May We Live Long And Die Out



May we live long and die out adalah tagline yang dipakai oleh sebuah pergerakan bernama VHEMT (dibaca: vehement). VHEMT itu singkatan dari Voluntary Human Extinction Movement.

Kalau dalam bahasa Indonesia, Voluntary Human Extinction Movement adalah sebuah pergerakan "punah secara suka rela". Siapa yang mesti punah? Tentu saja manusia. Salah satu caranya adalah dengan menghindari berkembang biak (maksudnya punya keturunan kali ya?). Kalau saya baca-baca nih, pergerakan ini lahir dari keprihatinan atas kondisi bumi yang dirusak oleh manusia. Karena sudah banyak spesies yang punah demi kelangsungan hidup manusia, jadi, menurut 'vehement' ini, sudah waktunya manusia yang mengorbankan diri demi kelangsungan ekologi--atau spesies lain. Dan, bagi vehement, jalan terbaiknya adalah dengan memilih punah secara suka rela. ^^"

Apakah itu berarti anggotanya harus bunuh diri?

Kalau yang saya baca-baca sih, engga' (tapi yang saya baca juga baru beberapa). Sesuai taglinenya "may we live long"--sebisa mungkin sih, kita hidup panjang umur dan sehat kemudian mati senormal mungkin. Hohoho.

Bagaimana? Ada yang tertarik?

Di situs resminya sendiri ditekankan kalau VHEMT ini bukan organisasi, melainkan sebuah pergerakan. Saya sendiri ga ngerti bedanya di mana, LOL.

Saya pertama kali tahu yang namanya VHEMT saat baca bukunya Alan Weisman yang berjudul The World Without Us (Bumi Tanpa Manusia). Di bab-bab akhir buku itu sempat disinggung mengenai prosentasi kemungkinan punahnya manusia dari muka bumi. Kata salah satu ilmuwan di buku itu sih, pada akhirnya--mau tidak mau--manusia akan punah. Nah, sementara membahas soal kemungkinan punahnya manusia, disinggunglah sedikit mengenai VHEMT ini. Seingat saya cuma dibahas beberapa paragraf. Tapi saya cukup penasaran sama yang namanya VHEMT ini, dan langsung googling. Kemudian sampailah saya di situs resminya, di SINI.



***

Omong-omong, dua harian ini saya kopdaran sama salah satu bolgger asal Surabaya. Siapakah dia? hehe, tunggu saja ceritanya di blog yang bersangkutan. :)


.

Komentar

  1. wah, ditunggu cerita kopdarnya... :D

    BalasHapus
  2. waduh mas, jangan-jangan teori ini yang menjadikan JIL jadi semangat ni melakukan suicide @.@
    toh mau tidak mau, manusia akan punah,

    BalasHapus
  3. Aku juga sudah baca buku The World Without Us itu! Dan aku setuju sih dengan VHEMT ini. Manusia gak usah banyak beranak-pinak deh! Bumi udah terlalu padat dihuni sama manusia. *siap2 dilempar bata*

    BalasHapus
  4. manusia emang bertugas jadi khalifah dibumi, mengolah dan menjaga kestabilannya.. klo tugas itu tdak berjalan dengan baik... VHEMT emang bener siih...


    sapa2 temen kopdarnya.. cew nih roman2nya bang?

    BalasHapus
  5. Yus Yulianto@
    selamat menunggu, haha.

    Arif Khumaidi@
    loh, emang beneran JIL mempromosikan suicide? Atau jangan-jangan ada yang mengkambinghitamkan JIL nih. hohoh.

    Kimi@
    haha... kalo ada bata yang melayang ke Lampung, yang pasti bukan aku yang ngelempar loh.

    Titoheyzi@
    hei, welcomeback. kayanya dah lama nih ga muncul.

    Paling enggak, gerakan VHEMT ini jadi bisa jadi bahan refleksi diri lah.

    haha, iya cewek. :))

    BalasHapus
  6. Konsepnya menyeramkan euy! Seriusss... :|

    BalasHapus
  7. mb syam@
    jadi g tertarik gabung nih ceritanya?
    #hoho

    BalasHapus
  8. jangan-jangan pergerakan ini termasuk dari propaganda yang dimainkan secara manis oleh agent-agent New World Order,

    salah satunya yang saya tau sih memang mengurangi populasi manusia misalnya dengan KB atau segala macam dengan konsep yang mempunyai pendekatan yang masuk akal, agar hanya tertinggal "ras" mereka yang unggul dan terpilih membangun tatanan dunia baru..

    saya rasa jauh sebelum ini, ISLAM telah memberikan solusi tentang kompleksitas masalah yang ada di dunia, hanya bagi mereka yang berfikir ISLAM hanya sebuah agama tak berhubungan dengan kehidupan dan memang memsiahkannya dari kehidupan (sekuler) maka akan sia-sia..

    wallahua'lam..

    -One Finger Underground Movement-

    BalasHapus
  9. Wuidihhhh, yunce komennya sadissss qaqaa -salam satu jari-

    @mashuda
    gak ah, punah? Wew... serem amat. terus ditaro dimuseum gitu? oh no! #polos

    BalasHapus
  10. Yudi Darmawan@
    yep, wallahua'lam.

    entah motivasinya emang murni keprihatinan, atau memang propaganda untuk mempertahankan ras tertentu, saya sih enggak tahu.

    BalasHapus
  11. mb syam@
    beh, serius banget yah manggil saya 'mas'...hehehe

    entahlah, bakal ada museum apa enggak. kalo manusianya punah, siapa yang datang ke museumnya coba?

    BalasHapus
  12. Lah itu namaku masih ada mb-nya jg :)), deal call me syam and i'll call u Om, eh... Huda. ahaha, lagian tuaan situ kalee. ntar kualat lagi. hahaha...

    Jangankan mikir siapa yg datang kemuseumnya, kira2 yg buat trus menata museumnya siapa yah? *garuk2 kepala* dan *inigeje*

    #ngaburr^^

    BalasHapus
  13. syam@
    iya deh.. deal... (takut kualat)

    >>mbuhlah siapa yang ngurus museumnya. yang pasti bukan saya :))

    BalasHapus
  14. gimana bedainnya ya...
    bukankah pergerakan juga perlu diorganisir..?

    BalasHapus
  15. haha..!
    dua blogger yang bisa dibilang sudah tidak (muda) lagi saling mempermasalahkan panggilan..!

    buakakak..

    kembali ke laptop,
    tentang organisasi atau pergerakan atau apalah yang sedang kita bicarakan ini, saya rasa terlalu mengkambing hitamkan generasi penerus kita yang belum tentu mempunyai watak perusak seperti kita, bisa jadi mereka nanti lebih pintar memanfaatkan teknologi yang go green, dan memang sepertinya saat ini pun sudah mengarah kesana..

    mungkin lebih tepat ini adalah komunitas orang-orang pesimis terhadap masa depannya, analoginya: bukannya mencari cara membunuh virus di tubuh orang yang sakit, malah membunuh orangnya beserta virusnya, haha..

    untunglah kita berpegang pada aqidah yang mengisyaratkan untuk terus berketurunan (yang baik)..

    -Salam Metal Satu Jari-
    haha..

    BalasHapus
  16. wuuuaahh, saya enggak tertarik untuk bergabung sama vehement.

    Alasannya: ngikut alasannya bung Yudi Darmawan aja deh. Sependapat dg pemikiran beliau.

    BalasHapus
  17. Hem....seperti tindakan seseorang yang merasa diujung harapan akan membenahi bumi dan isinya ya..

    wew....katanya ceritanya mungkin masih lama.....

    :p

    BalasHapus
  18. Kalo organisasi lebih teratur, Hud... Kalau pergerakan, nggak.... Seyahuku kayak gitu sih..

    Sebetulnya untuk menjaga ekosistem atau ekologi, nggak harus sefrontal itu.... Cukup dibatasi aja kelahirannya.. Dan mulai mencintai alam... Itu pemikiran yang keliru tuh... Kamu ngga terpengaruh kan? :P

    BalasHapus
  19. hahaha-entah kenapa baca entri yg ini bawaannya mau ketawa aja padahal yg dibahas juga kepunahan suka rela :D

    menurutku bakal banyak yg protes-di sisi lain orang berlomba2 ingin sehat, awet muda, panjang umur sampai berbagai hal dicoba dari yg unik mpe nyleneh...u know lah :D jd bakal pada protes kalau gerakan ini tiba2 menjadi kewajiban setiap org buat ngelakuin yg tersebut di atas :D mati suka rela, punah dg sendirinya :D


    ngebaca aja udah nyletuk "eh, ada2 aja" apalagi kalau liat minimal tahu beneran ada seseorang yg menganut paham vehement ...gpp lah ya aku bilangnya paham :P

    BalasHapus
  20. Wah aku baru tau tuh tentang VHEMT, thanks for share :)

    Ayo dong kamu juga ceritain kopdarnya disini Huda...

    BalasHapus
  21. hmmm saya sih ga tertarik buat ikutan dan bisa dibilang sepertinya saya tidak setuju sama VHEMT.

    bagaimanapun kepunahan suatu mahkluk biasanya cenderung akan diikuti kekacauan. apalagi kalo liat film children of men. kita butuh generasi muda. hidup akan menjadi sangat putus asa tanpa adanya penerus.

    menurut saya sih mending kita menjaga/mempertahankan keseimbangan :p

    BalasHapus
  22. oh iya, kenapa kopdarnya ga diceritain sih... -.-

    BalasHapus
  23. jadi kapan ni rencananya mas huda mau memunahkan diri secara sukarela? :p

    daripada memunahkan diri, bukannya mendingan menjadikan bumi ini tempat yag lebih baik buat dihuni? lagian kalau semua orang baik pada memunahkan diri, kayaknya bakal sia2 aja deh. mending juga orang2 yg pada korupsi ditaro di kamar gas ato kursi listrik, biar dunia tambah lega ..

    BalasHapus
  24. Rawins@
    hu'um, saya juga ga ngerti. mungkin cuma menyebar paham saja. jadi tanpa diorganisir, orang yang sepaham akan menolak 'berkembang biak' dengan suka rela. Mungkin..

    Yudi Darmawan@
    hahaha, tw neh. *kalo masi dua puluh tahunan boleh lah dibilang masih muda :)

    ooo gitu ya. jadi mungkin, ya tidak kalah penting adalah, mewariskan pengetahuan mengenai pelestarian lingkungan. jadi generasi berikutnya lebih berkesaran gitu ya...

    *ehm, salam metal lima jari deh..

    enha@
    hehehe....

    Ika@
    cerita apanya Ka'? pembenahan bumi yang masih lama gitu ya?

    Nuel@
    hehehehe... aku sih ga menganggapnya keliru. aku menganggapnya menarik aja. :)

    Ajeng@
    emang banyak yang protes. kayanya banyak juga yang menjadikan gerakan ini lelucon. tapi kalo ngeliat motif mereka, sebenarnya tujuannya mulia..

    mungkin

    Chichi@
    yup, just for share
    udah diceritain tuh..

    YeN@
    hmmm..sekarang aku jadi pengen nonton film children of Men.

    Chus@
    kapan ya? ga ada rencana tuh... lagian juga kalo sudah tiba waktunya mati yaa... mati aja deh. :)

    BalasHapus
  25. cerita kopdarnya. tapi,sekarang udah di posting koq :D

    BalasHapus

Posting Komentar