Dalam Bayangan Pohon Yenicheri


Judul Buku : The Janissary Tree (Dalam Bayangan Pohon Yenicheri)
Penulis : Jason Goodwyn
Penerjemah: Zia Azhar
Penerbit : Serambi
Tebal: 475 halaman
cetakan 1 tahun 2008

Buku ini bercerita tentang Yashim, seorang kasim Istana yang ditugaskan untuk memecahkan kasus kematian seorang selir sultan. Ia juga dipercaya untuk mengusut misteri raibnya empat anggota organisasi militer Garda baru.

Sebagai Kasim (orang yang dikebiri), Yashim mendapat akses bebas keluar masuk istana termasuk Harem, tempat tinggal para selir sultan. Dari sini kita mendapat cukup banyak gambaran mengenai kehidupan di Harem istana, berikut intrik-intrik yang terjadi di antara para dayang.

Namun yang tidak kalah menarik adalah usaha Yashim mengusut misteri hilangnya empat anggota Garda Baru. Disusul kemunculan mayat-mayat yang dimutilasi dengan sadis di tempat-tempat tertentu di Kota Istanbul. Meskipun ceritanya berurusan dengan kematian dan mayat, cerita yang disajikan tidaklah suram. Malah ceritanya tetap dibumbui humor, sejarah Turki, karakter-karakter yang menarik, dan penggambaran kota Turki abad 19 yang eksotis.

Cerita dalam novel ini bersetting tahun 1836 pada masa pemerintahan Sultan Mahmut II, persisnya sepuluh hari menjelang maklumat Sultan untuk memodernisasi Turki. Sepuluh tahun setelah Organisasi militer Yenicheri dibubarkan dan diganti dengan Garda Baru.

Yenicheri

Yenicheri adalah nama organisasi militer Turki yang telah dibubarkan karena menghambat modernisasi. Elit Militer yang satu ini pada awalnya sangat berjasa dalam penaklukan-penaklukan yang dilakukan oleh kesultanan Turki. Namun berabad-abad kemudian ia berkembang menjadi organisasi yang korup dan petantang-petenteng (*mendadak aku jadi teringat dengan salah satu organisasi militer di Indonesia ;'p). Bahkan Yenicheri bisa mengkudeta Sultan dan membunuhnya jika tak menyukai sultan tersebut.

Terdapat sebuah lapangan dengan pohon Yenicheri di tengah-tengahnya. Di bawah pohon inilah para anggota Yenicheri sering berkumpul, berbagi rahasia, atau membuat kesepakatan. Pada dahan-dahan pohon ini juga mereka menggantung menteri atau pejabat yang tidak disukai.

Usaha untuk membubarkan organisasi ini sama sekali tidak mudah—butuh waktu berabad-abad, dan baru berhasil dilakukan oleh Sultan Mahmut II pada tahun 1834.

Best Quote

“Kalau masih muda, percaya pada rasa sakit atau kehilangan memang sulit. Tapi, kesedihanlah yang membuat kita hidup. Orang mati tidak bersedih” (halaman 213).

Apa saya suka buku ini? SANGAT. Saya malah berharap bukunya Jason Goodwin yang lain diterbitkan juga di Indonesia. Sayangnya yang diterjemahkan cuma yang satu ini.

Menurutku, kelebihan buku ini adalah deskripsinya mengenai kota Istanbul yang sangat mmmm.. keren? yes, keren! Dan tentu saja humor yang kental (jarang-jarang novel suspense seringan ini) dan tentu saja karakter-karakternya. Sebenarnya aku bukan penggemar novel detektif. Tapi yang satu ini pengecualian...





.

Komentar

  1. kayaknya ini udah pernah kamu review sebelumnya hud... (kalo ngga salah) :D

    best quotenya, woow. bener juga, orang mati ngga bersedih, cuman yang masih hidup aja yang bisa bersedih... :D

    BalasHapus
  2. btw ini buku lama ato baru sob? pengen baca juga. hehehhe

    BalasHapus
  3. “Kalau masih muda, percaya pada rasa sakit atau kehilangan memang sulit. Tapi, kesedihanlah yang membuat kita hidup. Orang mati tidak bersedih”

    suka neh sama quotenya :)

    berapa lama mz bacanya??hehe coz kayaknya buku ini dah lama dipajang ya... LOL..

    makasii ya templatenya.. baguusss.. >,<

    BalasHapus
  4. good review!
    btw ini semacam thriller juga ya, ada pembunuhan2 gitu.. tapi baca penjelasan ttg Yenicheri kok jadi inget Amazon girl nya Khadafi ya? hehehehe

    BalasHapus
  5. Eks@
    belon.. kemarin cuma pajang fotonya dwang..

    mamang@
    beuh, lupa masang taun terbitnya...

    Rabest@
    heheheh

    sebenernya dah selese baca buku ini dari bulan februari (tapi ngereviewnya ditunda mulu). *sori templatenya belum selesei dikerjain..

    Ajeng@
    trims ^^"

    Sapidudunk@
    iya. but humornya juga kental ko'... makanya saya suka.. keren pokoknya.

    mmm..belumbaca yang amazongirl.. >_<"

    BalasHapus
  6. kalo kamu nulis review bagus tentang novel2nya jason goodwin, siapa tau penerbit mau nerjemahin bukunya yang laen juga.

    suka quotenya, tapi rada ga yakin juga. apa iya orang mati ga pernah sedih? belum pernah mati sih. kalo ada yang pernah, crita2 ya.

    BalasHapus
  7. woww...
    masukd daftar buku nih bang di Goodreads, mw aku beli ahhh bulan depan.. hehe

    BalasHapus
  8. Topiknya sama kayak judul blognya. Review buku. Gimana kalo kamu jadi penerjemah aja Hud? Temenku ada loh yang kerja jadi penerjemah, lumayan juga hasilnya. Ada komunitasnya juga. Kalo aku udah gak baca novel lagi soalnya... Baca komik, haha...

    BalasHapus
  9. ajeng@
    boleh,,ambil sendiri aja ke sini. *secara banjarmasin ma jogja kan deket banget!

    ntar sore ya...

    cho@
    semoga sang penerbit mendapat ilham untuk emnerbitkan bukunya yg berjudul "in search Of Tea"

    amin amin amiiin

    >>apa orang mati merasa sedih? mmm aku punya ide, bagaimana kalau kamu aja yang mati duluan, terus ntar cerita2? ya ya ya yaaa?#dikemplang

    tito@
    hahaha, siiip dah

    mb AMi@
    mmmm lebih tertarik nulis langsung si mb. kalau nerjemah ntar saya malah ke'asikan lagi bacanya--lupa nerjemah.>>kaya bahasa inggrisku bagus aja^^"



    Trims all

    BalasHapus
  10. kalo maleman aja gimana? kan aku terbang pake karpetnya Aladin...moga aja nggak nyasar :p


    nggak dipinjemin, alternatif lain ya beli.

    BalasHapus
  11. ajeng@
    hahaha... iya deh maleman dikit gpp!!
    ga perlu bakar menyan kan??

    BalasHapus
  12. Tapi, kesedihanlah yang membuat kita hidup. Orang mati tidak bersedih

    i like that

    BalasHapus
  13. mksutnya mazon girl itu pengawal wanita yang dipunyai sama Khadafi di Libya itu loh hud.. bukan buku.. -___-

    BalasHapus
  14. setuju dengan kesedihan membuat kita hidup, tapi orang mati tidak bersedih..mmmm *sepertinya ini mirip komennya cho

    semoga buku ini masuk perpus :pray:
    secara aku suka detektif2an :p

    BalasHapus
  15. Udah lama gak review buku lagi... Gak sempat baca buku nih ceritanya #ngeles

    BalasHapus
  16. kalau 475 halaman begini kamu bacanya berapa lama da?
    hehhe...kalau saya rada lelet dalam hal membaca:D

    suka quotenya, lha, orang mati mana sedih ya..hehhe

    BalasHapus
  17. akhirnya mereview lagi
    aku merindukan itu :D

    BalasHapus
  18. ehm.. ini yenicheri.. kalo yeni yang lain?. *uhuk.
    *dikeplak.


    hhaa.. berasa banget di istanbul tuh Da, dari liat covernya plus review kamu.. kapan-kapan minjem donk!
    #ngabur

    BalasHapus
  19. Joe@
    yeah, I like it too!

    Sapidudunk@
    owh..
    hehehehe
    *jadimalu

    Yen@
    aminn.. semoga masuk perpus...
    haha, neh pinjem punyaku aja

    catatan kecilku@
    haha, ayo baca-baca lagi

    Placetostudy@
    ok ok!

    Nova@
    berapa lama ya?
    kayanya dua hari, *kalau bagus.
    cuman ngereviewnya kadang rada males...

    John Terro@
    haha iyo John!

    Gaphe@
    yeni yang mana ya? hehehe

    kabur kemanaaa??

    BalasHapus
  20. setuju ma yenny... *cari yang gratis

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. "kesedihanlah yang membuat kita hidup. Orang mati tidak bersedih"

    lha kalo orang yang mati itu banyak dosa apa gak sedih Bang???? hikhik

    BalasHapus
  24. ika@
    hhihhi ^^"

    Aina@
    loh ko' hik hik? banyak dosa kamu ya? hahahahaha

    BalasHapus
  25. boleh?tapi ga sempet ambilnya, bawain kerumah mau?hehe *ngelunjak

    BalasHapus
  26. aku keringetan kalo baca novel bergenre kaya gini....:D

    BalasHapus
  27. Yen@
    pye ya? hahaha

    Mb Ocha@
    ceritanya kocak ko' mba'. makanya saya suka.

    >>ko' bisa keringetan?? emang baca sambil senam gitu yak? hehehe

    BalasHapus
  28. Mulai review lagi nih! aku udah jarang review buku. hehhe

    BalasHapus
  29. wew, salah posting *keburu2 mau masuk kelas soalnya, hehe.... :p

    BalasHapus
  30. misahbah@
    iya nih, hehehehe ayolah negereview lagii..

    Ika@
    kenapa ka'? postinganmu yang manaa??

    BalasHapus
  31. Assalaamu 'alaikum Sultan Mahmud II ( Sultan Muhammad Al-Fateeh), sang penakluk konstanitinopel. Saya bingung. Kok, pada tahun 1843 sih. Bukannya beliau menaklukan konstanitinopel pada tahun 1453?

    BalasHapus
  32. adam@
    walakumsalam...
    yang pada tahun 1843 itu bukan penaklukan konstantinopelnya, tap[i tahun ia berhasil membubarkan organisasi militer Yenicheri. :)...


    Yang bikin bingung, kalau di tahun 1453 dia sudah menaklukan kontantinopel, masa iya dia masih hidup di tahun 1843? usianya dah 300 tahun lebih dung?? #jadi ikutan bingung.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton