Norwegian Wood


Akhirnya, selesai juga baca buku yang satu ini. Malu juga sama Cho—kelamaan minjem, hehheeh. Jangan salahkan buku ini kalau saya ngebacanya lama. Buku ini sama sekali tidak membosankan, bahasanya sederhana, mengalir, dan enak dibaca. Judul buku ini: Norwegian Wood, diambil dari salah satu judul lagu The Beatles. Hingga review ini ditulis, saya belum tahu seperti apa lagu itu. Di buku ini, selain soal seks dan kematian, sesekali tokoh-tokohnya membicarakan musik. Terutama Reiko san yang diceritakan sangat pandai bermain alat musik.

Tokoh utama dalam novel ini bernama Toru Watanabe. Ceritaya dimulai saat dia sudah berusia 37 tahun. Sewaktu pesawatnya hendak mendarat di Jerman, samar-samar ia mendengar lagu The Beatles; Norwegian Wood, dan ia pun langsung terkenang dengan masa-masa kuliahnya dulu. Terutama dengan Naoko. Siapa gerangan Naoko? Naoko adalah cinta pertama si Watanabe. Awalnya sih, dia adalah kekasihnya Kizuki—sahabat karib Watanabe. Namun, saat mereka masih berusia 17 tahun, Kizuki bunuh diri.

Lambat laun, hubungan antara Watanabe dan Naoko pun merekat. Salah satu bagian yang mendapat cukup banyak porsi dalam novel ini adalah saat Watanabe mengunjungi Naoko di rumah sakit jiwa. Selanjutnya kita pun berkenalan dengan tokoh penting lainnya; Reiko san, perempuan paruh baya teman sekamar Naoko. Reiko san sangat pandai memainkan gitar. Ia bisa memainkan sebuah lagu meski baru pertama kali mendengarnya. Sesekali Naoko merequest lagu darinya, dan salah satu favorit Naoko adalah; Norwegian Wood.

Sementara itu, di kampus, ada perempuan badung (yang agak sinting) bernama Midori. Ia adalah teman sekelas Watanabe di kelas Sejarah Drama. Percakapan-percakapannya yang polos, terutama saat membahas masalah seks benar-benar bikin ketawa. Lama-lama saya pun jatuh cinta sama kebadungannya si Midori.

Seks, Kematian, dan Kehampaan

Hampir semua karakter dalam novel ini dirudung oleh kemurungan. Namun hal demikian tak membuat ceritanya jadi termehek-mehek. Saat Midori bercerita tentang kematian ibunya misalnya. Di situ Midori samasekali tidak bisa menangis saking hampanya. Atau saat Watanabe melewatkan senja hari sendirian di kamarnya. Intinya sih, kita bisa merasakan kehampaan yang dirasakan tokoh-okohnya tanpa membuat kita muak dan bosan dengan buku ini.

Kematian adalah salah satu bahasan yang paling awal dibahas. Di usianya yang masih muda, 17 tahun, Watanabe kehilangan sahabat karibnya yang bunuh diri: Kizuki. Kematian ini memang cukup membekas dan sangat memengaruhi kehidupan Watanabe selanjutnya. Sementara si Naoko, saat masih sekolah, secara tanpa sengaja menemukan jasad kakaknya yang gantung diri di kamar. Kakak yang sangat dia idolakan. Atau Hatsumi (sori spoiler dikit), perempuan yang sangat anggun, kekasih Nagaswasan yang Playboy itu, bertahun-tahun kemudian bunuh diri saat ia sudah berumahtangga. Termasuk juga kematian ibu dan ayah Midori.

Yang tidak kalah penting adalah 'seks'. Banyak adegan seks yang diceritakan dalam novel ini. Mulai dari yang datar-datar saja, cuma sekilas, sampai yang cukup detil. Tapi saya tidak perlu menulisnya lagi di sini.

Dari skala 5, buku ini saya kasih 5! I like it! Perfect deh pokoknya.


Best Quote

Sebenarnya banyak sekali kalimat-kalimat menarik yang saya sukai dalam novel ini. Tapi untuk best Quote, saya pilih yang satu ini:

“Mengasihanidiri sendiri adalah tindakan orang hina.”
(diucapkanoleh Ngasawasan di halaman 456)



Komentar

  1. wah, kalo yang sekes detilnya ditulis disini, pasti seru ya.

    BalasHapus
  2. gaaah, ntar blog ku di kasi bendera kaya blognya si John dulu.

    BalasHapus
  3. ini salah satu wishlist ku! Pinjeeeem >.<

    BalasHapus
  4. hmmm, daku mana sempat baca novel...*sok sibuk bgt

    BalasHapus
  5. ana@
    sayangnya aku juga minjem, hehehe. bagus! Ga bakal nyesel. Kebetulan yang kubaca dah cetakan ke 5. berarti penggemarnya emang banyak.

    Mb Tiwi@
    hehehe, yang penting selalu sempat baca Al Qur'an kan mba? *wink wink

    BalasHapus
  6. sepertinya aku belum siap baca buku ini :p

    BalasHapus
  7. ternyata direview ta? tertarik baca yg lainnya? aku punya e-booknya :p tapi ah, ngga usah deh, paling juga ngga dibaca, hehehe.

    pilgrimage-nya jadi aku pinjem y. nanti a sms lagi kapan waktunya :)

    BalasHapus
  8. Oke, saya gak akan mengasihani diri saya lagi. *semangat*

    BalasHapus
  9. Gila ya, Hude sudah jadi blogger sejati dengan review yang makin dahsyat... congrats bro :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton