posting bentar: nerusin tag dari si Nuel

Etika ngeblog?

Sebenarnya saya sudah klik sana-sini. Beberapa teman yang kemarin ditag juga sudah ada yang ngepost soal ini. Posting-postingan mereka bagus-bagus dan saya tidak tahu apa postingan di sini masih dibutuhkan ^^. Well, setelah baca-baca postingan mereka, saya nemu garis besarnya ada pada hal berikut: kebebasan dan tanggung jawab! Bukannya bermaksud menyederhanakan etika, tapi yah sepertinya ujung-ujungnya akan bermuara ke dua hal tadi: bebas dan tanggung jawab.

Pertanyaan terbesarnya adalah, duluan mana "tanggung jawab" atau "kebebasan"?

kan sering kan ya, kita mendengar kata bebas bertanggung jawab. Bahwa setiap kebebasan menuntut tanggung jawab. Setiap perbuatan ada konsekwensinya. Setiap aksi ada reaksi. Tapi, kalau diperhatikan, kebebasan semacam itu tak sepenuhnya bebas. Seolah-olah tiap kebabasan itu punya beban 'tanggung jawab'. Selama ada kata 'beban' bukan bebas namanya. Mangkanya eh mangkanya, saya lebih suka kalau 'tanggung jawab' yang mendahului 'kebebasan'*.


Tanggung Jawab dulu lah.... 

Sebenarnya tanggung jawablah yang mendahului kebebasan. Semakin besar kamu sanggup bertanggung jawab, semakin banyak kebebasan yang kamu punya. Jadi, saat pertama kamu memiliki sebuah blog, yang pertama kali harus diukur adalah kemampuanmu bertanggung jawab. Memang benar, itu blogmu. Kamu mendapatkannya secara gratis dari Google. Google juga tak menetapkan banyak syarat untuk membatasimu. Kamu bisa memposting apa saja sesukamu. Tapi ya itu tadi. Yang dilihat jangan kebebasannya dulu, tapi batas kemampuanmu untuk bertanggung jawab sampai mana dulu?

Kadang, karena dibutakan oleh kebebasan yang terbentang di depan, kita jadi lupa diri dengan kesanggupan kita bertanggungjawab.

Kalau kamu tidak sanggup dibenci, jangan menulis postingan yang mengundang kebencian. Kalau tak sengaja, kamu pun masih bisa minta maaf. Tapi, saya sendiri salut pada mereka yang memposisikan diri di daerah rawan: dalam artian ia sanggup dibenci. Itu berarti, orang-orang seperti ini memiliki bidang tanggung jawab yang lebih luas dari orang kebanyakan. Karena kemampuannya bertanggungjawab lebih besar, maka kebebasan yang ia miliki untuk mengekspresikan diripun lebih banyak.

Yang paling konyol adalah ketika seseorang yang tak sanggup bertanggung jawab banyak, tapi menuntut kebebasan sebesar-besarnya. Ibarat orang punya lahan cuma satu are tapi ngarep mbangun rumah sampek satu hektar, ujung-ujungnya ya bikin rusuh! Kalau tidak sanggup dibacarakan blak-blakan, jangan ngomongin orang dengan blak-blakan! (ngelirik Nuel/sembari mengenang kasus terdahulu). Jangan maunya dimengerti tapi tidak mau mengerti orang lain.

Mungkin, untuk urusan ngeblog, tidak dibutuhkan aturan baku harus begini dan begitu. Yang paling dibutuhkan sebenarnya adalah 'tanggung jawab'. Tidak apa-apa menjadi orang berengsek, blak-blakan, menyebalkan, cerewet, tukang kritik, narsis, ataupun berantakan. Tidak apa-apa menjadi beda dan dibenci. Hidup ini kan penuh warna. Sekarang, tunjukkan warnamu! hijau, kuning, merah, biru?

dan... biasanya orang yang bebas, dibenci sebanyak ia disukai....

________________________________________________________________
 * Kalau tidak salah saya pernah baca tentang kebebasan semacam ini di bukunya pak Frans Magnis Suseno: Etika Dasar. Buku jadul dan sering dicetak ulang, yang saya baca terbitan tahun 1987, tapi masih enak dibaca (coba aja cari di perpustakaan terdekat ^^).

Komentar

  1. warnaku msh tetep pink kok Huda liat aja bilikku..hehhehe ^_^, hmmm, ak ga tau sih ini ngomongin apa atau siapa, tp yg ak tangkap*emangnya apaan kok ditangkap?? cm kl ttg ngeblog yg ber-etika alias bertanggungjwb ya ak pst setujulah..meskipun blog adalah milik pribadi tp kl ada yg baca n merasa tersinggung piye??, tiap org itu terlihat dr caranya dia menulis, kalau yg dia tulis isinya marah2 melulu, atau ngomongin org lain yg negatif melulu, yah yg baca jg pst mikir 'nih org jutek amat yak' n semacam itulah..., kl yg dia tulis jg ngejelek-jelekin org lain di blognya...yaaa dia mesti siap jg dijelek-jelekin org lain jg...hidup adalah keseimbangan bukan???^_^, setiap kebaikan kita sekecill apapun asal ihklas pst ada balasannya, begitu jg sebaliknya..., jd kl kt sll berpikir demikian ada yg mengontrol tiap tindakan kt termasuk tindakan kita saat menulis di blog. Semua ada konsekuensinya.. benar sekali.Ok

    BalasHapus
  2. hmm etika ngeblog ya?
    kalo menurut aku sendiri etika ngeblog itu gak jauh beda sama bang Huda cuma aku nambahin respect atau hormat..

    Hormat yang aku maksud itu adalah menghormati hak orang lain menulis..setiap orangkan punya hak dan hak hak orang itu dibatasi dengan hak orang lain juga..(jangan bilang kalo bingung, heheee)

    Jadi kalo anda menemukan postingan yang menurut kalian itu cukup kasar ato nyentil ato kalian bilang gak ber-etika, biarin aja, hak tu orang mau nulis apa meski jelek sekali pun..

    Kita sbg readers gak perlu mengapresiasi tulisan orang itu (maksudnya gak perlu kasih komen ato gak usah follow dy ato bahkan jgn dtg lg k blog itu) nanti itu org sadar sendiri..

    Eh btw komen aku panjeng bgt ye..udah dulu deh, harap jgn muntah baca'a,hehe..

    Oiy satu lagi jangan nyuri tulisan orang!! itu kelewatan! kalo mau repost tuh bilang2 terus kasih link back, kasian yg nulis,hiks..itu namanya tidak bertanggung jawab dan menlanggar hak asasi blogger!!hhee

    sekian

    BalasHapus
  3. mb tiwi@
    eh masih PINK ya? ini ga ngomongin siapa-siapa kok. Cuman kemarin dapat tag tentang etika ngeblog dari si Nuel.

    mungkin sopan santun itu datang dengan sendirinya ya? kalau kita nulisnya sopan dan ga macem-macem, otomatis feed backnya juga sopan dan ga macem-macem gitu yah. jadi kalau ga sanggup dijelek-jelekin, jangan jelek-jelekin orang atas nama kebebasan berekspressi, bukan begitu?

    benar sekali ok ^^

    tapi selama dia sanggup mengemban semua resiko, yah, ga apa-apa juga si mb..

    bukan begitu?


    mb Nyla@
    hahaha, ga kok ga muntah..

    sebaiknya sih emang begitu. Kalau emang ingin menjalani dunia blog yang adem ayem, aman tentrem ^^

    tapi aku sendiri sudah dua kali terbelit konflik, heheheheh (termasuk blogger rese' kah saya?)

    BalasHapus
  4. wah yaa sebenernya yang bener mikir dulu laah kira-kira ntar materi yang ditulis tuhbakalan jadi kontroversi atau nggak. *plaak..

    kalo diminta bebas dulu atau tanggung jawab dulu, yaa susah.. tanggung jawab dilakukan setelah ada perlakuannya kan?

    BalasHapus
  5. klo masalah perbuatan, entah kenapa saya justru beranggapan, bebas yang bertanggung jawablah yg benar.
    karena pada dasarnya, di bawh langit manapun qt, tidak ada kebebasan yg benar2 kebebasan. kita selalu terbatasi norma, sebuah pembatas. dan dalam norma sellu ada tanggung jawab. Yah, mempertanggungjawabkan norma yg di anut di wilayah itu.
    #maaf, bukan menggurui. ini murni sekedar pendapat, sya suka berdidkusi. :D

    tp klo etika nge-blog, kayaknya semua dah tahu, sya sepakat sma yg punya wall dan smua komen. cuma pengen nambahkan sedikit. Nge-blog = be your self, its more than anything, krena ciri khas adalh daya tarik sendiri untuk rajin berkunjung. hehehe.. ngomong apa sya. komen jdi panjang gini, kyaknya kena sugesti dari komen2 sebelumnya. hehhe

    well, salam kenal...:D

    BalasHapus
  6. setuju ama gaphe... tanggung jawab emang belakangan munculnya. dan saya belajarnya soal itu dari kamu. makasih hud udah diingetin. hehehehe.....

    BalasHapus
  7. gara2 post special kamu buatku waktu itu (yg ada namakunya), aku jadi berhati2 bangeeet buat nulis di blooog. you're my best friend even just in hereee. hehehhee


    btw linknya aku cateeet yaaah buat dikumpulin dalam satu postingan khusus soal etika ngebllooogg... rencananya besok jam 8 udah kepublish tulisannya. ada juga looh tulisan22 dari blogger2 lain selain kamu. hahahha

    BalasHapus
  8. makasih udah sharing hal ini ^_^

    BalasHapus
  9. "mau ngeblog? monggoo....
    Ga ada poin-poin aneh yang harus dipatuhi. BEBAS.asal..TANGGUNG JAWAB!"

    ((dikutip dari salah satu blogger,semoga dia mengizinkan. Amin!))

    BalasHapus
  10. yup hak kebebasan setiap orang itu dibatasi oleh hak kebebasan orang yang lain.
    kalau dalam urusan ngeblog yah dipikir pakai logika dan akal sehat dahulu, karena sesuatu yang sudah menyebar di internet itu menjadi barang publik, jadi tulisan harus bisa dipertanggungjawabkan, kalau sudah merasa bisa bertanggungjawab ya silahkan bebas deh tapi jangan menyinggung orang lain juga, tentunya kita juga gg mau disinggung kan hhehhe opini saya loh

    BalasHapus
  11. "dan... biasanya, orang bebas dibenci sebanyak ia disukai...." masa iya sih mas?

    maksudnya piye yo?

    BalasHapus
  12. tul betul intinya harus ada tanggung jawab dan pengendalian diri *ehh :p
    aku suka sama yg kamu tulis (Jangan maunya dimengerti tapi tidak mau mengerti orang lain.) ini yg selalu tidak disadari oleh orang :)

    BalasHapus
  13. etika = batas
    intikali = tidak terbatas :P

    BalasHapus
  14. haha.pokoknya saya suka tulisan ini :p

    BalasHapus
  15. gaphe and accilong@

    menurut saya sih ya, kebebasan adalah buah dari tanggung jawab. Bukan sebaliknya. Misal nih,
    kalau orang dah punya pekerjaan dan menghasilkan uang sendiri, (misalnya) kebebasan yang ia punya akan lebih besar daripada yang masih tergantung sama orang tuanya. *kira-kira itu salah satu contohnya.

    so, sebenernya, semakin kamu bisa bertanggung jawab, semakin banyak kebebasan yang kamu punya.

    infact, kemampuan kita bertanggung jawab memang terbatas. But still, kebebasan yang lahir dari tanggung jawab, pasti lebih bermakna. karena didasarai atas kesadaran. 'sadar kemampuan dirinya.'

    Beda dengan bebas yang dipengaruhi euforia. "gue bebas. ini blog-blog gue" tapi belum tentu sanggup menanggung akibatnya. kebebasan yang ia punya hanya di awal tok, semu, karena beban tanggung jawab sudah nunggu di belakang.

    BalasHapus
  16. accilong@
    eh, lupa tadi ngucapin terima kasih, ^^
    salam kenal ya... jangan kapok berkunjung ke sini :)

    Nuel@
    wokeeeh dicatet aja bos.
    kemarin saya emmang sempat abca satu dua postingan yang lain. bagus-bagus ^^

    tapi akan lebih keren lagi kalau kamu kumpulin linknya, agar bisa baca semuanya sekaligus. trims yak!

    jangan kapok jadi temen saya..

    mb Rifka@
    sama-sama mb ^^

    Faiza@
    rasa-rasanya saya mengenal kalimat itu, hahahaha

    Fictions world@
    hi, bebas kok beropini :)
    setuju sama kamu. hargai perasaan orang lain juga lah... sekalipun bebas, tapi saling menghormati kan ga ada ruginya, betul begitu? ^^

    rapi@
    kayanya tuh kalimat perlu di edit: "orang yang bebas, biasanya dibenci sebanyak ia disukai".

    gak semua orang bisa hidup bebas, free spirit gitulah.... mungkin orang-orang yang milih jalan hidup kaya gitu cenderung dipojokkan, tapi pasti ada penggemarnya sendiri.

    intinya sih, jadi orang bebas, harus siap dibenci sekaligus disukai.

    Mb Ria Nugroho@
    hehehe, senang deh, kalau mb ria juga senang :)

    John Terro@
    daan??

    YeN@
    makasi ~~"

    BalasHapus
  17. Beuh. awalnya saya kira kebebasan dulu baru tanggung jawab. tau-taunya kebulak ya...

    BalasHapus
  18. Post yang bagus sekali. Like this!

    Kebebasan kita memang tidak hanya berbatasan dengan kebebasan orang lain, tapi juga bergantung dari kapasitas tanggung jawab kita. Biar pembaca tambah jelas dengan maksud postingmu yang bagus itu, saya nambahin dikit gak apa-apa ya.

    Dalam hal berbatasan dengan kebebasan orang lain, kita tidak bisa berkata, "Lhah, ini blog gue, jadi gue bebas mau nulis apa aja dunk!"

    Kalau memang seperti itu prinsipnya, sebaiknya tutup saja blog itu, jangan sampai dilihat atau dibaca orang lain. Karena sifatnya publik (dilihat dan dibaca orang lain), maka kebebasan penulis blog akan berbatasan dengan kebebasan (calon) pengunjung dan pembaca isi blognya. Meskipun itu blog milik kita sendiri, dan kita isi dengan tulisan milik kita sendiri, tapi blog itu sudah masuk ke ruang publik. Karena telah menjadi bagian dari publik (orang lain), maka kebebasannya tidak bisa mutlak.

    Nah, dalam hal kebebasan di atas yang berbatasan dengan kebebasan orang lain, kebebasan kita juga bergantung pada kapasitas tanggung jawab kita. Artinya, kebebasan yang mungkin dimiliki oleh seorang blogger belum tentu dapat kita miliki pula.

    Misalnya, blogger A bisa saja menulis topik-topik matematika yang penuh hitung-hitungan rumit. Bagi si A, menulis hal itu mungkin bukan masalah, tapi kita belum tentu layak menulis hal yang sama. Kenapa? Karena perbedaan kapasitas tanggung jawab.

    Blogger A di atas bisa bebas menulis hal-hal rumit tentang matematika karena dia memiliki pengetahuan yang memadai atas hal itu, sehingga dia bisa bertanggung jawab penuh pada apa yang ditulisnya. Sedangkan kita belum tentu memiliki pengetahuan sepadan itu, sehingga kita belum tentu mampu mempertanggungjawabkannya jika maksa menulis topik yang sama.

    Kesimpulannya, dalam konteks ngeblog, kebebasan kita tidak hanya dibatasi kebebasan orang lain (pembaca blog kita), tapi juga dibatasi oleh kapasitas tanggung jawab kita (kemampuan yang kita miliki).

    @Yen, tentu saja kamu suka posting ini. Wong kamu juga suka yang lainnya dari blog ini. Hehe...

    @Eks, kamu dimana nih...?

    BalasHapus
  19. @Hoeda Manis, saya suka yang terakhir itu "lah wong kamu juga suka yang lainnya dari blog ini.hehe..."

    BalasHapus
  20. eks@
    engga' mutlak bener si, ini cuman opini aja, atau sudut pandang saya mengenai ngeblog dan kebebasan.

    hauhauahauahu

    Hoeda Manis@
    wow, terima kasih atas komennya mas. rasa-rasanya jadi tambah jelas dengan komen anda. tanks. I like it, kecuali bagian: "tentu saja kamu suka posting ini. Wong kamu juga suka yang lainnya dari blog ini. Hehe..."

    --"

    BalasHapus
  21. ada postingan khusus buat kamu --> http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2011/06/etika-ngeblog-di-mata-para-blogger.html

    BalasHapus
  22. nuel@
    yups, sudah saya chek kok.
    trims...

    BalasHapus
  23. @Hoeda Manis: padahal komen kita sama2 like this post..

    BalasHapus
  24. @Yen, ho'oh, wong aku juga suka hal lain di blog ini kok, yaitu template-nya. Hehe...

    BalasHapus
  25. sebenarnya hidup di dunia maya juga ada kesamaan dengan hidup di dunia nyata.. kita bisa bebas berbuat semau kita, namun semua perbuatan pasti ada balasannya..

    BalasHapus
  26. @Hoeda Manis: Nah, berarti kita sama kan? #toss dulu..

    BalasHapus
  27. ada kejutan buat anda di blog saya.
    hehhehe

    BalasHapus
  28. adryan nurdien@
    yaps, betul... sepalat deh pokoknya. meski di dunia maya buakn berarti boleh sembarangan...


    yang lain@
    terimakasih....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton