Tuhan: percaya atau tahu?

.
Kalau diingat-ingat saya masih ada satu hutang sama pembaca blog ini. Itu pun kalau masih pada ingat. Jadi dulu, saat pertama kali nulis postingan bertema: person of the week, saya memilih OSHO sebagai orang pertama untuk dibicarakan. Sampai kemudian ada salah satu komentar yang meminta saya, kalau bisa, menulis tentang pikiran-pikiran si Osho yang saya anggap 'beda'.

Well, sampai sekarang buku Osho itu belum dibalikin sama teman saya. Hehehehe. Tapi ini juga bukan alasan mengapa selama ini saya belum memposting tentang si Osho lagi. Wokeh, daripada kebanyakan prolog, berikut adalah salah satu gagasan yang saya baca di bukunya (lupa bukunya yang mana). Tulisannya di buku itu tidak persis seperti ini sih. Di bawah ini saya memakai bahasa saya saja>>setelah menyimpulkan.

Percaya dan Tahu

Saat hari mendung dan hari menjadi gelap, perlukah kita percaya bahwa matahari itu ada? Saat kau berada di dalam kamar misalnya, kemudian dari jendela kamu melihat halaman belakang rumah mulai gelap, kamu tak perlu panik dan mengecek keluar mencari tahu apakah matahari masih ada atau tidak. Kamu tahu matahari ada di sana, dan ini cuma mendung. Bahkan dari dedaunan yang hijau kita tahu ada sinar matahari yang memberi nutrisi pada daun itu, ada hujan, ada awan, ada samudera nun jauh sana yang menguap dan membentuk awan itu.

Kita tak perlu mempercayainya karena kita sudah tahu dan pengetahuan ini ada pada kita karena kita mengalaminya. Pengetahuan lahir dari pengalaman. Kita mengalaminya sehari-hari, kemudian kita pun tahu. Jadi, kalau saat hari mendung dan kita berkoar-koar ke semua orang bahwa “aku percaya matahari itu ada”, orang-orang akan menganggap kita tolol. Tentu saja matahari itu ada. Kau tidak perlu memberi tahu mereka karena mereka pun mengalaminya. Mereka tahu sendiri hal itu. Saat kita tahu, percaya sama sekali tidak dibutuhkan.


Lalu bagaimana dengan percaya kepada Tuhan? Masihkah kita perlu percaya kepada Tuhan?

Singat saya sih (sori ga bisa buka bukunya/masi dipinjem) di situ Osho menyindir orang-orang theis dan atheis yang berdebat mengenai kepercayaan mereka kepada Tuhan. Theis yang percaya dan Atheis yang tidak percaya. Bagi Osho, sebenarnya mereka sama saja. Theis mengajukan bukti-bukti adanya Tuhan, sementara atheis mengajukan bukti-bukti ketiadaan Tuhan. Ini merupakan perseteruan abadi karena masing-masing tak mencoba untuk mencari tahu lewat pengalamannya sendiri.

Jadi apakah Tuhan itu benar-benar ada? Mungkin iya mungkin juga tidak. Mungkin kita suatu hari akan tahu, dan mungkin juga tidak akan pernah tahu. Tapi sesuatu yang belum dapat dibuktikan bukan berarti tidak ada. Di situlah letak menariknya. Tinggal kamu sendiri sih yang memutuskan mau memilih percaya (atau tidak percaya) atau mencari tahu sendiri lewat pengalamanmu sehari-hari.

Hidup cuma sekali. :)



Saya tidak tahu Osho itu theis atau engga'. Saya kira dia zen atau apalah...(ga ngerti). Yang pasti baca-baca pemikirannya memang memberi efek segar ke otak kita.

Komentar

  1. jadi tak perlu bilang2 bahwa kita percaya bahwa Tuhan ada, karena pada dasarnya kita semua tahu Tuhan ada..

    :p

    BalasHapus
  2. percaya itu bermula karena kita tahu.. kemudian jadilah kita percaya.. Kita gak mungkin percaya tanpa tahu.. (bolak balik aje lu >_< ) hhehe..

    Jadi gue tau ada Tuhan makannya gue percaya.. Sesat ato enggak urusan ntar..yang penting damai!hhehe

    BalasHapus
  3. YeN@
    mmm... sebenernya ga ada yang ngelarang si mau bilang "aku percaya Tuhan" hehehe.

    well, kalau kamu tahu Tuhan, itu malah lebih bagus lagi, gituloh.

    NylaBaker@
    yak betul, yang penting damai, hahahaha.

    BalasHapus
  4. yaaaa...saya juga ga bilang ada larangan untuk mengatakan percaya pada Tuhan..hehehe

    BalasHapus
  5. YeN@
    iyaa... kamu ga pernah bilang gitu..

    kita akur kan? hum? *ngajak salaman...

    BalasHapus
  6. memang sejak kapan kita bertengkar?haha.. *boleh deh salaman

    BalasHapus
  7. YeN@
    udah ah.. ntar muncul gosip lagi kaya kemaren..

    hahah

    BalasHapus
  8. Waduh, bacaanmu ngeri juga ya. Osho. Kayaknya pernah denger namanya. Ada nama depan/belakangnya gak? Kasih tau judul-judulnya dunk, biar aku bisa hunting bukunya.

    "Saat kita tahu, percaya sama sekali tidak dibutuhkan." Setuju.

    Ehm, omong2, Yus Yulianto kemana nih? :)

    BalasHapus
  9. Hoeda Manis@
    eh, ngeri ya? kalau ke perpus kadang nyasar ke rak buku-buku filsafat. tapi dulu nemu bukunya dalam rangka mengasah bahasa inggris aja si.

    namanya Osho. ada nama aselinya: India, tapi lebih dikenal dengan sebutan Osho (ada situsnya kok). Buku yang sudah terbit di Indonesia judulnya Emotional Learning.

    kalau yang bahasa Inggris banyak. cuman saya baru baca dua, hehehe.

    *ehm, yus kemana y? yus..ne ada yang kangen... xixixixi #dikeplak

    @john Terro@
    ??

    BalasHapus
  10. @Hoeda Manis << apa anda membaca percakapan dua manusia berbeda kelamin itu dikotak komentar ini?? hem??

    BalasHapus
  11. oooh, jadi kata-kata "saya tidak mempercayai Tuhan, tapi saya tahu Tuhan itu ada" tuh kata-katanya osho ya. saya pernah baca entah dimana.

    kalo ngga salah, ada sebutan untuk orang-orang macam osho ini. bukan atheis bukan juga theis. kalo ngga salah, dia percaya sama tuhan, tapi dia ngga beragama, ngga berdoa, ngga beribadah, dan semacamnya. dan kalo ngga salah lagi, albert einstein juga kayak gitu orangnya.

    pasti salah semua... :))

    BalasHapus
  12. @Eks, iya, makanya aku nyari kamu. Tadi kupikir kamu cuma bercanda, eh ternyata bener. :D

    BalasHapus
  13. ini kok malah jadi ladang gosip..?? hadeeeeh...

    Eks@
    istilahnya Agnostik (kalau aku ga salah). Agnostik tuh ga milih percaya ataupun engga', mereka hanya menunda>>dalam rangka mencari tahu. intinya sih, terbuka untuk semua kemungkinan.

    kalau aku ga salah.

    ga tw juga apa si albert einstein agnostik, tapi bisa jadi juga sih. it could be! :)

    BalasHapus
  14. setahu saya Albert Einstein diketahui sebagai seorang yang percaya ada Tuhan tapi tidak menganut agama apa pun

    BalasHapus
  15. @Hoeda Manis, semua yang saya ucapkan adalah apa yang saya lihat...*huahuahauhauhauahu

    @Huda Tula, ooh, itu sebutannya ya. apa kalo ada seorang muslim menjadi agnoistik dia boleh disebut 'kafir'?

    @YeN, TADI SAYA JUGA TULIS BEGITU

    BalasHapus
  16. iya om yus..
    maafkan saya mengulang statement anda.. :p

    BalasHapus
  17. YeN@
    owh gitu ya...
    hmmm... saya malah ketinggalan banget soal si Einstein, padahal pernah nulis tentang dia di sini, hahaha.

    >>apa anda membaca percakapan dua manusia berjenis kelamin sama itu di kotak komentar ini? hem?

    BalasHapus
  18. Eks@
    nah...kalau soal kafir ga kafir saya ga tahu, hahaha.

    kadang sebutan tidaklah penting... yang penting tuh hidup dan bagaimana kita mau ngisi hidup ini. life is all yours....
    #edisi sokbijak.

    BalasHapus
  19. @all, setahuku juga gitu. Percaya Tuhan, tapi tidak mau beragama, itulah agnostik. Kayaknya sih bukan cuma Einstein aja yang gitu. Banyak tokoh lain yang juga agnostik, meski secara diam-diam.

    @Eks, entah kenapa aku tuh selalu ketawa kalau baca tulisanmu. :)

    BalasHapus
  20. @YeN, ok, saya maafkan.

    @Huda Tula, hiks hiks ">>apa anda membaca percakapan dua manusia berjenis kelamin sama itu di kotak komentar ini? hem?" <-- opo iki??

    yang paling bikin ngeri adalah, 'kita' udah memilih sebuah jalan yang kita anggap benar, tapi salah dimata Tuhan. pie iki?

    @Hoeda Manis, benar sekali. kalo ngga salah, kebanyakan orang-orang yang ber-iq diatas rata-rata tuh pada milih jadi agnoistik.

    halaah, baca tulisanku aja baru kemaren-kemaren... :P

    BalasHapus
  21. Hoeda Manis@
    rata-rata pemikir atau ilmuwan, kalau ga agnostik, mereka atheis soliter gitu y? kalaupun beragama, bisanya keberagamaannya agak keluar dari pakem.

    >>pertanyaannya, bagaimana dengan anda? saya lihat tulisan anda kan penuh dengan buah pikiran? hehehe.

    BalasHapus
  22. @Eks, iya, itu pun kebanyakan tulisanmu yang di kolom komentar blog orang, hehe...

    @Huda Tula, wah, jawabannya bisa panjang campur rumit nih. Ntar aja deh aku posting di blog. Soalnya kalau aku tulis di sini, ntar lebih panjang dari postingmu, hehe.

    @Yen, ayo muncul lagi dunk. :)

    BalasHapus
  23. ada apa om Hoeda Manis??kangen yah??hahahaha

    blog sampeyan dikasih kotak komen dooooong...
    biar aku bisa nyampah.hahahh :D

    BalasHapus
  24. Hoeda Manis@
    hahaha gitu ya?
    humm...pasti menarik kalau dituang ke postingan? gimana? #membujuk neh.

    >omong2 soal tulisannya Eks, betul banget. Tuh anak tulisannya khas (jangan GR yak!). terkesan kayak ada anak lima tahun yang masak karbitan, hahahaha LOL. bagus ding, lucu dan yah gitulah pokoknya.

    YeN@
    hahahaha...

    BalasHapus
  25. @Yen, ntar kapan2 kalo ada yang spesial, aku kasih kolom komentar di blog deh, biar pembaca yang mau nyampah atau muntah bisa punya kesempatan, hehe... Oya, manggilnya aku "Dek" aja ya, wong aku baru swit seventin. Kupingku rasanya geli kalo dipanggil Om, berasa kayak Om-om senang, gitu. :D

    @Huda Tula, sebenarnya udah kutulis, tinggal nunggu diposting. Nanti nyari waktu yang tepat. Postingmu mengenai tulisan Yus tempo hari itu betul. Tulisannya berkesan serius, tapi yang baca bisa ketawa.

    @Eks, >>apa anda membaca percakapan dua manusia berjenis kelamin sama dan berbeda itu di kotak komentar ini? hem?"

    BalasHapus
  26. Hoeda Manis@
    ok deh mas, ditunggu postingannya.
    sukses juga buat proyek bukunya...
    :)





    Gud nite all...

    BalasHapus
  27. @Hoeda Manis, ini yang dimaksud 'Yus' itu siapa siih?

    @Huda Tula, anak lima tahun karbitan?

    BalasHapus
  28. eks@
    wew, nama aselimu kan sudah diketahui bersama: yus yulianto?? iya ga si..

    dduududu jangan tersinggung.... itu sama sekali ga ada maksut menghina. saya termasuk penggeamr tulisan anda.
    *akur kan kita?

    BalasHapus
  29. @Huda Tula, akur akur. selain menggemari tulisannya, pasti menggemari penulisnya juga, iya kan?

    karbitan itu apaan? ngga pernah denger...

    BalasHapus
  30. Eks@
    sudah saya jelasin lewat chat.
    ---


    Faiza@
    napa ga melalat aja? siapa tahu ada yang salah mohon dilalat sekalian (diralat ding).

    BalasHapus
  31. asalamualaikum ... nyrempet filsafat ya mas huda ..^^ nice post ..

    pertama,ijinkan saya menjawab dengan kemusliman saya ," bayangkan ciptaaan Allah dan Alam semesta itu termasuk mewakili bagaimana kebesaran dan keberadaan ALLAH SWT "

    kedua,semoga,harap,mudah2an,menanti keputusan bagus,menanti hasil maksimal dalam suatu usaha, sudah cukup membuktikan betapa berharapnya manusia kepada Sesuatu agar terjadi ,Yupz Berharap Kepada Dzat Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang untuk meluluskan apa yan gkita inginkan walau tak secara langusng atau bahkan bisikan kecil di dalam hati ..

    afwan

    BalasHapus
  32. Tuhan ada ato Nggak??? tanya aja ama mereka yang udah mati. pasti lebih tau. :P

    BalasHapus
  33. yup masalah Tuhan ada atau tidak memang selalu jadi hot topic selamanya. dan selalu mnarik untuk diperbincangkan. heheehe. kalo saya sih, saya cenderung cuek, tapi bukan agnostik looh. ssaya percaya Tuhan itu ada tapi ga mempeributkannya. yang saya peributkan malah soal agama hud. soal kenapa banyak agama di dunia. itu yang bikin saya bingung.

    kalo soal Tuhan, saya percaya dia ada walau ga terlihat secara kasat mata. karena, menurutku, segala hal yang ada di dunia ini pastilah ada yang menyebabkannya. ga mungkin tercipta sendiri. itu yang mendasari saya percaya keberadaan Tuhan.

    tapi kalo dibilang saya teisme, enggak juga hud. saya juga ke gerja masih suka males2an dan kadang juga bolong2. jarang berdoa+baca alkitab. hehehe.... tapi saya juga bukan atheisme yang menolak keberadaan Tuhan. Saya juga bukan agnostik yang masih meragukan Tuhan. :)

    PS: btw eks sama lo terlibat pembicaraan serius yah? hahahhaha.....

    BalasHapus
  34. mungkin ilmuwan itu yang menjadi agnostik maupun atheisme, mungkin biar mereka semakin bebas hud mencari segala jawaban atas segala fenomena yang ada. padahal menurutku ga semua dan ga selamanya ilmu pengetahuan mampu menjelaskan semuanya. contohnyaa something about mistik. mampukah iptek menjelaskan itu semua? gw pernah baca ada kejadian paku masuk ke dalam tubuh manusia dan semua dokternya ga mampu menjelaskannya. secara itu ilmu SANTET. gw rasa para ilmuwan bule sono ga mungkin bisa menjelaskan fenomena itu. malah ga mungkin bisa menjelaskan fenomena kuda lumping yang gara2 kesurupan bisa makan beling. nonsense!!!!! itu bukti kelemahan ilmu pengetahuan menurut gw hud.

    BalasHapus
  35. saya baru dengar kata OSHO yang ternyata dia adalah manusia, hehe

    intinya semua pemikiran yang datang dari orang-orang harus disikapi secara bijaksana. coba dilihat dari sudut pandang yang lain. dan yang terpenting adalah, kita juga harus punya basic(ilmu maksudnya), biar nggak menelan mentah-mentah. biar nggak cuman mengenal warna hitam dan putih saja, kan ada merah,kuning, hijau dilangit yang biru.. *ehhh?? -.-a

    BalasHapus
  36. @Hoeda Manies: apa om?? baru swit seventi?? memangnya om bukan om-om senang ya? :p

    BalasHapus
  37. brigadir kopi@
    heee...
    makasi mas.. syukran!

    Aina@
    nah, mangkanya kita nunggu jawaban darimu neh? pye? xixixixi


    Nuel@
    bukan theis, bukan atheis, bukan agnostik? terus??

    mungkin mengelempokkan kaya gitu untuk memudahkan saja kali ya? hubungan manusia ma Tuhannya kan personal (bagi yang percaya tuhan), pokoknya begitulah...

    >>engga' teralu serius sebenernya, hehehehe.

    dan.. saya bukan penyembah ilmu pengetahuan kok. setelah abca-baca bukunya si ajahn brahm si, jadi tahu kalau ilmu pengetahuan juga bisa berisi doktrin buta.

    Faizani@
    yak betul sekali..
    intinya emang di situ si. jangan percaya mentah-mentah sama apa yang kita dengar atau baca. jangan sampai orang bilang A kita ikutan bilang A.

    naah.. yang disindir ma OSHO tuh sikap seperti ini sebenernya.

    BalasHapus
  38. mmmmph, mungkin bisa dibilang agama ktp kali yah kalo di indonesia. hehehhe... dan aku bangga itu. ketimbang ngaku sholeh tapi kelakuannya bejaaat. pilih mana hud? hehhehe....

    agama gw (kristen) gw berusaha amalin ajarannya walau ga taat2 amat sih.

    BalasHapus
  39. yup setuju... ilmu pengetahuan ga selamanya bener.... :)

    BalasHapus
  40. nuel@
    he'eh, betul betul betul. asal moralitas ga sampai hilang aja. yang paling miris sebenernya, kekerasan atas nama agama. kadang aku ga habis pikir, bagaimana agama yang begitu 'indah' bisa menjadi alasan untuk melakukan kekerasan atau perang.

    ga cuman sekarang ini, tapi dari jaman dulu. iya ga?

    BalasHapus
  41. Well, berbicara soal ini emang bakal panjang bgt..haha dan saya tidak mau yg berkepanjangan..hohohoho

    btw, saya salah satu dari yang percaya Tuhan dan saya sangant menyukai perbedaan apa pun yang terjadi akibat kepercayaan pada Tuhan. sungguh indah dan membuktikan bahwa setiap kita tidak perlu terlalu sama.:)

    BalasHapus
  42. Rose@
    saya juga sangat menyukai perbedaan :)

    kalau semua sama, pasti boring ya?

    BalasHapus
  43. tak perlu memperdebatkan Tuhan
    yang percaya ya silakan percaya
    yang tidak ya silakan tidak :)

    BalasHapus
  44. artmira@
    eh, ada artmira, halo salam kenal..:) wkwkwk

    engga' kok, ga ada yang debat di sini...hehehe

    BalasHapus
  45. wee..
    kok jadi forum nih hehehe.
    ngikut aja deh, nonton komentar

    BalasHapus
  46. geafry Necolsen@
    tw neh bang, malah begosip juga..

    Aina@
    heh, siang-siang dah gentayangan.. xixixixi..

    BalasHapus
  47. yup saya stuju soal itu .. :(


    btw ada tag buat anda.. diliat yaaaah

    http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2011/06/etika-ngeblog-menurut-gw.html

    BalasHapus
  48. betul juga. tergantung kita percaya atau tidak :D

    salam kenal :D

    BalasHapus
  49. Wah, komentarnya da mirip forum lebih panjang dari artikelnya. Dan ada Mas Hoeda Manis juga disini ikut nimbrung. Saya ketinggalan rupanya.

    Saya seorang muslim, Mas dan komentar saya tentang masalah Tuhan, yaitu jangan hanya memandanganya dari sudut logika saja. Mengapa? Karena logika itu sangat nisbi (relatif). Apa yang diyakini benar dan masuk akal saat ini belum tentu di masa akan datang akan tetap selalu benar. Faktanya selalu begitu.

    Kalau urusan menyangkut agama, dengan Tuhan kalau kata Ustad saya hanya satu kata "Percaya" jangan pakai logika.

    Terdengarnya naif, ya kalau diframe pakai logika berpikir orang modern yang semua serba pakai logika? Tapi benar, kita harus percaya ada hal-hal yang akal kita memang tak bisa menjangkaunya.

    BalasHapus
  50. Menurutku sih simpel aja... tergantung kepercayaan masing2 ajalah. :)

    Apa kabar? maaf baru sempat mampir lagi kesini.. setelah sekian lama absen.

    BalasHapus
  51. hedeeeh,... gw ga mudeng ama bacaan lu,,, theis,, atheis,, ga ngerti gw. hahahaaa..... *jujur

    BalasHapus
  52. pemikiran yang menarik, tapi perlu kehati-hatian untuk memahaminya...
    hidup cuma sekali.. :)

    eniwei, template barunya keren! ayo maz, ajarin download and masangnya, hehehhe

    dah bisa dibuka neh blogku.. :D

    BalasHapus
  53. Sebebarnya mau jujur, sy lbh suka tulisanmu versi kocak. (br ngeblog dah ngritik seorang bloger sejati, #plakk)

    BalasHapus
  54. nuel@
    oke bos, udah saya baca. tentang etika ngeblog gitu kan?


    Ipah@
    hi salam kenal juga :)
    terima kasih ya.


    Mas Joko Sutarto@
    ngg... ga na'if ko mas. heheheh.
    mungkin, pada akhirnya, yang terpenting adalah sikap seseorang terhadap kehidupan kali ya? kalau dengan 'percaya' kepada Tuhan kualitas hidup lebih baik, berarti itu lebih baik.

    tapi kalau bagi seseorang percaya saja tidak cukup, dan dalam pergulatannya ia menjadi lebih memaknai hidup, mungkin itu juga lebih baik.

    Asal saling menghormati aja ya? tidak merasa superior satu sama lain. Kadang kan yang atheis menganggap yang theis kampungan. sementara yang theis nganggap yang atheis ga punya moral, ^^.

    mb reni@
    hi mb reni.. apa kabar juga :)
    udah lama ga ngeblog lagi. senang mb nya udah balik..

    yups, yang penting saling menghormati juga.

    Mila said@
    iya deh ga apa-apa ga ngerti, yang penting saya dapat oleh-oleh dari malaka #nodong.

    Rapi@
    haha, iya harus hati-hati. hidup cuma sekali, jangan sampai rugi.

    ntar sabtu aku ke puskot. nyok, sekalian ngeblog..^^

    Kimmi@
    haahaa, just feel free to give saran and kritik, heheheh.

    ini saya ngepost dalam rangka bayar janji sih. coz dulu pernah ngepost soal si Osho.

    zone@
    wow, menarik..^^

    salam eknal ya, trims kunjungannya.

    Eks@
    >>perbedaan itu memang indah.. :)

    BalasHapus
  55. Jadi apakah Tuhan itu benar-benar ada? waduhh kl sy pny pikiran spt itu bs2 sy sdh melenceng jauhhh dr rel heheh krn banyaknya godaan duniawi yg memabukkan, tp setelah pengalamn sy selama ini yg sll diselamatkanNYA mk sy termsk penganut Tuhan sll ada di sampingku menyayangiku..Amin. I love u GOD.

    BalasHapus
  56. Saya kira pembuktian Tuhan itu mudah selama kita masih isa berfikir jernih, logis, dan tidak angkuh. Segala sesuatu pasti ada pembuatnya. Blog ini ada pembuatnya, internet ada pembuatnya, semua pasti ada pembuatnya. Jika pemikiran ini kita lanjutkan terus, akhirnya kita harus mengakui bahwa segala sesuatu pasti ada pembuatnya.

    Sebagai contoh sederhana: Kita bisa saja mengatakan bahwa manusia ini hasil evolusi atau berasal dari organisme mikro dari luar angkasa. Tetap saja semua pernyataan itu akan berakhir dengan pembuat awal.

    Permasalahan ini tidak sederhana. Seperti disebutkan di atas, hidup ini hanya sekali. Orang-orang yang salah memilih dalam masa hidupnya tidak akan punya kesempatan untuk berbalik dan berubah pikiran. Tidak ada cerita orang mati hidup lagi dan memperbaiki kesalahannya.

    BalasHapus
  57. Tiwi@
    hahahaha... I love your comment mb Tiwi, *wink wink ^^


    mas Japrie@
    iya mas, tentu dibutuhkan pikiran yang jernih dan tidak angkuh :)

    I love those words....

    Dan apapun kesimpulannya, kesimpulan itu menjadi milik si orang tersebut. Karena kesimpulannya itu lahir dari pengalaman-pengalamannya pribadi, dan dipertanggungjawabkan secara pribadi pula.

    >>kalau saya si melihatnya bukan sebagai sikap yang angkuh. Apa yang saya tangkap dari tulisannya Osho waktu itu adalah; jangan berhenti pada kata percaya. Mencari tahu akan membuat seseorang lebih aktif dalam pencarian makna hidup. :)

    BalasHapus
  58. percaya dunk adanya Tuhan karena selalu ada keajaiban2 yang diberikan Tuhan dalam hidupku :D

    BalasHapus
  59. cara yang paling terbaik adalah menari tau sendiri. jangan langsung percaya gitu aja. Yup that's right.

    BalasHapus
  60. gue gak bisa banyangin kalau gak ada Tuhan dipikiran gue,pasti hidup gue berantakan

    BalasHapus
  61. agak ga paham sama bagian theis dan atheis mengajukan bukti ada atau tidak adanya Tuhan. kalau bukan dari pengalaman sendiri, trus buktinya dari mana? kayaknya agak mustahil aja gitu, kalau mereka tahu ada atau tidak adanya Tuhan cuma sekedar bersumber dari referensi sama buku-buku.

    oia, ngmg2 buku yg belum dibalikin, jadi agak kesindir ni .. ;p

    BalasHapus
  62. harus diawali dari ketidaktahuan
    lalu harus mencari tahu
    agar kemudian bisa percaya
    dan bukan sekedar warisan..

    kayaknya
    hihi...

    BalasHapus
  63. ria nugroho@
    glad to know that.. :)

    nuel@
    yak begitulah..

    I-one@
    ya udah, jangan dibayangkan aja kalau gitu, hehehe. gimana lombanya? dapat I-pad? kalau menang, pinem yak. hhihihi

    john Terro@
    terima kasih..
    hehehe

    cho@
    eh, bukumu kan belum saya balikin juga ya? hahaha, satu minggu lagi plis, belum habis bacanya (maaf lama....:D)

    rawins@
    hahaha, saya suka komentarnya mas..

    trims telah berkunjung :)

    BalasHapus
  64. saya percaya Tuhan itu ada.
    Dan saya Tahu, tuhan itu memang beneran ada.

    BalasHapus
  65. gapapa, dua minggu jga boleh .. aku masih suka baca2 ajahn brahm nya pas lagi suntuk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton