dari Pojok Warnet (jilid 1)

Salah satu quotasi yang paling saya sukai dari novelnya John Connollly, di bukunya “The Book of Lost Things” adalah, saat si Tukang kayu berkata kepada David:

“Kita semua mempunyai ritual-ritual pribadi. Tapi ritual itu harus ada tujuannya dan memberikan hasil yang nyata dan bisa memberikan penghiburan bagi kita; kalau tidak, semua itu tak ada gunanya....” (halaman 134).

Dan saya rasa memang harus begitu. Seberapa sering sih kita terjebak dalam sebuah ritual yang tak jelas juntrungannya? Bedanya manusia dengan mahluk lain adalah “kesadaran” atau “conciousness”. Kita memiliki kesadaran atas apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita sampai di satu titik yang membuat kita bertanya, “mengapa aku lakukan ini?”

Makanya si Tukang Kayu dalam cerita itu melanjutkan begini; “Tanpa itu, ritual-ritual itu ibarat langkah binatang yang mondar-mandir tanpa henti di dalam kandangnya. Kalau bukan kegilaan, maka itu bisa menjadi awal kegilaan.”

Hampir dua bulanan ini saya kerja jadi operator warnet. Menurut saya keren aja si, kalau bisa on-line delapan jam sehari, gratis, malah dibayar (tapi kadang kita nombok juga si). Tadinya saya pikir saya jadi punya waktu untuk memaksimalkan blog saya. *Ternyata, sodara-sodara, tidak demikian adanya.... Anda bisa lihat sendiri, bulan Desember dan Januari ini postingan saya tak sebanyak bulan-bulan sebelumnya. Well, bukan itu yang mau saya bahas di sini. Yang ingin saya ceritakan di sini adalah, ritual-ritual para pengunjung warnet di sini.

Satu hal yang membuat saya heran, ternyata pengunjung warnet tuh, orangnya itu-itu terus. Bisa dibilang hampir delapan puluh persen. Sisanya, paling2 orang yang terjebak hujan dan terpaksa berteduh—dan mungkin daripada bete' mending Online saja. Sementara mereka, pelanggan yang kami sebut 'user' ini, datang hampir tiap hari. Dan datangnya selalu pada jam yang sama (atau sekitarnya). Ada yang datangnya tiap sore. Ada yang datang tiap tengah malam.

Ada yang datang subuh-subuh. Ada pula yang hobinya ketiduran sambil On-line—dan terlihat baik-baik saja meski billingnya membengkak.

Remote Client

Ada waktunya tangan saya gatel ingin mengklik “remote client”. Ini adalah fasilitas untuk mengetahui situs apa saja yang tengah dibrowsing oleh user. Hanya boleh dipakai kalau usernya dibawah umur. (jadi kalau ada anak-anak yang buka situs porno, bisa langsung dimatikan lewat computer operator).

Kebetulan dari sekian pelanggan, banyak juga anak-anak yang rutin onlen. Kalau kasusnya begini, pasti langsung tak remote. Pan sebagai manusia yang baik, kita punya tanggung jawab moral juga kan? Jangan sampai anak-anak Indonesia diracuni oleh situs2 itu. Jangan sampai masa kanak-kanak mereka direnggut sebelum waktunya. Mereka kan rentan banget tuh dieksploitasi sama yang begituan. (Idealis: mode on)

Sementara kalau usernya sudah dewasa, hak asasi mereka harus dihormati. Tapi tetap saja saya penasaran kalau ada user yang selalu datang pada jam yang sama. Apalagi kalau usernya selalu mesen box-box yang rada gelap dan paling pojok. Ada pula user yang, entah bagaimana, selalu meninggalkan tissu di box. Massa si, dia tiap hari pilek terus?

Kadang kalau kebagian tugas bersihin box, saya harus berjuang melawan rasa jijik menyapu tisu-tisu itu.--in some level it's humiliating right? Malah, saat berbagi cerita dengan OB-nya, Mas Tri, beliau cerita kalau sering banget nemuin celana dalem perempuan di bawah kursi. Haaa..... ternyata jadi OB warnet butuh mental yang kuat juga. Dan katanya lagi, kalau cuman nyapu tissu berlendir sih hampir tiap hari. (Beeeh...)

Kadang saya heran saja si, apa gerangan yang membuat mereka secara rutin “mengisolasi diri” di kabin warnet seperti itu. Dahaga macam apakah yang tak terpenuhi di kehidupan sehari-hari mereka, dan mencoba mereka penuhi di depan layar komputer?

Setiap hari....

Adakah ritual-ritual itu membuat mereka menjadi lebih baik? Membuat mereka merasa lebih utuh? Ataukah seperti yang dikatakan oleh si Tukang Kayu itu, “...dan kalau bukan kegilaan, ini adalah awal dari sebuah kegilaan”.


Bagaimana Dengan ritual Nge-blog?

Tapi, yah, bukan tugas saya untuk menjudge orang lain. *saya cuman heran saja. Saya juga jadi teringat dengan ritual pribadi saya sebagai blogger. Dan yah, saya pun pernah sampai pada pertanyaan itu, “adakah ritual saya ngeblog ini membuat saya menjadi lebih baik?”

Jawaban saya adalah “iya”. (Kaya'nya saya kemarin pernah nulis tentang “efek ngeblog bagi saya” ini). Bahwa ngeblog memang membuat saya lebih menghargai pengalaman sehari-hari saya. Ngeblog membuat saya lebih rajin membaca. Dan genre bacaan saya sekarang jadi lebih meluas. Ngeblog memang membuat saya lebih “berkesadaran'. (halah)

Mudah-mudahan user-user budiman yang saya ceritakan itu tadi juga seorang blogger. Dan kan, siapa tahu, pada orang-orang tertentu ngeblog memang bikin pilek. Makanya dia rajin ninggalin tissu.

Hhhhh....




.

Komentar

  1. Mudah-mudahan user-user budiman yang saya ceritakan itu tadi juga seorang blogger. Dan kan, siapa tahu, pada orang-orang tertentu ngeblog memang bikin pilek. Makanya dia rajin ninggalin tissu.

    Saya suka ini. Sangat berpikir positif!

    BalasHapus
  2. Eh, kurang ketawanya. Katrok emang. =))

    Maksud saya di komen sebelumnya, pengen saya kasih emot ketawa. =))

    Tapi keburu saya publish. Yowis ah.

    *emang penting gitu, Kim?*

    BalasHapus
  3. kimi@ hahaha, makasi deh.
    di sini emot nya juga keliatan si. (katrok emang).

    BalasHapus
  4. ralat: di sini emot nya juga GA keliatan si...

    kok jadi nular yak? hehehee

    BalasHapus
  5. sering di warnet yah om?
    dulu aku sering di warnet, tapi sekarang sejak punya laptop dan modem sendiri, udah ga pernah lagi ke warnet :D

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Semoga ngeblog termasuk dalam ritual pribadi itu. Tapi ritual yang ada gunanya, tentunya. Semoga! :D

    Hem, tentang pengunjung warnet yang selalu meninggalkan tisu berlendir itu, sebagai laki-laki dewasa tanpa didiskripsikan secara jelas, saya bisa menebak lendir apa itu. HaHaHa :D

    Ini memang efek samping lainnya diantara isu bola liar content porno di BB sekarang ini yang lagi ramai diperbincangkan agar diblokir.

    Usul, Mas Huda kepada pemilik warnetnya agar tidak buat model bilik begitu. Buat yang model agak terbuka. Model seperti itu rawan untuk dipakai begituan.

    BalasHapus
  8. usulan aja Da,
    sering-sering aja mondar mandir ngecek.. biar kalo-kalo ada yang berbuat tidak-tidak, kamu bisa ikutan #plaaak.. maksudnya biar yang pada lagi berbuat ngerasa risih..hehehehe

    seru yah jadi op warnet..

    BalasHapus
  9. John Terro@ ya kerjanya di sini, gimana ga sering, hehehe. dulunya aku males si ke warnet. sayang ma duitnya....biasanya ngandalin wifi gratisan. di Jogja, area Wifi kan banyak banget (terutama kampus)

    Joko Sutarto@ kayanya si emang ciri khasnya di situ mas. box-nya tinggi2. coz, saya lihat warnet-warnet lain yang masi satu managemen sama warnet ini, box-boxnya juga tinggi. sekarang lagi ganti box, but box yang baru juga tetep tinggi. :'(
    tapi ada kebijakan juga si, kalau pengunjungnya berpasangan, ga boleh dikasi box-box pojok dan gelap. kalau sendirian dan masi maksa melakukan hal itu..yah, HAM kali yah?

    Gaphe@ hahahahaha... mau komen balik apa yak? udah kemplang diri sendiri sih. emang seru kok.

    trims all

    BalasHapus
  10. wah ... dulu saya juga jaga warnet 2 bulan sebelum masuk kuliah ... itung2 ngisi liburan ma cari kesenangan dan dapet uang pula ... hahah

    BalasHapus
  11. John Terro@
    oh ya? emang asik juga si. but kalau nombok pusing juga. heee

    BalasHapus
  12. wah hud, gw curiga yang orang dewasa mojok di box-box gelap sambil ninggalin tissue. Jangan-jangan..... hahahaha.....

    tapi gw suka sama cara pandang lo.

    you wrote:
    Sementara kalau usernya sudah dewasa, hak asasi mereka harus dihormati.

    Dan itu bener banget. Memang kita perlu ngejaga anak-anak dari bahaya pornografi, tapi masak yang dewasa ga perlu hiburan juga (buat liat yang gituan) sih? Lagian kan ga selamanya warnet didatengin anak sd, smp, atopun sma kan???
    Bukan begitu, bung Huda?? hehehe

    BalasHapus
  13. imanuel@
    iyoo.. sebenernya sih, kita ga mau sewot ma urusan pribadi orang. tapi, paling tidak kalau pilek tuh, tissunya jangan dibuang sembarangan. (*saya tidak habis pikir dengan mereka yang ninggalin celana dalem perempuan).

    well..OP kan juga manusia. Dipaksa membersihkan bekas XXX begitu somehow adalah bentuk pelecehan terhadap kemanusiaan. betul ga'?

    BalasHapus
  14. imanuel@
    OP itu operator, pinteeeeeeeer

    BalasHapus
  15. Komentar soal warnet? Tisu? Celana dalam wanita? Realita kali ya. Tulisan bagian itu sepertinya yang mengendap di otak.

    Ritual itu bisa bermanfaat atau bisa jadi awal kegilaan. Menyenangkan bagi orang tertentu, menjijikkan bagi yang lain (yang ngebersihin bekasnya tentu saja)...

    BalasHapus
  16. mb Ami@
    iya si mba'... enak di user but ga enak di OP..hehehe

    BalasHapus
  17. hoo...udah gak misterius lagi deeeehhh..hehehe

    baru2 ni aku abis baca buku tentang jogja.. mm. judulnya apa ya???lupa... tapi macem "jakarta under cover" gitu.. menguak sisi lain kota jogja..
    en...bahasan yang diatas masuk juga dalam hot news buku itu lho..wkwkwk

    ada ya orang yang subuh2 ke warnet??ckckck..
    btw, aku jadi tau ne ada aa itu namanya, "remote client"?.hehehe

    BalasHapus
  18. tapi ga enaknya jaga warnet itu kebosanan yang mendalam karena setiap hari 5 jam :D

    BalasHapus
  19. rapi@
    eheheheh...ketauan deh sekarang

    John Terro@
    loh, malah aku jaganya satu sift tuh 8 jam. emang boring si...kadang. Makanya aku bawa buku ataw novel (teteup). Onlen lama-lama juga bisa bikin boring

    BalasHapus
  20. salam satu jiwa para operator warnet ..
    hehehehe ..
    kisah mu hampir sama dengan kisah saya .. tapi sebagai operator say juga harus di tuntut bisa maintenance .. alhasil kesetrum, kena ledakan sudah pernah saya rasakan .. hehehe .. semangat sob ..

    BalasHapus
  21. los Op juga ta? hayaaa...

    serius pernah kesetrum?? nek aku paling cuman cabut-pasang colokan kabel di belakang CPU, kalau koneksinya lelet. aman ga yaa..

    salam satu jiwa operator warnet! heheheh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton