Jatuh Cinta?

Seorang teman pernah berkata begini, “Aku tu, tidak mau sembarangan jatuh cinta ke orang, Hud. Kalau dia-nya tidak suka sama aku, kan aku juga yang sakit.” Kesimpulannya, dia mengontrol dirinya sedemikian rupa agar tak 'jatuh cinta' duluan, supaya tak merasakan sakit kalau cintanya nanti bertepuk sebelah tangan.

Benarkah? Adakah orang yang sehebat itu? Yang bisa menata hatinya dengan cara tertentu agar tak jatuh hati ke sembarang hati? Selain tidak normal, menurut saya itu sebuah pernyataan palsu. Manusia macam apa yang tidak pernah 'jatuh cinta' coba? Ini sangat tidak normal!

Kadang kalau kita membohongi diri sendiri terlalu lama, kita jadi lupa kalau kita tengah berbohong. Iya kan? Kebohongan yang terus-menerus diulang bisa menjadi kebenaran. Tapi itu hak-haknya dia juga sih. Cuman... oh come on, that's totally fake!

Kita lupakan soal teman saya ini saja dulu (ngapain juga dibahas?).

Yang membuat saya penasaran sebenarnya adalah: mengapa kita memberi kata “jatuh” di depan kata “cinta”? Dalam bahasa Inggris juga digunakan kata “fall” sebelum kata “love'. (Saya tidak tahu dengan bahasa lainnya). Mengapa, kita tak menggunakan kata “terbang”, atau “melambung”, misalnya? May be Fly in love, instead of Fall in Love?


Mengapa Kita Harus Jatuh Cinta?

Mengapa kita tidak berkata, dia sedang “terbang cinta”, atau “melambung cinta”? Karena toh, saat jatuh cinta kadang kita merasa dibawa terbang. Kita seperti dibawa melambung. Kadang rasanya kaki kita melangkah beberapa senti di atas bumi.

Di indonesia kita mengenal lagu populer—yang kalau tidak salah dinyanyikan oleh Titiek Puspa— lyricnya dimulai dengan kalimat “jatuh cinta, berjuta rasanya....”.

Yups, Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Tak selamanya kita merasa terbang. Tak selamanya kita dibuat melambung. Kadang kita dibikin terpuruk juga toh? Kadang kita dibikin panas dingin. Insomnia, susah makan (atau sebaliknya). Intinya, rasanya berjuta!

Tapi dari jutaan hal itu, kita memilih kata verbal jatuh untuk bersanding dengan kata cinta. Akhirnya kata jatuh lah yang mendapat kehormatan untuk menggandeng kata cinta itu. Sehingga cukup dengan berkata: “dia sedang jatuh cinta”, kita langsung mengerti apa yang tengah terjadi. Hanya dengan tambahan kata jatuh di depan kata cinta, kita bisa membayangkan 'jutaan rasa' yang tengah bergelak dalam dirinya.

Mengapa harus jatuh? Mengapa akhirnya jatuh yang terpilih sebagai wakil atas jutaan rasa itu?

Karena Jatuh itu....

Mungkin karena kata jatuh menggambarkan ketidakberdayaan. Menggambarkan bahwa tak selamanya kita bisa menata hati kita. Bahwa hati kita memiliki aturannya sendiri. Kemauannya sendiri. Bahwa, hati kita bukan semacam ruang yang memiliki pintu yang bisa dibuka-tutup begitu saja.

Kita memberi kata jatuh mungkin karena cinta itu adalah sebuah alam yang sangat luas. Sebuah alam dengan berjuta-juta rasa di dalamnya. Dan saat kau jatuh...kau jatuh saja! Seperti Alice yang jatuh ke dunia ajaib lewat lubang kelinci. Saat kau jatuh cinta...berjuta-juta rasa ini pun dengan sigap menyambutmu.

Tak selamanya hidupmu di situ aman sentosa. Upayamu untuk bangkit kembali pun tak selamanya mudah. Kadang kau menyusun alasan-alasan logis (dan tak logis) untuk mencari tahu mengapa kau jatuh cinta. Membaca buku-buku tentang cinta, tentang psikologi, bahkan secara rutin mengecek astrologimu. Beeh....

Kadang kita juga menolak mengakui bahwa kita sedang jatuh cinta. Kadang, kita berusaha menunjukkan hal sebaliknya. Kadang kita berusaha terlihat kuat. Kadang kita menertawakan teman kita yang—sialnya—terpuruk karena cintanya tak berbalas. Menuduh mereka lemah. Mengklaim mereka lembek. Menuntut mereka bersikap logis. Menegaskan bahwa ada banyak hal lain di dunia ini yang patut dirayakan selain cinta-cintaan.

Well, kalau kau tengah jatuh cinta, kau jatuh cinta. Itu saja! Tak perlu penghakiman. Tak perlu merasa lemah. Tak ada yang salah dengan jatuh cinta. Karena, kalau hidup ini kau jalani tanpa pernah jatuh cinta, itu berarti ada jutaan rasa yang terlewatkan dalam hidupmu. Padahal jutaan rasa ini gratis loh! Lalu apa menariknya hidup ini tanpa barang gratisan coba'? Heheeh...*geje' mode: on.

Jadi yah, pahit manisnya dinikmati saja. Panas dinginnya dijalani saja. Jatuh cinta akan membuatmu mengerti puisi-puisi. Jatuh cinta akan membuatmu berpuisi. Jatuh cinta itu..........*setelah berpikir keras* …........akan membuatmu menjadi orang yang tak lagi sama.


“Saat kau terpaku karena suatu keindahan, maka saat itu sesungguhnya kau tengah berinteraksi dengan jiwa sang penciptanya.”
(anonim)


...buat siapa saja yang sedang jatuh cinta kepada siapa saja



.

Komentar

  1. cucuit...ciye...lagi jatuh cintrong neh?
    Cinta itu baik, jadi, idealnya, cinta itu membuat diri kita menjadi lebih baik.

    BalasHapus
  2. bisa jadi hanya menerjemahkan dari inggris fall in love,
    tapi kenapa dipilih kata fall..
    mungkin karena utk jatuh, tdk btuh energi yg byk dbanding kalo melambung.. jatuh biasanya akibat ketdk sengajaan, makanya ada istilah jatuh cinta pada pandangan pertama.. tak sengaja cinta ketika pertama melihat. aah, embuhlah.. yg penting, mari jatuh cinta!

    BalasHapus
  3. mb rifka@
    hahaha, ga kok cuman nulis doang mba'...

    Gaphe@
    jatuh cinta emang ga butuh energi. Tapi bangunnya susah kalau dah jatuh. (apa2an ini).

    trims... pagi2 dah mampir.

    BalasHapus
  4. Cinta adalah ujian hidup. Menurut aku gak jelas sih. Ada yang easy come easy go. Ada yang ditolak melulu. Tapi yang tulus dan niat baik semoga dimudahkan Allah..

    Banyak-banyak berdoa agar jatuh cinta pada orang yang tepat...

    BalasHapus
  5. mb Ami@
    amiin... semoga jatuh cinta ke orang yang tepat.

    mb rifka@
    "idealnya cinta membuat kita menjadi lebih baik"--iyaa, semoga mendekati ideal. hahahaha. bicara apa saya ini.

    BalasHapus
  6. mungkin digunain kata jatuh cinta, yah mungkin di saat kita jatuh cinta itu kita seperti dikirim ke suatu dunia dimana kita hanya melihat wajah orang yang kita sukai. Mikirin dia, bayangin dia di saat apapun.

    Sakit, kan, kalo hiudp kita malah jadi ngebayangin dia terus? Sama lah kayak kita jatuh kesandung. Mungkin itulah kenapa menggunakan kata 'jatuh'.

    BalasHapus
  7. sempet kaget liat judul postinganmu Hud ..
    tapi setelah di baca .. ternyata itu toh ..
    hahahaha ...
    jatuh cinta itu sebuah anugerah .. sebuah hadiah supaya kita bisa senang dalam merasakan hidup ini ..

    BalasHapus
  8. hihihi.. "fly in love" ?? I like it.. :D terdengar lebih menyenangkan..
    oya, suka juga sama pernyataan "Padahal jutaan rasa ini gratis loh! Lalu apa menariknya hidup ini tanpa barang gratisan coba'?" 8gw bangeeett,hehe

    “Saat kau terpaku karena suatu keindahan, maka saat itu sesungguhnya kau tengah berinteraksi dengan jiwa sang penciptanya.” ini salah satu ajaran tasawuf yak??kayaknya aku baru belajar ini kemeren.. ^^

    BalasHapus
  9. like this!sangat!
    aku kasih jempol 5 deh.. *lah yg satu punya sapa?aku kn cuma punya empat :p

    cinta itu nikmatnya hidup.hidup ga pake cinta, kayak sayur ga pake garam.biarpun nantinya sakit karena cinta, tetap saja sakit yang nikmat.euhmm, tp aku lebih suka menyebutnya sakit yg indah sih...

    BalasHapus
  10. selaras dg istilah 'dari mata TURUN ke hati' sobat... kalo pake kata 'NAIK' mungkin ga begitu jadinya... hihi :)

    BalasHapus
  11. mengapa jatuh?
    karena cinta itu lobang
    dan banyak yang terjebak oleh lobang, karena lobangnya ada di bawah :D
    dan kita tak sadar kalo ternyata di sana ada lobang :)
    namun lobang itu sungguh nikmat
    itulah cinta, Hud
    #johnterromodeon

    BalasHapus
  12. pokoknya kalo ada cinta dan mau jatuh, ya jatuh aja.

    tapi kalo cinta tanpa jatuh, jangan dibikin jatuh.. :D

    BalasHapus
  13. imanuel@
    curcol, pengalaman pribadi? heheheheh. piss!

    hoedz@
    iyo hud. Jatuh cinta membuat hidup ini jauh lebih seru! hohoho

    rapi@
    hahaha, iya...aku baca itu dimana juga aku dah lupa. Tasawuf banget emang....

    yen@
    lha pake jempolnya sapa? ko' malah nanya saya? hahahaha.

    sakit yang indah? wuiiih, dalem banget mba'.

    rian@
    Yah...saya rasa juga begitu. kalau jatuh emang harus ke bawah ya?

    John Terro@
    Adugh, bahasannya dah mulai 'dewasa' nih. heqheq....suka lobang ya? hahaha, ya iyeslah...

    secangkir roti@
    hohoho..
    iyoo..siip deh.

    BalasHapus
  14. semua lelaki mencari lobangnya masing2 :D

    BalasHapus
  15. mungkin crazy in love atau stupid in love lebih cocok dari pada fall in love?

    BalasHapus
  16. imroee@
    hahahaha, boleh juga. lebih KERENNNNZ...

    trims!

    BalasHapus
  17. kenapa disebut jatuh cinta? saya lebih suka bila disebut bangun cinta :D

    bila dua orang anak manusia menikah, itu saatnya membangun cinta, membangun rumah tangga :D

    BalasHapus
  18. pinjem jempol sampeyan aja deh.hahaha

    dalem??emg sumur??hehe :p

    BalasHapus
  19. eh ,,, emang kamu tahu dari mana Hud kalo Dian Sastro baca postinganku?
    jangan2 kamu ngibul yah?
    hhahaha :D

    BalasHapus
  20. r1o@
    hoho...iya deh.. bebas aja si mau ngasih istilah apa.

    Yen@
    pantesan jempolku ilang satu, beeh


    John Terro@
    hahahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton