kadang jadi silent reader juga sih... diem aja. atau kadang terkesan tapi tetap ga ninggalin komen. tapi kadang gatel juga pingin ngasi tahu yang empunya rumah kalau saya sudah mampir di situ.

    kalaupun ada yang kebetulan ninggalin komen ga jelas di sini, yah...saya tetap aja seneng (maklum masi pemula)

    adenofa@ hi! makasi >_<... ko' blognya jarang di up date si?

    imanuel@ sebenarnya dalam hal ini aku sealiran ama si Kimi. blogwalking bukan biar difollow, tapi untuk nyari blog bagus buat difollow! bila perlu diblogroll sekalian...hehehe. tapi sekalian numpang eksis juga si.

    gaphe@ iyaa...anda benar. hehehe. beberapa blogger kan masih ada yang main pamrih gitu..hehehe. pengennya sih idealis sebagai Blogwalker sepenuh hati, tapi, kadang saya sendiri pamrih juga.

    john terro@ dengan kata lain, loe suka blog gue neh? heheheehe

    Kimi@ nah loh! kita sealiran....aku juga BW buat nambah refrensi, buat nyari blog yang enak dibaca. tambah banyak kan tambah bagus.

    kesimpulan sementaranya adalah: BW itu perlu! dengan catatan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. pamrih sekali dua boleh...(namanya juga manusia). mari kita lakukan BW tidak semata-mata untuk meningkatkan trafik, tapi juga sebagai aktifitas belajar....

    BalasHapus
  10. hahah ... begitulah
    cz ada blog yang sebenernya kontennya bagus tapi templetnya bikin bete (loadingnya lama) aku tinggaling, alias ga aku kunjungi
    ada juga yang templetnya ringan tapi isinya picisan, juga ane tinggalin

    intinya tipe blog yang saya sukai adalah blog yang kontennya bagus dan templetnya juga ringan :)

    BalasHapus
  11. wah ulasannya panjang juga yah,,,menurut aQ sih tdk ada bedanya dengan silaturahmi,,,dan juga mencari teman melalui blog dan ternyata kehebohan facebook yg lebih gampang mencari teman yg bersifat semu tidak membunuh blog, buktinya saya masih sempat berkunjung tengah malam disini, itu disebabkan karena Anda jg pernah meninggalkan jejak di blog Saya :)

    BalasHapus
  12. JT@ gitu yak? moga aja blog gue ulasannya bagus. kalau template, blog ini kan ringat banget tho?

    Arall@ hahaha, makasi deh atas kunjungan baliknya.. sering@ yak!

    BalasHapus
  13. tapi kalo lo ga blogwalking kan, blog lo juuga ga bakalan kan dikunjungi orang (lewat komennya, follownya). Kaya blognya temen gw. Dia ga blogwalking, blognya kosong melompom sama komen. Sepi.

    BalasHapus
  14. imanuel@ iya.. blog gue kan ga keren2 amat. pembacanya emang masi dari teman-teman bligger di sini juga... makanya blogwalking, sekalian tebar pesona juga si. qeqeqe..

    ngapain juga marah! sante meen...

    BalasHapus
  15. hahaha...
    saya juga suka blogwalking kok..
    daripada walking beneran...
    blogwalking g capek bro...:)

    BalasHapus
  16. GB@ iya nih. nek blogwalking bisa ke mana aja. cukup dengan ngeklik dan muter-muter mouse.....

    trims kunjungannya

    BalasHapus
  17. Nutrisi buat nulis saya yang terbesar adalah masih saya peroleh dari kegiatan membaca, salah satunya tentu dengan blogwalking, selain membaca dari banyak buku.

    Kalau saya ditanya blogwalking apa masih perlu? Saya jawab tentu masih perlu. Sangat perlu! Namun, intensitasnya saya mulai sedikit saya kurangi tak seperti dulu saat awal-awal ngeblog 3 tahun yang lalu.

    Dulu waktu awal-awal ngeblog tujuan implisit saya blogwalking adalah berharap dikunjungi dan dikomentari balik. Sementara sekarang tidak lagi. Saya hanya akan berkunjung ke blog-blog mereka yang sudah ninggalin komentar di blog saya.

    Kalau ada yang menarik atau saya terusik maka saya akan ninggalin komentar. Namun bilamana postingnya tak cukup memancing saya untuk meninggalkan komentar daripada saya ninggalin komentar yang berisi basa-basi mending saya tak usah berkomentar.

    Sisanya, saya akan blogwalking ke blog-blog tertentu yang memang selalu saya tunggu update artikel terbarunya.

    BalasHapus
  18. JS@ saya akui, dapat komen yang panjang-panjang itu menyenangkan. Lebih menyenangkan daripada komen basa basi. Heee... Makasi kalau gitu, Atas kunjungan baliknya dan atas komentarnya...

    BalasHapus
  19. Sy sih ambil positifnya aja, kalaupun ada negatifnya ya nggak usah digubris...__dan sy rasa BW masih lebih baik di banding FB, dan smua tentunya tak lepas dr sisi positif dan negatif...__

    BalasHapus
  20. meina hafs@ iya betul sekali. kalau di FB, dapat apa coba jalan-jalan. Paling2 cuma baca status dan liat-liat foto narsis..

    BalasHapus
  21. um ... bener, templet blog ini ringan banget mas
    kontennya juga bagus kug :)

    BalasHapus
  22. Haha... saya sudah mampir nih. Hehe... ngeri juga, bagus2 saya suka tulisan-tulisan yang tajam! Salam kenal juga...

    BalasHapus
  23. YRF@ hoho, makasi ya atas kunjungan baliknya.. salam kenal

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  25. hmm..niatnya c mengamalkan apa yang dianjurkan mz.huda...biar banyak temen ngeblog juga..
    tapi kok bingung yo arep nulis opo..wkwkkw

    begii salh..begitu salah.... u_u'

    BalasHapus
  26. sekarang saya jarang blogwalking karena kesibukan dunia offline. cuma bisa ngebales komentar dan kunjungan balik (yang jumlahnya dikit)... dan saya rasa blogwalking itu membantu sekali dalam pembentukan gaya penulisan kita, kita bisa banyak belajar dari blogger-blogger lain...

    BalasHapus

Posting Komentar