Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Gawah

Kadang, karena aku dari Lombok, orang-orang mengira kalau aku itu akrab dengan yang namanya Hutan. Kadang temanku berpikir, bahwa aku ini lahir dan tumbuh besar di sebuah desa kecil di tengah hutan, dikelilingi pepohonan raksasa dan semak belukar yang tumbuh setinggi dada. Sejujurnya, aku berharap hidupku memang semenarik itu. Aku tidak mengatakan masa kecilku tidak menarik, hanya saja kalau aku memiliki kehidupan masa kecil di tengah hutan, tentunya itu jauh lebih seru. Memangnya apalagi yang lebih seru selain bermain petak umpet bersama harimau, berenang bersama buaya, dan melompat dari satu dahan ke dahan lain layaknya tarzan?
Kadang orang berpikir, kalau kamu berasal dari suatu daerah yang di luar pulau Jawa, kamu pasti akrab dengan hutan. Tapi aku tidak begitu. Aku tumbuh besar di kota kecil, berlarian di antara gang dan selokan. Di sawah serta sungai. Sementara Hutan tidak termasuk salah satunya.
Dalam dongeng-dongeng yang kudengar atau kubaca sendiri di majalah anak-anak pada…

Persona Intikalia: Misteri Kata-kata yang Muncul Tiba-tiba

Gambar
Sebelum kalian mulai berpikir betapa anehnya judul postingan ini, saya minta kalian membuka google, kemudian coba tuliskan nama saya di kolom pencari. Bagi yang belum tahu nama saya, neh saya kasih tahu: nama saya Huda Tula (bukan nama sebenarnya). Kalaupun kalian enggan membuka google saat ini, berikut adalah hasil pencarian google yang akan kalian dapatkan:

Kalian mengerti maksud saya kan? Blog Persona Intikalia berada di urutan teratas sebagai blog rujukan untuk nama saya: Huda Tula. Meskipun semua orang sudah tahu bahwa hidup ini tidak adil, tapi ternyata google search jauh lebih tidak adil lagi! :(. Identitas saya di dunia maya bukannya mengarah ke blog saya, tapi malah ke blog orang lain. Huhuhuhu....#nangis bawang.
Baiklah abaikan saja dua paragraf di atas (sama sekali ga penting!). Apa yang ingin saya ceritakan di sini adalah tentang Persona Intikalia dimana sang admin; John Terro (bukan nama sebenarnya) telah berbaik hati membuat kan template khusus untuk blog ini. I like it!…

Zombie

Kadang, meski aku tahu apa yang benar-benar kuinginkan, aku seperti menjalani hidupku sebagai zombie. Kadang malah sebaliknya. Kadang aku pikir orang-orang yang berkeliaran di sekitarku adalah zombie sementara aku sendiri tidak. Dan karena sesuatu dan lain hal, aku terpaksa berkeliaran seperti zombie, atau (lebih sering) tanpa sadar aku sendiri memang zombie.

Hud, ga usah ribet-ribet maksud lo apha?

Begini, satu alasan mengapa aku tidak terlalu suka berjalan ke pusat-pusat perbelanjaan adalah, karena banyak zombie-zombie berkeliaran di sini. Maksudku, orang-orang yang berjalan dengan bingung dan mencari-cari sesuatu di antara rak. Sesuatu yang bisa dibawa pulang, untuk dipakai atau untuk dimakan, dan bisa membuat mereka merasa lebih baik.
Menurutku film-film zombie belakangan ini cukup cerdas menggambarkan hal tersebut. Mulai dari film serial The Walking Dead, sampai film layar lebar seperti Zombieland dan Resident Evil. Dimana orang-orang (kalau dalam serial The Walking Dead dan Res…

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!

Gambar
Guru si cacing is back! Lewat buku ini kita disuguhi lagi 108 cerita. Sebenarnya kemarin itu saya sedang mencari bukunya si Murakami. Tapi melihat buku ini ada di rak, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak membelinya. Yeah, Murakami bisa menunggu bulan depan ^^V.

Di buku ke dua ini, si Ajahn Brahm menginspirasi kita kembali lewat cerita-ceritanya, terutama dalam menyikapi kerentanan badan dan batin kita, perubahan, cinta tanpa keakuan serta bahagia tanpa syarat. Apa yang paling saya sukai dari si Ajahn Brahm adalah humornya. Meskipun dia seorang biksu (tokoh agama), ia sama sekali tidak ja'im.

Kalau dibandingkan dengan buku yang pertama, humor dalam buku kedua ini tidak sebanyak di buku pertama. Tapi itu tidak berarti bahwa buku ini tidak bagus. Bagus banget malah! Makanya saya review :'p.
Empat Cara Melepas

Sulit memilih mana cerita yang paling saya sukai. Saya akan membaca buku ini lagi dan lagi. Tapi kalau dipaksa milih, untuk saat ini yang paling saya suka adalah tulisan …

Rapi Bestari Syarif

Gambar
Jadi blogger yang satu ini namanya cukup unik; Rapi Bestari. biar nanti dia sendiri yang menjelaskan kenapa nama depannya "Rapi". Pertama kali saya kenal sama dia saat masih aktif di organ kampus. Kebetulan organ kami lumayan ekslusif gitu lah #bangga. Jadinya untuk masuk harus diseleksi dulu..hehehe. Biasanya yang diseleksi sampai ratusan. fyuuuh....

Nah, si Rapi ini masuk dalam grup yang harus saya seleksi.Dari sekian banyak calon anggota saat itu, saya jadi ingat anak satu ini karena namanya yang unik: "rapi!". Btw, ni anak aslinya gokil dan jago ngeles --".

Review Film: Le Fabuleux Destin d'Amelie Poulain

Gambar
Dalam bahasa Inggris berarti: “The Fabulous Destiny of Amelie Poulain”. Film ini memang bercerita tentang Amelie, seorang gadis yang luar biasa pemalu dan terisolasi sejak masa kecilnya.

Ayahnya adalah seorang dokter yang antisosial, punya impian keliling dunia namun tidak cukup berani untuk melakukan perjalanan. Ibunya seorang pengajar dan menjadi guru pribadi bagi Amelie (homeschooling). Semenjak ibunya meninggal, Amelie mulai membangun imajinasi untuk mengusir kesepiannya.
Di usianya yang ke 23 Amelie pindah dan tinggal sendirian di sebuah apartemen. Ia bekerja di sebuah cafe dan bertemu dengan orang-orang eksentrik di cafe ini -_-”. Sekali seminggu ia pun pulang ke rumah untuk menengok ayahnya.
Suatu malam, karena begitu shock mendengar berita kematian Lady Diana di Televisi, ia sampai menjatuhkan tutup botol parfumnya, yang kemudian menggelinding dan membentur salah satu keramik di kamar mandi. Sewaktu mengambil tutup botol parfum yang jatuh ini, dia mendapati keramik yang tadi…

Omongan Orang

Salah satu cerita dari masa kecilku yang paling kuingat sampai saat ini adalah kisah seorang petani yang hendak menjual keledai ke kota. Mungkin teman-teman pun pernah membaca atau mendengar kisah yang satu ini.
Untuk sekedar mengingatkan,  ceritanya begini....
Diceritakan ada seorang petani yang hendak menjual salah satu keledainya ke kota. Ia pun mengajak anaknya untuk ikut pergi bersamanya. Maka, pagi-pagi sekali berangkatlah mereka berdua dengan menunggangi keledai tersebut.
Di perjalanan, mereka berpapasan dengan seseorang. Orang ini pun berkata, “Ai, malangnya nasib keledai itu. Dinaiki oleh dua orang sekaligus.” Mendengar omongan orang ini, maka sang ayah pun memilih turun. Sementara si anak tetap berada di atas keledai. Lalu orang itu pun pergi. Dan mereka melanjutakan perjalanannya.
Cukup lama berjalan, mereka berpapasan lagi dengan orang lain. Orang yang satu ini berkata, “Sungguh anak yang kurang ajar. Ia enak-enakan menaiki keledai sementara ayahnya berjalan kaki.” Mendenga…

Film Asia

Sudah cukup lama  aku jenuh dengan film-film Hollywood. Ceritanya begitu-begitu terus, entah yang drama, thriller, maupun komedi (atau mungkin aku-nya saja yang kebanyakan nonton film). Kadang sulit bagiku menyelesaikan satu film saja. Kecuali kalau filmnya benar-benar bagus. Kalau aku berhasil menonton satu film sampai habis tanpa merasa terpaksa, berarti film itu menurutku bagus.

Sepertinya mereka di Hollywood sana sedang kehabisan ide. Saat ini yang menjadi trend adalah film-film remake atau adaptasi novel dan komik. Iya ga sih? Kadang ceritanya di reboot atau diadaptasi dari film non Hollywood yang sudah lebih dulu sukses di negaranya. >,<"
So, alternatifnya ya nonton film Asia. Dan, kalau membicarakan film Asia, yang tengah berjaya saat ini adalah film-film Korea. Film-film produksi Hongkong malah tidak segalak dulu lagi. Entah ada hubungannya atau tidak, tapi semenjak Hongkong kembali menjadi milik China, film-filmnya jadi berbau propaganda. Sebut saja Ip Man; serta fi…