Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Jatuh Cinta?

Seorang teman pernah berkata begini, “Aku tu, tidak mau sembarangan jatuh cinta ke orang, Hud. Kalau dia-nya tidak suka sama aku, kan aku juga yang sakit.” Kesimpulannya, dia mengontrol dirinya sedemikian rupa agar tak 'jatuh cinta' duluan, supaya tak merasakan sakit kalau cintanya nanti bertepuk sebelah tangan.

Benarkah? Adakah orang yang sehebat itu? Yang bisa menata hatinya dengan cara tertentu agar tak jatuh hati ke sembarang hati? Selain tidak normal, menurut saya itu sebuah pernyataan palsu. Manusia macam apa yang tidak pernah 'jatuh cinta' coba? Ini sangat tidak normal!
Kadang kalau kita membohongi diri sendiri terlalu lama, kita jadi lupa kalau kita tengah berbohong. Iya kan? Kebohongan yang terus-menerus diulang bisa menjadi kebenaran. Tapi itu hak-haknya dia juga sih. Cuman... oh come on, that's totally fake!
Kita lupakan soal teman saya ini saja dulu (ngapain juga dibahas?).
Yang membuat saya penasaran sebenarnya adalah: mengapa kita memberi kata “jatu…

Main Layangan

Gambar
Pensil 3b Faber Castle, 12 Color Pencil: Faber Castle, Scanner: Canon (ga tahu seri berapa).

Komposisinya gak imbang sih (so' paham)


.

Blogmu Harimaumu

Kemarin, si Nuel ngasi tips-tips ngeblog kepada para 'junior'. Meski ga jelas juga siapa yang dimaksud junior, dan siapa aja yang dimaksud senior di sini. Saya tidak merasa senior sih, tapi juga ga merasa junior-junior amat. Yang pasti, postingannya itu, diakhiri dengan kalimat ini: “ayo para senior, kasi tw tips2 ngeblog....”

Terus senior yang dia ajakin di kalimat penutup itu siapa? Saya ya? *Pede.com.
Sebenarnya tips-tips ngeblog itu sudah bertebaran. Di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan bahasa yang bisa saya pahami maupun bahasa canggih di luar jangkauan saya. Jadi, kalau mau nyari tips ngeblog, entah itu dari blogmaster maupun 'senior', kita tinggal ngetik saja di eyang gugle: “tips ngeblog”. Dalam hitungan seperseribu detik kita akan dibanjiri oleh tips-tips itu. Tinggal anda sendiri yang memilih, apakah mau menjejali diri dengan tips-tips itu atau tidak.
Ehm, Saya rasa ga ada salahnya saya juga bikin tips ngeblog (sekedar sharing saja sih). Tips-tips ini da…

Finding Your Own Wisdom....

Saya termasuk orang yang senang membaca kata-kata bijak. Meski terdiri dari satu dua kalimat, tapi kan biasanya maknanya dalam...

Susunan kalimat itu tentunya tidak muncul begitu saja. Bisa jadi butuh waktu bertahun-tahun bagi seseorang agar dapat merangkai kata-kata bijaknya sendiri. Butuh pengalaman--dan kadang pengalamannya demikian ekstreme--agar dia sampai pada suatu kesimpulan mengenai hidupnya, dan, lahirlah kata-kata itu....

Mungkin dahulu, tidak semua orang dapat merangkum pengalaman mereka lewat susunan kalimat. Mungkin dahulu, hanya orang-orang yang benar-benar bijak, seorang filosof, mahaguru, nabi, atau apalah namanya, yang sampai pada titik tertentu dan kata-kata itu mengalir dari diri mereka.

Beberapa kalimat itu mungkin tetap terdengar meski ribuan tahun berselang. Makanya saya suka kalimat-kalimat bijak itu.

Saya sendiri membutuhkan pengalaman tertentu untuk benar-benar memahami kalimat-kalimat mereka. Yah ada sih satu dua yang bisa kita amini begitu saja. Tapi kan, t…

Dari Pojok Warnet (Jilid 2)

Ada segerombolan anak SD, sepertinya masi kelas satu atau dua, yang rajin ke Warnet. Saya juga selalu nanyain tuh anak onlen buka apaan. Katanya sih, buka FB. Dan ternyata, setelah diremote, dia memang buka FB. Memangnya tidak ada kegiatan lain apa, yang bisa membuatnya senang selain buka FB tiap sore begini?

Setahu saya, di usia itu segala hal bisa terlihat menarik. Kita bisa bermain dan bersenang-senang dengan apa saja. Dan seingat saya juga, di usia itu saya lagi seneng-senengnya main di sungai. Bebatuan, jembatan, tanah liat, pasir, apa saja bisa jadi mainan. Tidak ada istilah bosan.
“Tapi, kan jamanmu dulu belum ada warnet Da...” “Iya sih.” “Apalagi sungai sekarang kotornya minta ampun. Main disungai malah datangin penyakit juga, kan?” “Iya juga sih.” “Belum lagi kalau hujan. Airnya meluap. Kalau anak orang hanyut, terus hilang gimana?” “iya juga sih,”
Mungkin anak-anak sekarang tidak punya pilihan sebanyak kita dulu kali yak? (ataukah sebaliknya?) Main di mana-mana saat ini tidak lag…

ruMah reView Dalam Gambar

Gambar
Eiiiiit..jangan digrab dulu gan, sis... ini bukan award...
Ini cuman pamer aja kok. hehehe....

Jelek si.. tapi saya emang dari dulu seneng banget corat-coret pakai pena. Makanya dari jaman esDhe, sampai kuliah buku catatan saya tidak ada yang selamat dari coretan.

Saya juga paling jengkel kalau ada guru yang memeriksa catetan. Masa si, kecerdasan kita harus dinilai lewat rapi tidaknya catetan kita. Sampai saya SMA, masi ada aja guru yang meriksa catatan. Moga saja sekarang tidak ada guru katro' macam begini.

dari Pojok Warnet (jilid 1)

Salah satu quotasi yang paling saya sukai dari novelnya John Connollly, di bukunya “The Book of Lost Things” adalah, saat si Tukang kayu berkata kepada David:

“Kita semua mempunyai ritual-ritual pribadi. Tapi ritual itu harus ada tujuannya dan memberikan hasil yang nyata dan bisa memberikan penghiburan bagi kita; kalau tidak, semua itu tak ada gunanya....” (halaman 134).
Dan saya rasa memang harus begitu. Seberapa sering sih kita terjebak dalam sebuah ritual yang tak jelas juntrungannya? Bedanya manusia dengan mahluk lain adalah “kesadaran” atau “conciousness”. Kita memiliki kesadaran atas apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita sampai di satu titik yang membuat kita bertanya, “mengapa aku lakukan ini?”
Makanya si Tukang Kayu dalam cerita itu melanjutkan begini; “Tanpa itu, ritual-ritual itu ibarat langkah binatang yang mondar-mandir tanpa henti di dalam kandangnya. Kalau bukan kegilaan, maka itu bisa menjadi awal kegilaan.”
Hampir dua bulanan ini saya kerja jadi operator warnet. Menuru…

Istri Dewa Dapur

Gambar
Judul: The Kitchen Gods Wife
Penulis: Amy Tan
Penerjemah: Joyce K. Isa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Kedua, Desember 1994
Buku Amy Tan ini kudapati di salah satu rak, stand Gramedia pada pameran buku kemarin (dua tahun yang lalu). Dilelang dengan harga 6000 rupiah. (Enam ribu?--untuk cerita sebagus ini) Buku terbitan 1994 ini seukuran novel-novelnya R.L. Stine, tapi hampir empat atau lima kali lebih tebal (752 halaman). Covernya sendiri seperti lukisan-lukisan Cina yang sering di pasang di Altar penyembahan.

Dengan label #1 New York Times Best seller, aku pikir tidak ada ruginya membeli novel lawas seharga enam ribu rupiah ini…

Menulis dan berbicara

Sebenarnya sudah banyak tulisan yang membahas soal tulis-menulis. Di Blog ini saya juga sesekali curhat sih, mengapa saya lebih suka menulis dan membaca daripada bergaul (baca: Mengapa menulis).

Saya memang tergolong kuper dan lebih suka bergaul dengan buku. Saya lebih nyaman menghabiskan waktu di Perpus daripada nongkrong di cafe-cafe. Udik banget deh pokoknya. Rasanya dunia saya memang lebih banyak berlangsung di alam pikiran saya. Kalau kumpul2 tuh, saya lebih suka mendengarkan daripada bicara.

Ada waktunya saya merasa tak terhubung sama sekali dengan kumpulan orang di sekitar saya. Parah kan? (saya termasuk autis ga sih?). Pernah saya baca (kalau ga salah di tulisannya Budi Dharma), bahwa membaca tulisan itu seperti melakukan sebuah perjalanan spiritual. Membaca novel atau cerpen itu seperti masuk ke dalam tubuh seseorang dan mengalami perjalanan batin sang penulis (atau tokoh)nya. Makanya, membaca cerita sebenarnya bisa membantu kita memahami nilai-nilai kemanusiaan.

Dari di ting…

Entri Baru

Akhirnya, hahahaha, akhirnya saya nulis juga di sini. saya bisa saja menyusun beribu alasan mengapa tahun 2011 ini postingan baru dua biji. Tapi yah, memangnya siapa pula yang mau baca alasan saya? seribu pula....hehehe(*garing kriuk).

Apa sih yang muncul di benak teman-teman blogger  saat mendengar kata "entri baru?". Kemarin sih saya pernah mengandaikan kalau dunia blogger tuh seperti planet Pandora. Yang berselancar di sini adalah avatar kita, "Na'vi" kita.  Kalau masih mau pakai analogi ini, berarti tubuh kita di dunia ini adalah 'kata-kata'.

Kita berjalan dan meninggalkan jejak di sini lewat kalimat-kalimat. Kita membungkus pikiran kita lewat kata-kata. Meski jumlah huruf di keyboard kita sama, tapi toh, kata-kata yang kita susun di sini belum tentu sama. Kita berlalu lalang di sini dengan susunan kata yang berbeda. Meski sebagian besar teman-teman di sini belum pernah saya temui langsung, tapi, dengan cara tertentu di dalam benak saya terususun ba…

Being Nobody

I guess, nobody wants to be nobody...

All of us wants to be 'somebody'. We want to be special at least for our beloved one. But some of us, are desperate of being 'somebody'. Being famous. Being celebrity. (don't you?). Some of us are desperate of showing his/her greatness.

But, what if...there's a beauty of being nobody? What if, being nobody will release all the depress you've created all along? What if, there's a beauty of living your life as the way it is?


I think, most of our problem caused by our desire to be special. Everyone wants to be special. If this life separated into two place, first is for people who desire to be 'special' and the second one is for them, who has no desire for it. Then the first place must be a very crowded place. It must be gross, noisy, clamorous. Everyone is a contender. It must be tiring.

The second place must be a peaceful place. Relaxed and filled by serenity