Review Film Dokumenter; An Inconvenient Truth

About this Movie:
Directed by: Davis Guggenheim
Written by: Al Gore
Starring:    Al Gore
Year: 2006
Distributed by: Paramount Classic


Membaca atau menonton film yang membahas isu global warming memang tidak pernah menyenangkan. Kita selalu berhadapan dengan data-data yang memprihatinkan mengenai kondisi bumi. Data-data yang selalu membuat kita khawatir. Jauh lebih menyenangkan membaca gosip selebriti daripada mantengin bagan-bagan yang menggambarkan bumi dalam kondisi kritis. Mungkin itu sebabnya film dokumenter yang satu ini diberi judul An Inconvenient Truth.

Film dokumenter berdurasi 93 menit ini banyak menyodorkan data-data yang cukup mencengangkan. Data-data mengenai konsentrasi karbondioksida yang terus meningkat, temperatur air laut yang melewati batas normal, bencana alam yang semakin sering terjadi, mencairnya es di kutub, serta kemunculan penyakit-penyakit baru yang diakibatkan oleh global warming.

Para Ilmuwan sendiri terbagi menjadi dua kubu dalam menghadapi isu global warming. Kubu pertama menganggap global warming sebagai kenyataan (bukan lagi isu). Dengan data-data termutakhir tentang kondisi bumi yang menjelaskan bahwa global warming benar-benar terjadi dan sudah tak dapat disangkal-sangkal lagi. Sementara kubu kedua menganggap global warming sebagai fenomena yang wajar. Naik turunnya temperatur di bumi merupakan fase yang sangat biasa. Global warming dianggap tak lebih dari isu politis yang sengaja dilancarkan Al Gore untuk menarik simpati rakyat Amerika dan dunia.


Al Gore sendiri merupakan salah satu politikus yang paling vokal membahas isu global warming. Selain pernah menjabat wakil presiden AS di masa pemerintahan Bill Clinton (1993-2001), ia juga pernah menjadi kandidat presiden Amerika dan bersaing dengan George Bush pada pemilu yang sangat ketat dan konroversial tahun 2000. Saat itu Gore memiliki jumlah suara pemilih terbanyak, namun tidak terpilih sebagai Presiden AS karena kalah dari Bush dalam jumlah suara elektoral>>saya ga tw artinya suara elektoral itu apa^^.

ne yang namanya Al gore

Film Dokumenter ini diproduksi pada tahun 2006 dengan Al Gore sebagai narator utamanya. Sebagai senator tentunya Al Gore sangat handal mengutarakan pikirannya. Dia juga menekankan bahwa isu global warming bukanlah isu politis. Global warming merupakan isu moral. Adalah  kewajiban setiap manusia untuk ambil bagian dalam mengurangi efek buruknya.

Salah satu efek buruk yang paling mengerikan adalah naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es-es di kutub. Padahal, kota-kota besar di dunia banyak yang terletak di tepi pantai. Jadi bayangkan saja berapa milyar manusia yang kelak akan kehilangan tempat tinggal jika kota-kota ini tenggelam. Itulah sebabnya bersikap cuek dengan global warming merupakan sikap yang sangat-sangat tidak bermoral.

Suka atau tidak, global warming saat ini benar-benar tengah terjadi. Memang tidak menyenangkan mendapati kenyataan bahwa kita mendiami dunia di ambang krisis. Menyenangkan atau tidak, kenyataan adalah kenyataan. Lagipula, sudah terlambat kalau mau membantah Global Warming sekarang. Masing-masing sudah merasakan sendiri kan, garangnya iklim di bumi saat ini? Makanya disebut:  An Inconvenient Truth! Kita tidak bisa lagi menutup mata dan menunda besok untuk mencegahnya.

Bagaiamana cara mencegahnya? Tentu saja salah satunya dengan memahami terlebih dahulu apa itu Global Warming. Kemudian pemahaman tersebut diwujudkan melalui aksi nyata di keseharian kita. Well, menonton film dokumenter yang satu ini merupakan salah satu cara untuk memahami global warming. It is worth watching!

Meski sebenernya ada selingan-selingan yang menurut saya tidak terlalu diperlukan. Yakni selingan berupa profilnya si Al-Gore, tentang masa kecilnya di pedesaan, kekalahannya dalam pemilu, dan sewaktu anaknya mengalami kecelakaan. Saya tidak tahu hubungannya di mana dengan global warming yang sedang dibahas, malah terkesan politis; semacam pencitraan gitulah (au'ah gelap). 



.

Komentar

  1. Bagus nih buat referensi film ku berikutnya....

    wah aku juga suruh buat review ni.... Bahasa Inggris lagi... fyuh.

    BalasHapus
  2. brigadir kopi@
    haha, nonton aja. jangan lupa sambil minum kopi..

    Cay's@
    resensi pakai bahasa inggris? tugasnya bagus tuh... sini aku yang bikinin, berani bayar berapa?
    hheheeh

    BalasHapus
  3. saya sudah nonton...
    nyaris ketiduran.. -,-'

    BalasHapus
  4. gw nonton ini kyknya 4 atau 5 tahun yang lalu, dan saat itu gw baru tau Al-Gore itu siapa,,, hahahaa,, ketinggalan jaman bgt yak....

    BalasHapus
  5. ^^KoskakiUngu^^@
    wuuuu payah..


    Mila Said@
    beuh, masi mending mb, saya baru nonton kemarin-kemarin dan baru tahu al gore kemarin2 juga...

    BalasHapus
  6. mudahan ntar ada kesempatan nonton ni film ^^

    BalasHapus
  7. suara elektoral ituu semacam sms gitu.. mereka (di amrik) kalo milih di pilpres ada semacam alat buat milihnya. ga kayak di sini yang masih pake cara konvensional. itu setau gw looh yah... hehehhe

    BalasHapus
  8. salah satu film dokumenter yang layak acungi jempol karena salut sama al gore, plus sutradaranya yang mengemas filem dokumenter yang nggak ngebosenin.

    merinding kalo ingat adegan-adegannya, mengingatkan lagi buat ngejaga bumi

    BalasHapus
  9. kayaknya saya ngikut kumpulan ilmuan yang ada di kubu ke-2. global warming cuman siklus...

    BalasHapus
  10. Pengen nonton, apalagi ceritanya tentang global warming pula...

    BalasHapus
  11. soalnya gk da terjemahannya, jadinya waktu nonton ma teman2 saya jadi budak buat artiin satu satu, mendingan pura2 tidur kan? hahaha *ngeles gilak*

    lalu akhirnya, nonton kungfu panda aja! hahahaha ;p

    BalasHapus
  12. ajeng@
    amiin...

    Nuel@
    o gitu ya? heheh, dapat jawaban langsung dari ahlinya.
    trims

    YeN@
    iya..
    siapa yg desain y?

    gaphe@
    betul!

    Eks@
    hush, pergi kau dari sini!!

    Chchi@
    ayoh nonton aja. bagus loh..

    KoskakiUngu@
    ehm, sebenernya emang rada boring si, wkwkwk. boring bgt si engga' tapi kalau dibanding ma Kungfu Panda, yeah, saya juga bakal milih kungfu panda at first. wkwkwk

    BalasHapus
  13. Padahal dirilis taun 2006, kok saya baru denger ya.. wah ajib nih :D

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  15. ooohhh... aku jadi tahu kenapa kamu pengen pergi ke Mars..... ngungsi!!!! hahaha

    BalasHapus
  16. nahhh, setujaa kan? *akhirnya dapat teman, alhamdulillah*
    (sujup sukur) -.-

    BalasHapus
  17. ada award buat kamu

    http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2010/10/tebak-tebakan-yang-tak-ada-ujungnya.html

    BalasHapus
  18. rasanya dulu film ini pernah diputer di Trans TV..
    ato HBO ya.. lupa aku, tapi dah pernah nonton.
    tapi ada fakta menarik soal global warming.

    global warming awalnya cuma modus marketing, buat industri freon no CFC

    BalasHapus
  19. Darin@
    bagus ko' mas.. mirip kuliah gitu, tapi tetap menarik.

    Aina@
    weeeek, bukan!
    :P

    ^^KoskakiUngu^^@
    sujup syukur apaan?
    btw pernah baca reviewnya kungfu panda belum? di blog ini ada kok, pernah kureview juga (promosi).

    Noeel@
    siip..trims awardnya, and HBD, god bless you dan moga skripsimu lancar.
    amiin


    Geafry Necolsen@
    oh ya? saya bru tahu kalau ada motif bisnisnya juga.. hahaha

    tapi, kalau dilihat-lihat si, emang beneran terjadi tuh global warming.

    trims all..

    BalasHapus
  20. terlepas dr algore punya maksud politis atau memang betul2 memperingatkan,
    Kita hanya bs nonton & komen !
    Nanti kalo bencananya sudah datang menimpa,kita hanya bisa panik & jadi tumbal bumi,ha ha ha ha
    Itulah satu kenyataan yg tdk menyenangkan !

    BalasHapus

Posting Komentar