Review Buku HitamPutih; Kumpulan Catatan Perjalanan

Sudah lama saya penasaran, sama tulisan mba' blogger yang satu ini. Apa gerangan yang membuatnya terasa spesial? Di awal-awal saya kenal  Blog HitamPutih, saya pernah meninggalkan jejak di kotak komentar. Bertanya apakah dia sudah menerbitkan buku dan judul bukunya apa saja (saat itu yang terpikir oleh saya, dia sudah menerbitkan dua atau tiga judul ^^V). Namun ternyata, saat itu pertanyaan saya dikacangin --”. Wuuuu, fans kecewa.

Untungnya setelah sekian waktu berselang, dia akhirnya benar-benar menerbitkan sebuah buku. Yap, buku perdananya berjudul HitamPutih; Kumpulan Catatan Perjalanan, yang covernya kebetulan didesain oleh seseorang yang saya kenal. Saya benar-benar salut. Di tengah kesibukannya sebagai wanita karir, istri dan ibu dari dua orang anak, ia masih sempat menerbitkan buku. Bahkan sekarang ia tengah menggarap novelnya (hayoo... siap-siap pada nabung dari sekarang yak!).

HitamPutih

Hitam dan Putih adalah dua warna kesukaan beliau. Hitam Putih, tulisnya dalam pengantar buku ini, “adalah cara saya memandang dunia. Setidaknya dunia yang saya lihat”. Coba saja simak catatannya yang berjudul; Penjual Mainan dan Laba-laba, Laki-laki Itu; Jangan Menatapnya Hina, Kotak Rejeki, dan Mereka Memanggilku Luna. Menurut saya di situ nuansa HitamPutihnya kental sekali.

Dalam catatan “Laki-laki Itu; Jangan Menatapnya Hina” (favorit saya banget), si penulis bercerita tentang pengalamannya saat jalan-jalan bersama keluarga. Sampai kemudian saat mereka berteduh di Halte, ada seorang laki-laki yang memikul karung putih kumal. Pemandangan yang membuat siapapun langsung miris. Saya sendiripun sering merasa sedih (kasihan) jika melihat pemandangan semacam itu. Namun, dengan sudut pandang HitamPutihnya, penulis membiarkan laki-laki itu bicara. Bahwa ia (laki-laki itu) baik-baik saja. Bahwa tak ada alasan untuk menatapnya hina. Atau coba simak catatan beliau berjudul Penjual Mainan dan Laba-laba, tentang para penjual mainan yang dilarang berjualan di area sekolah. Si penulis tidak terperangkap dalam rasa kasihan yang berlarut-larut. Kalau di tangan penulis medioker, saya yakin pengalaman semacam itu paling-paling akan diolah menjadi tulisan yang kritis, penuh amarah, keluh kesah, atau kekesalan (biasanya kepada pemerintah).

Saya rasa di situlah letak kekuatan buku ini. Lewat sudut pandang HitamPutih-nya seolah-olah berkata, Hei! dunia ini memang tidak sempurna. Kadang hidup ini memang berat tapi itu bukan alasan untuk larut dalam kemurungan. Kadang kita bersinggungan dengan kehidupan-kehidupan orang lain yang membuat kita bersedih, membuat kita berandai-andai kalau saja dunia bisa lebih baik dan cukup bagi semua orang. Tapi yah, sebagaimana Hitam yang kuat namun kelam, dan Putih yang suci tetapi lemah, seperti itulah hidup! Selalu ada dua sisi yang bisa kita lihat....

Terakhir, saya suka gaya bahasa beliau. Terutama saat ia melakukan pengulangan-pengulangan. Iramanya dapet banget! Buku ini berisi 83 catatan (termasuk di dalamnya puisi-puisi dalam bahasa Indonesia dan Inggris). Cerita-ceritanya sendiri diambil dari pengalaman sehari-hari beliau di rumah, jalan, dan kantor (ibu-ibu wanita karir perlu baca buku yang satu ini ^^)

Best Quote

“Ah, saya selalu sedih melihat potret seperti itu. Potret laki-laki yang menaggung beban karung di punggungnya dan beban-beban lain di dalam karung itu. Dan beban-beban lain di laki-laki itu, di lengannya, di jemarinya, di sandal yang dikenakannya, di pakaian yang melekat di tubuhnya. Di debu yang menempel di rambutnya, di dalam lembaran uang dan kartu identitas yang ada di saku celananya, kalau ia punya, di garis-garis wajahnya. Dan... di dalam tatapan orang-orang yang melihatnya, di dalam itu semua.” (halaman 135)

Komentar

  1. quote of the day : ".....yang covernya kebetulan didesain oleh seseorang yang saya kenal." #ngakak.

    tapi bener banget, surprise gila baca buku ini... mbak Rifka mau nerbitin novel ya? nunggu giveawaynya ah.... siapa tau menang lagi :P

    BalasHapus
  2. loh bukannya sampul depannya didesain ama Mas Huda ya ?

    BalasHapus
  3. aina@
    wuuuu... kalao ga menang piye? MINJEM?

    Tiara Putri@
    eheheheheh..
    iya, it was me!

    BalasHapus
  4. minjem kamu wis Hud.... ntar nek kamu yang desain cover novel Mbak rifka lagi kan pasti dapet bonus buku gratisan :P

    BalasHapus
  5. orang pelit ntar kalo meninggal dirubung belatung lho ^^V

    BalasHapus
  6. aina@
    siapa yang pelit? yang ga mau beli siapa hayoh??

    BalasHapus
  7. kan tadi ngomongin soal aku mo pinjem buku ama kamu... weeeeeeeeeee...... kamunya bilang "gaaaah" berarti pelit. weeeeee

    BalasHapus
  8. ya ya ... sayangnya aku belum punya buku ini :P

    BalasHapus
  9. lah, bukannya yg desain tuh buku mang huda yg punya kaplingan blog ini? :D

    BalasHapus
  10. Aina@
    tidak bisaaaaaaaaaaa......
    pokoknya tidak bisaa..
    #halah apa-apaan ini

    Akane@
    hayoh, beli aja...:)

    John Terro@
    kemarin ga menang ya john, hahauahauhaauahu

    mb Accilong@
    iya... yang desain covernya namanya Huda Tula. saya kenal banget ma anak itu..

    YeN@
    hmm hmm... baca aja..

    BalasHapus
  11. TIga tulisan itu termasuk juga favorit saya Da, keren ya?..

    mari kita menabung untuk membeli novelnya. hahahaaasyaah

    nggak promosiin diri sendiri udah bikin covernya?

    BalasHapus
  12. hud mau nanya.... kamu sebagai desainer kavernya dapet sampel bukunya ga? minimal soft copynya gitu?

    btw maaf nih rada kepo nanyanya.... dibayar ga sama mvak rifka waktu desainnya? secara kan buat tujuan komersil.... :p

    BalasHapus
  13. mau donk bukunya, #ada yang mau neraktir??? tagih yg mo ultah ah... (sapa yah??hmppp)

    BalasHapus
  14. gaphe@
    engga'ah... malu mempromosikan diri sendiri. saya kan orangnya low profile.. #caah low profile..

    john terro@
    haha,cobalah di kesempatan berikutnya..

    Nuel@
    inuuuuull... bikin prtanyaan yang lain kenapa??
    kepo. pergi kau dari sini!

    Faiza@
    eh kamu tahu dari mana kalau ultahku bulan Juli
    --"

    BalasHapus
  15. saya juga suka tulisan-tulisannya mba rifka, tapi belum sempat beli bukunya... ^_^

    BalasHapus
  16. ooooooo pamerrrr deh bang,
    siapa gitu yang desain covernya,,
    hahhaha

    jadi mau baca juga, cari dmana yaa?
    hhe

    BalasHapus
  17. Berapaan hoed?
    seharusnya di akhir tulisanmu written: yg mau beli silahkan hubungi :huda tula sang kreator cover buku. hehe

    eh serius, berapaan? indie ya itu? alias gk di deliver ke TB-TB gitu?

    BalasHapus
  18. iya ini aku mencoba ikutan giveaway nya kang Pakies

    BalasHapus
  19. ah ini mah sebenarnya bagian dari proses buat promosi bener kan hud? Sukses dah walopun cuma nyumbang otak kirinya doang hahaha eh kanan apa kiri ya...

    Iya tdk sedikit orang kalo melihat orang yg musti di kasihani ujung2nya mengkambinghitamkan pihak lain tanpa mereward pesan dari kejadian tsb...

    BalasHapus
  20. Mengaku low profile dengan mencoba tdk mengakui karya kamu (cover). Mumpung kita2 mengakui hehe kalo ga capek buat kamu promosiin lagi bro..

    BalasHapus
  21. ngeliat reviewnya kayaknya kerennnn deh bukunya tapi lg kantong kering T____T baca reviewmu bikin aku tambah mupeng

    BalasHapus
  22. mas Huda kenal bgt lah sama yg cover in..

    pemikiran hitam putih ala mba Rifka itu benar bgt menurut saya, karena setiap orang dpt perannya masing2. Saya benar g suka kalo oran melihat orang lain rendah dan merasa kasihan, padahl harsunya mengagumi orang tersebut dgn apa pun keahlian yg dimiliki mau perannya jadi pemungut sampah ato presiden

    BalasHapus
  23. huaaaaaaa.. saya belum baca bukunya secara utuh, baru preview nya aja yg di nulis buku, huaaaaaa mupeng deh, penasaraaannn jugaaa

    pinjem dunk :D

    BalasHapus
  24. Reviewnya mantap nih jadi penasaran banget pengen baca bukunya... :)
    Boleh pinjem..? #gakmodal

    BalasHapus
  25. huahauuah, saya ngga kenal sama yang buat covernya.

    jadi, penulisnya ngga mengkambinghitamkan pemerintah ya? saya suka, sama seperti saya orangnya. :D

    BalasHapus
  26. cuma bisa penasaran doang...
    toko buku jauh banget
    nasib jadi orang pedalaman...

    BalasHapus
  27. Eh, itu pertanyaan si Noel perlu dijawab lho. Hehe, siapa tahu kapan2 aku perlu bikinin sampul kaya gitu kan jadi ngerti. :D

    BalasHapus
  28. all@
    aduh.. gimana ini ngebalesnya...
    bagi yang penasaran dan ingin tahu caranya dapat uku ini, bisa hubungi saja mb Rifka, atau kunjungi blog beliau :)

    bagi yang penasaran soal cover, kirim email ke saya aja, hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton