Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Dalam Bayangan Pohon Yenicheri

Gambar
Judul Buku : The Janissary Tree (Dalam Bayangan Pohon Yenicheri) Penulis : Jason Goodwyn
Penerjemah: Zia Azhar
Penerbit : Serambi
Tebal: 475 halaman
cetakan 1 tahun 2008

Buku ini bercerita tentang Yashim, seorang kasim Istana yang ditugaskan untuk memecahkan kasus kematian seorang selir sultan. Ia juga dipercaya untuk mengusut misteri raibnya empat anggota organisasi militer Garda baru.

Sebagai Kasim (orang yang dikebiri), Yashim mendapat akses bebas keluar masuk istana termasuk Harem, tempat tinggal para selir sultan. Dari sini kita mendapat cukup banyak gambaran mengenai kehidupan di Harem istana, berikut intrik-intrik yang terjadi di antara para dayang.
Namun yang tidak kalah menarik adalah usaha Yashim mengusut misteri hilangnya empat anggota Garda Baru. Disusul kemunculan mayat-mayat yang dimutilasi dengan sadis di tempat-tempat tertentu di Kota Istanbul. Meskipun ceritanya berurusan dengan kematian dan mayat, cerita yang disajikan tidaklah suram. Malah ceritanya tetap dibum…

Kolase (2)

Gambar
ini kolase kedua saya...

yang dibutuhkan: kertas A4 lima lembar, karton A4, polpen Faster, gunting, lem, waktu luang yang melimpah, dan segunung rasa bosan yang bisa memaksamu untuk menyelesaikannya. ^^"





.

Quote of The Day#4

Susan Sontag

Kehidupan orang kreatif dihela, diarahkan, dan dikontrol oleh kebosanan. Menghindari kejemuan adalah tujuan yang paling penting (Susan Sontag, 1933-2004)

Aku adalah orang yang sangat gampang bosan. Anehnya aku bisa bergelut dengan rasa bosanku berlama-lama. Kadang aku tahu aku sedang bosan tapi aku diam saja dan mengamati waktuku yang tengah berjalan dengan sangat lambat. Semakin membosankan semakin lambat pula waktu itu berjalan, dan aku semakin diam. Tiduran dan menatap langit-langit kamarku beserta jaring-jaring laba-labanya.
Kadang, pada suatu siang yang panas, sambil tiduran aku menatap seisi kamarku satu persatu; lemariku, pakaian yang menumpuk, buku-buku yang tersusun dan berserakan, guntingan-guntingan kertas, karton, galon, bahkan debu yang beterbangan bisa kuamati berjam-jam. Tidak ada yang menarik dari benda-benda ini. Tapi aku seolah-olah tengah menguji diriku sendiri berapa lama aku bisa bertahan dalam rasa bosan semacam itu.
Kadang di benakku mulai muncul hal-…

Yoga 'Gaphe' Pratama

Gambar
Di Blog ini, si Gaphe dengan cukup gamblang pernah menjelaskan sendiri seperti apa dirinya. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya baru tahu kalau ada orang yang keberatan dibilangin alim;

saya enggak alim, malah gokil sama sekali.. cenderung urakan, spontan, nakal dan menjijikkan.. coba aja tanya yang udah kenal deket ma saya. hehehe..

Segitu aja tentang si Gaphe....(takut ntar urusannya jadi panjang).


Sekarang kita bicarakan blognya saja. Nama Blognya adalah Gaphe Bercerita. Pertama kali saya nyasar ke blognya sewaktu dia memposting kisah anak kos dodol. Tadinya saya kira dia itu penulis yang nerbitin buku berjudul: Anak Kos Dodol. Tapi ternyata bukan! Bahasanya gokil. Meski yang dibahas acara jalan-jalan dan kuliner, tetap saja kita bisa dibikin ngakak.

Blognya adalah salah satu blog yang paling bikin sirik! Kerjaannya jalan-jalan dan makan-makan terus. Kadang saya berharap suatu hari, karena kebanyakan jalan-jalan, si Gaphe tersesat ke alam roh. Pasti seru! Hahahahahhaaha#hanya…

Kembali

Mungkin salah satu kalimat paling klise dan paling sering kita dengar adalah kalimat; kembali ke diri masing-masing. Atau kadang; tergantung individunya masing-masing. Atau kadang, well...tergantung orangnya sih!”
Kalimat ini pernah menjadi bahan tertawaan di kelas kami. Saya lupa hari itu kami tengah membahas apa, ketika salah seorang teman saya memberi jawaban; “kembali ke diri masing-masing individu juga sih pak....
Dosen kami langsung menanggapi; “Kalau semuanya dikembalikan ke diri masing-masing, ya tidak akan ada masalah. Kita berdiskusi di sini karena ada permasalahan. Kalau jawabanya hanya kembali ke diri masing-masing, tukang becak juga ngerti. Kalian tidak usah kuliah saja kalau begitu.”
Sepanas apapun sebuah diskusi, ketika seseorang nyeletuk; “yah, tergantung individunya juga sih...” dan disuksi itupun seolah kehilangan nyawa. Seolah-olah masalah yang tengah dibahas terselesaikan dengan satu kalimat klise; kembali ke diri masing-masing
---“Apakah agama merupakan sumber kek…

Quote Of The Day #3

Jalaluddin Rumi

Embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu janganlah tidur kembali.. mintalah apa yang sungguh-sungguh kau inginkan (Jalaluddin Rumi, abad 13)

Penggalan puisi dari Rumi ini aku baca di bukunya Ruth white: Belle Prater's Boy; yang terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul Rahasia Embusan Angin. Sebenarnya ini buku cerita remaja, tapi sangat bagus. Menurutku sangat bagus.
Kembali ke Puisi tadi. Kecuali sebagai puisi favoritnya Bibi Belle sebelum ia menghilang tiba-tiba, aku tak menemukan hubungan yang jelas antara puisi ini dengan cerita di novel itu. Tapi tetap saja aku menyukai puisi ini. Aku sendiri dari dulu bukan orang yang gampang bangun pagi. Tapi kalau berhasil bangun pagi, semuanya terasa benar. Orang-orang yang bangun pagi, menurutku, jauh lebih bersemangat daripada yang punya kebiasaan bangun siang.
Aku tidak tahu rahasia apa yang dimakud oleh si Rumi dalam puisi ini. Mungkin untuk mengetahuinya kita harus secara konsisten bangun pagi—sesu…

Review Film: Man From Nowhere

Gambar
The Story

Man From Nowhere, kalau diterjemahkan secara bebas berarti: Pria Misterius. *Sepertinya begitu. Mungkin maksudnya seseorang yang tidak dikenal, yang tiba-tiba datang, tidak ada yang tahu dari mana dia datang, tidak ada catatan apapun mengenai dirinya di kepolisian, ia malah dijuluki (oleh anak-anak) sebagai hantu di rumah gadai (ghost of pawnshop).
Somee, adalah satu-satunya orang yang mau berinteraksi dengan pria misterius ini. Somee sendiri adalah anak dari seorang Pekerja Seks Komersil yang dijauhi teman-temannya. Somee mendapat julukan 'tong sampah' baik dari ibu maupun teman-temannya. Meskipun si laki-laki misterius bersikap dingin kepadanya, Somee sering bermain ke rumah si tukang gadai ini. Malah, kadang ia numpang menginap kalau ibunya sedang mendapat 'tamu'.
Mungkin ia merasa disatukan oleh perasaan terbuang atau terpinggirkan atau entah apa, dan itu membuatnya nyaman berteman dengan si hantu. Yang pasti, akting si Kim Se Ron yang berperan sebagai…

Immanuel Lubis

Gambar
Dari kemarin saya sudah bertekad untuk mengisi weekend ini dengan menggambar, dan... yang beruntung digambarin kali ini adalah si Imanuel, si mpunya Imanuel Notes.

Pertama kalinya saya mampir ke blognya Imanuel adalah saat dia memposting review film Harry Potter. Terus, kalau saya ga salah inget, dia menulis keluh kesah soal blognya. Katanya sih gara-gara ngeblog dia jadi dijauhin sama teman-temannya. Saya ngakak sewaktu baca postingannya--padahal dia sama sekali tidak berniat melucu (tapi tetap saja lucu).

Then, kemarin dia bagi-bagi award. Jadi, sekalian saja saya pajang awardnya di sini. Seingat saya, dulu dia juga pernah ngasih award--dan seperti biasa--saya cuman ngucapin terima kasih dan tidak memajang award itu, hehehehe. Kemarin dia ternyata membongkar postingan di blog ini, kemudian meninggalkan komen di postingan saya yang berjudul bayar utang. Postingan ini nyaris menjadi satu-satunya postingan saya yang memajang award dari kawan-kawan blogger.

Jubnah

Chapter 4

Aku mulai memasukkan barang-barang ke dalam ranselku, barang-barang yang mungkin nanti akan kuperlukan. Meski aku sendiri tidak tahu persisnya barang apa saja yang nanti akan kubutuhkan. Memangnya, kalau kau hendak mengadakan perjalanan dengan sebuah perahu tengah malam, barang apa saja yang akan kau butuhkan?
Kucing hitam itu masih mondar-mandir gelisah di balkon. “cepat-cepat, cepat-cepat,” ujarnya.
Akhirnya aku menjejalkan satu buah jaket, kertas-kertas, satu buah buku (siapa tahu perjalanan ini membosankan dan aku bisa membaca buku untuk mengusir rasa bosanku), dan semua peralatan menggambarku termasuk pensil warna dan papan alas menggambarku, satu T-shirt, dan....botol minuman (masih kosong).
“Sudah?” kucing itu menatapku tak sabaran. Kini ia hinggap di ujung perahu. Begitu selesai menutup jendela aku langsung melompat ke perahu. Duduk di bagian belakang, di depan susunan kotak-kotak kayu, sebuah kail yang bersandar pada kotak-kotak itu, serta sebuah bantal usang.

ikutan Survey

First of all, mohon maaf kepada si alis tebal kalau postingannya saya copas di sini, hehehehe (kan jarang2 saya bisa mengcopas postingan orang). Lagi males aja ngetik. Intinya sih, saya mau mengadakan survey tentang blog ini.

Survey blog ruMah reView

Berawal dari membaca postingannya si alistebal yang sedang melakukan survey untuk blognya, saya jadi pengen ikutan bikin survey tentang blog ini. Buat yang udah sering mampir ataupun baru sekali dateng ke blog saya, semuanya boleh ikutan survey ini. Ok, langsung aja ya. Di bawah ini, ada beberapa pertanyaan seputar blog ruMah reView. Buat yang ada waktu, tolong dijawab pertanyaan-pertanyaan ini, tapi dengan sejujur-jujurnya. Gimana cara jawabnya?. Kalian bisa ketik jawabannya di kotak komentar. Berikut adalah pertanyaannya.

1. Apa pendapat anda tentang template blog ini? (-bagus, jelek, jelek banget- lalu jabarkan jawaban kalian).
2. Bagaimana kualitas tulisan saya?
3. Saran untuk saya?
4. [kalo ada] Tulisan saya yang paling anda sukai ya…

Quote of The Day#2

Menyelamatkan Ikan Tenggelam

Seorang laki-laki yang saleh menjelaskan kepada pengikutnya, “mengambil kehidupan itu jahat, dan menyelamatkannya adalah tindakan yang mulia. Setiap hari aku berjanji akan menyelamatkan ratusan kehidupan. Kutebar jalaku di danau dan ratusan ikan pun terjaring. Kutaruh ikan-ikan itu di tepi danau, dan di sana mereka melompat-lompat dan menggeliat. 

“Jangan takut,” kataku pada ikan-ikan itu. “Aku menyelamatkan kalian supaya tidak tenggelam.” tak lama kemudian ikan-ikan itu tenang dan berbaring diam. Tapi sayang, aku selalu terlambat. Ikan-ikan itu mati. Dan karena tidak baik untuk membuang apapun, aku membawa ikan-ikan mati itu ke pasar dan kujual dengan harga bagus. Dengan uang itu aku membeli lebih banyak jala supaya bisa menyelamatkan lebih banyak ikan.”

--anonimus
Aku tidak tahu apakah cerita tadi semacam lelucon, atau sebuah sindiran—entah untuk siapa. Cerita yang anonim ini kubaca di halaman awal bukunya Amy Tan yang berjudul; Saving Fish From Drowning; Pe…

Person of the week: Osho

Osho

Pertama kali saya mengenal pemikirannya Osho adalah lewat sebuah buku berjudul intellegence; a creative response to now. Waktu itu saya sembarang saja meminjam buku ini di perpus. Saya sedang mencoba mengakrabi bahasa Inggris kembali. Karena kalau tidak dipakai, saya kuatir bahasa inggris saya terlupakan, atau tidak mengalami kemajuan. Percuma saja saya dulu mengambil kursus dan menghambur-hamburkan uang tanpa hasil.

Dan yah, salah satu cara untuk mengakrabkan otak saya dengan bahasa inggris, membaca buku atau teks berbahasa inggris adalah salah satunya. Maka saya bawalah buku ini pulang. Tadinya saya berniat mendaftar kata-kata sulit yang saya dapatkan di buku ini. Tapi belakangan, saya malah lupa dan keasyikan membaca pemikiran si Osho ini. Saya cari lagi bukunya yang lain di perpus dan bertemu dengan bukunya yang berjudul Freedom; the courage to be yourself.
Pemikiran-pemikirannya memang banyak yang mengejutkan. Untuk bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Emotio…

Quote Of The Day#1

Toni Morrison

Bila ada sebuah buku yang ingin kau baca, tapi buku itu belum lagi ditulis, maka engkaulah yang mesti menulis (Toni Morrison)

Mm..saya tidak tahu siapa Toni Morrison. Yag pasti dia seorang penulis. Kata-kata mutiara tentang menulis ini saya dapatkan dari sebuah buku berjudul: Kristal Kata: Kata-kata Penggugah Motivasi Menulis. Bukunya tipis dan isinya memang kutipan-kutipan dari para penulis dunia. Dulu saya beli lima ribuan. Dulu sekali—saat saya masih semester satu. Saat itu sebenarnya saya tidak punya niat beli buku sama sekali. Tapi saking dodolnya menunggu bis, akhirnya saya beli buku ini. ***
Adakalanya saya menyesal membeli sebuah buku. Apalagi kalau bukunya lumayan mahal dan tidak sesuai dengan harapan awal. Saya juga tidak termasuk orang yang mengikuti tren. Saat orang-orang ramai membicarakan Laskar Pelangi, misalnya. Saya tidak langsung beli. Masih mikir-mikir dulu. Buku-buku yang saya sukai juga belum tentu buku yang populer atau dipajang di rak bestseller.