Finding Your Own Wisdom....

Saya termasuk orang yang senang membaca kata-kata bijak. Meski terdiri dari satu dua kalimat, tapi kan biasanya maknanya dalam...

Susunan kalimat itu tentunya tidak muncul begitu saja. Bisa jadi butuh waktu bertahun-tahun bagi seseorang agar dapat merangkai kata-kata bijaknya sendiri. Butuh pengalaman--dan kadang pengalamannya demikian ekstreme--agar dia sampai pada suatu kesimpulan mengenai hidupnya, dan, lahirlah kata-kata itu....

Mungkin dahulu, tidak semua orang dapat merangkum pengalaman mereka lewat susunan kalimat. Mungkin dahulu, hanya orang-orang yang benar-benar bijak, seorang filosof, mahaguru, nabi, atau apalah namanya, yang sampai pada titik tertentu dan kata-kata itu mengalir dari diri mereka.

Beberapa kalimat itu mungkin tetap terdengar meski ribuan tahun berselang. Makanya saya suka kalimat-kalimat bijak itu.

Saya sendiri membutuhkan pengalaman tertentu untuk benar-benar memahami kalimat-kalimat mereka. Yah ada sih satu dua yang bisa kita amini begitu saja. Tapi kan, tetap saja berbeda ketika kita mengalaminya sendiri. Saat kita mengalami 'sesuatu' dan dari sekian kata-kata bijak yang pernah kita baca, ada yang tiba-tiba bergema di kepala kita. Dan sesulit apapun masalah yang kita hadapi saat itu, kita tak lagi merasa sendirian. Ada seseorang, berabad-abad sebelumnya di belahan dunia lain, yang sedikit banyak pernah mengalami hal yang sama dengan diri kita.



Tapi mungkinkah kita menciptakan kalimat-kalimat bijak kita sendiri? Dengan umur dunia yang sudah mencapai angka dua ribu sebelas ini memangnya masih ada ruang bagi kita untuk menempatkan kata-kata yang kita susun sendiri?

Nah loh....sekarang kan kita punya FB. Kita juga punya twitter (tapi saya lupa password masuk twitter saya apa.. T_T). Kita juga mengenal Plurk--entah wujudnya seperti apa.Yang terpenting, kita semua setuju bahwa yang paling keren di atas segalanya adalah BLOG! cihuiiiiii.......

Kalau bahasanya mb Ami sih, kita jadi punya kesempatan untuk mengurai benang-benang kusut di kepala kita. Dari sekian banyak kalimat ngelantur yang kita tulis di sini, pasti ada satu dua kalimat yang mengejutkan kita. Ya kagak? Sering sekali dalam keadaan so' puitis, trance, kalap, adaaaa aja kalimat-kalimat 'emas' yang tahu-tahu nyelip.

Kelebihan blog dibanding jejaring sosial lainnya, kita mendapat ruang yang lebih luas untuk mengurai benang kusut kita. Meski terkadang rada kejem juga si sama pembaca yang dipaksa membaca kalimat ngelantur sepanjang dua halaman (*ciri khas blog ini banget). Tapi yah, anggap saja sebagai proses belajar lahya?

Saya sendiri sering salut sih sama sebuah blog yang narablognya terlihat sangat dedicated sama pembaca. Yang tidak ada tendensi untuk menyiksa pembaca. Yang sepertinya berpikir dulu masak-masak. Ngedit sana-sini dulu, baru mengklik tombol oranye bertulis "terbitkan entri".

Yah, mungkin hanya masalah waktu juga si, sampai kelak kita--dalam hal ini saya--mendapatkan suaranya. Hanya masalah waktu sampai kita--dalam hal ini saya--menemukan kata-kata bijaknya. Bukannya saya terobsesi menjadi bijak sih. Tapi kan alangkah baiknya jika keberadaan kita bisa berarti bagi orang lain. Minimal lewat kata-kata yang pernah kita susun, seseorang di luar sana, mungkin nanti atau esok, mendapat kekuatan dalam menghadapi masalah-masalahnya. Sebagaimana saya mendapat kekuatan saat membaca kalimat-kalimat bijak dari orang-orang itu.

Amien...

Komentar

  1. "tidak harus menjadi tua dulu untuk menjadi bijak", mungkin itu kata-kata bijak milikku, haha :D

    BalasHapus
  2. Huda Tula, wah kaget juga ada tulisan tentang benang kusut. Nanti lama-lama kita bisa bersahut-sahutan pantun.

    Aku sering bertanya-tanya (dan membuat orang lain bosan), mengapa begini mengapa begitu.

    Tidak harus mengalami sebetulnya. Misalnya waktu pengajian di gedung wanita pak Ali Jabeer bertanya, apa yang kamu lakukan kalo bertemu Nabi saw. Dan tulisan tentang andai bertemu Nabi saw sudah dipublish.

    Membayangkan bertemu orang bijak (apalagi cerita dari Al Quran), menuntun kita mengikuti teladan mereka. Itu saja dulu...

    BalasHapus
  3. Twitter, Huda... Not tweeter. Yah kecuali ada situs baru yang namanya memang itu. Hehehe...

    BalasHapus
  4. haduuuh, terimakasih huda.... atas pujiannya... yah emang saya selalu memperhatikan agar pembaca saya senang dengan tulisan saya.... hehehe *loh, kok malah narsis?

    BalasHapus
  5. John Terro@
    hoho, keren tu boz!

    mb Ami@
    ga apa-apa tho mb? hehehe. kan saya jadi terinspirasi sama tulisannya mb. makanya saya link di sini....

    yah, emang sih ada banyak cara untuk menjadi bijak. maksud saya tuh, beda aja kalau suatu kata-kata bijak terangkai dari pengalaman kita sendiri.

    Kimi@
    aduh Kimi, saya bisa ngebayangin emot apa yang akan kamu pasang untuk komen ini. hehehehe (malunya). ntar langsung ku koreksid eh. hehehe trims yaa

    Imanuel@
    apaan... kemaren aku copas statusmu. Tw2 itu juga hasil copasan ya? padahal namamu tak sertakan dibawah status itu.

    ini sih buka dedicated namanyaaa.... (tapi itu di Fb ding)

    trims all.....

    BalasHapus
  6. Huda, mau tahu FB ku?
    haha ... aku tunjukin dah, tapi profilnya gambar kupu2
    ni coba cari dengan keyword
    Iskandar Tetap Iskandar
    cuman ada satu loh di FB :D

    BalasHapus
  7. @ John, aku ada orang lain yang pasang gambar kupu2 buat profilnya di FB, hehehe

    @ Huda Tula, ntar FBnya tak lacak sendiri, aku pernah melacak orang2 buat ngumpulin temen SMA. Dan tiap ketemu mereka ternyata tau aku, padahal aku lupa sama mereka. Bahkan orang yang ngakunya pendiam, tidak banyak bergaul sekalipun... (ge er juga, tapi gak enak kok rasanya sombong banget yah dulu)

    Kata-kata bijakku, bila titipan dari Allah yang kita cintai diambil lagi oleh Allah, ikhlaskan supaya tidak depresi lalu kehilangan jiwa atau gila (ini berdasarkan pengalamanku sendiri, gak enak didengar ya biarin)

    BalasHapus
  8. pertama, umur dunia ini lebih dari 2011.

    kedua, kata bijak tuh kadang diucapkan orang tapi orang itu nggak tau kalo kata2nya dianggap bijak oleh orang lain.. kata-kata adalah cerminan perbuatan sebetulnya.

    ketiga, ...
    koq lama-lama jadi kayak pancasila sih. hahahaha

    BalasHapus
  9. "hari ini kalian akan melihat air disangka api dan api disangka air"

    BalasHapus
  10. John Terro@
    iyoo... kamu blum konfirm tuh

    mb ami@
    oh ya? hehehehe... berarti seleb di skul ya?

    oke mb.. sudah aku konfirm. trims yaa..

    Gaphe@
    hahahahha, iya ya..usianya ga segitu. Terus usianya berapa dung mas? tolong yaa.. saya diitungin! hohoho.

    Eks@
    wow??
    itu kata-kata bijakmu ya? keren...

    BalasHapus
  11. kunjungan pertama, tengkyu dah mampir ke temat gw yah. salam kenalllll

    BalasHapus
  12. fai@
    iyo mas trims kunjungannya.
    blognya sampean keren. postingannya juga gokil abis!!
    thanks

    BalasHapus
  13. haha .. kupu2 itu lambang acara HCC 2010 kemaren dan aku ketuanya, tentunya masih banyak panitia lainnya yang juga pasang lambang itu dan belum diganti hingga sekarang

    BalasHapus
  14. bagi yang mau curhat tapi males bikin blog karena ngerasa kegedean tapi ngerasa twitter pun terlalu terbatas karakternya..
    bisa ke tumblr. (:
    gabungan blog dan twitter. karakter dan interaksinya lebih luas daripada twitter tapi ga seluas blog..:)

    BalasHapus
  15. @huda tula
    bukan, itu kata terakhir yang diucapin sama seorang terpidana mati (saya lupa namanya). Kata-kata nya ngena banget buat saya, sampai-sampai keinget sampai sekarang, padahal bacanya beberapa tahun yang lalu. :D

    BalasHapus
  16. mengurai benang kusut .. benerrrr .. pokoke BLOG is the best deh .. obat paling manjur ketika aku ada masalah dengan dunia nyata ya ngeblog

    BalasHapus
  17. Hmmm...tentu saja kalimat2 bijak dibuat org berdsrkan pengalaman yg trjd dlm hidupnya. termasuk menulis kalimat indah....(atau ngaco kl saya ehehheh) di blog msg2..kl sy pribadi lbh srg posting kl isi kepala lg kumat, sebaliknya kl lg adem, ayem, tentrem wealaah lakok malah gak bisa nulis postingan blass!wkwkwkwk tp jgn ditiru yah..xixi, kl jd blogger jdlah blogger yg sehat, jgn kayak saya...ehehheh

    BalasHapus
  18. John Terro@
    ooh. kamu belum konfirm kayanya tuh..

    Tukang Colong@
    ho'oooh... yang penting si, jangan nyolong postingan orang. hehehe (geje' mode:on)

    Eks@
    hmm... mungkin kamu mau berbagi cerita mengenai kata-kata itu? tentang mengapa kamu terus ingat dan bagaimana ia mempengaruhimu? (kalau mau si)

    Huda@
    hahahaha, blog memang pelarian yang bagus. gud luck Hud!

    Mb Tiwi@
    hahaha, sama mb, kalo lagi adem ayem emang susah nemu bahan tulisan. waduh, ko' penyakit kita sama sih.

    BalasHapus
  19. hahaha.... kan di status om... kalo nulis sumbernya juga,, paanjaaaaaaaaaaaaaaaaanggggggg. hehehehe

    BalasHapus
  20. Setuju,setuju,,,,,
    tiap orang memiliki "wisdom"-nya sendiri.Qrasa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton