Tentang Seorang Tuan Rumah Yang Melarikan Diri dari Pesta yang Dia Adakan Sendiri

.
 
Suatu hari Mulla Nasruddin mengadakan sebuah pesta untuk teman-temannya dan beberapa orang asing yang tidak dikenalnya. Pesta yang dia adakan begitu membosankan dan separuh malam berlalu begitu saja tanpa ada hal-hal seru yang terjadi. Orang-orang mulai mengantuk dan berharap pesta itu cepat-cepat selesai, agar mereka bisa segera pulang dan tidur.

Sampai kemudian salah seorang tamu asing di pesta itu nyeletuk kepada Nasruddin, "ini adalah pesta paling membosankan yang pernah kuhadiri. Kuharap pesta ini cepat-cepat usai dan aku bisa pulang dan segera tidur."

Well, tentu saja si tamu asing ini tidak tahu kalau Nasruddin adalah tuan rumah dalam acara tersebut.

Kemudian si Nasruddin menjawab, "Wah, aku baru saja mau bilang begitu. Aku sendiri juga belum pernah tuh mengunjungi pesta omong kosong macam ini. Sampai-sampai aku ingin kabur secepatnya dari sini."

Lalu tiba-tiba mereka mendapat ide untuk segera kabur dari pesta itu. Tanpa sepengetahuan siapapun di pesta itu, mereka kabur lewat pintu belakang. Sesampainya di luar, si orang asing itu dengan cepat berlari mengambil arah jalan pulang ke rumahnya. Sementara si Nasruddin untuk beberapa saat kebingungan. Beberapa detik kemudian dia langsung teringat. "Sebentar-sebentar," teriaknya. Si orang asing langsung menghentikan langkahnya. "Aku harus kembali," ujar Nasruddin. "Aku tidak mungkin kabur. Akulah tuan rumahnya."

***

Saya tidak tahu bagaimana reaksi kalian saat membaca cerita ini. Garing? ketawa? atau ketawa garing? Awalnya saya menganggap cerita ini sebagai cerita lucu biasa. Tapi kalau diperhatiakn, sebenarnya ini adalah cerita lucu bernuansa suram#halah. Atau paling tidak itulah kesan yang saya tangkap.

Ibaratnya nih, hidup kita ini seperti sebuah pesta. Ada banyak tamu yang keluar masuk, datang dan pergi. Sebagian kita kenal, sebagian lainnya tidak. Nah, ada masanya pesta atau hidup kita itu begitu menjemukan. Sampai-sampai semua tamu jenuh dan ingin cepat-cepat pergi. Kadang begitu menjemukannya, kita sendiripun ingin kabur. Kadang kamu langsung ingat dan segera kembali. Tapi bisa saja kamu kabur terlalu jauh. Lupa jalan pulang, hidupmu sudah demikian terbengkalai dan kamu tidak tahu bagaimana caranya memulai lagi.#curcol

Omong-omong soal kabur, sekarang ini kita justru punya banyak sekali fasilitas untuk kabur. Kita bisa saja kabur ke dunia maya, menghabiskan berjam-jam di depan internet--karena di kehidupan nyata kita kelewat suntuk. Atau kabur ke televisi. Atau kabur dalam lamunan. Atau bisa saja kabur ke video game. Ironisnya, saya termasuk manusia yang mudah sekali kabur kalau berhadapan dengan kejenuhan.

Bagaimana dengan kalian? Apa kalian punya kesimpulan lain?





Komentar

  1. Hahahhaha, iyya nih mas sepakat sekali dg ceritane. Kadang kita merasa menjadi orang yang paling menyebalkan ditongkrongan, padahal sebenarnya gak gitu2 juga. Mungkin kitanya aja yg emang lagi jenuh kali yah sehingga semua orang menjadi begitu menjenuhkan #anothercurcol :)

    Tapi kalo lg pengen kabur saya biasanya tidur mas, kl ke dunia maya biasanya tetep aja gak asik kl emang didunia nyatanya lg gak asik. #eaa #curcolagain

    *selamat menjadi org yg membosankan*

    Hahahha :)))

    BalasHapus
  2. iya sih ... aku juga kabur ke intikali saat bosan

    BalasHapus
  3. ikut setuju aja bang.. @.@
    aku juga suka kabur kalau sudah jemu, cari suasana yang lain.

    BalasHapus
  4. hahaha....

    konyol tuh tuan rumahnya... amnesia kali ya? :P

    BalasHapus
  5. saya pernah dengar cerita ini ..

    kesimpulannya, kabur adalah salah satu cara cepat yg ada di pikiran orang yg sedang jenuh.

    BalasHapus
  6. asal jangan sampai kabur yg justru tersesat di jalur yg jauh dari tempat pelarian yg layak. kaya masuk situs POR** hehe

    BalasHapus
  7. paradok kesepian di tengah keramaian kan selalu ada bro...

    BalasHapus
  8. Hem...bagiku kabur itu gak masalah sih, malah dalam titik tertentu itu malah sangat dibutuhkan sekali.

    Tapi, yang terpenting adalah kita punya arah yang benar-benar kita tuju dan rambu-rambu, meskipun kita sedang kabur. Jadi, kita gak akan berlarut-larut dalam kekaburannya kita. Dan yang terpenting, dalam kekaburan kita kita juga harus punya misi. Sehingga saat kita kembali dari kaburnya kita, kita gak bingung lagi mau ngapain, justru malah "lari" nya dari cepat daripada sebelumnya.

    Begitu menurutQ...

    BalasHapus
  9. kalo lg jenuh saya kabur ke pantai yang sepi. atau berjam-jam memandang bulan di malam hari :)

    BalasHapus
  10. sebenernya kalau pestanya ga meriah, mari kita meriahkan!! kita meriahkan dengan kabur2an!! :)) #ngacotingkattinggi

    BalasHapus
  11. hemm,,, kita memang punya banyak tempat untuk melarikan diri dari kebosanan. tapi kalu melarikan diri terus, kapan kita menyelesaikan pekerjaan yang membuat kita bosan. so harus di lawan kebosanan dengan Motivasi diri sendiri. :)

    BalasHapus
  12. kalo lagi jenuh, saya akan merasa jenuh #halah

    BalasHapus
  13. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    hilangkan rasa gengsi mu untuk maju lebih baik.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus
  14. menurutku cerita ini sama sekali nggak ada selera humornya-soale pas aku baca juga biasa2 aja reaksiku. Justru yang luar biasa pas ngebaca tanggapanmu tentang cerita di atas... kurang-lebih sama sih, aku juga suka lari ke mana-mana kalau lagi jenuh ama kerjaan-jenuh ama kuliah-jenuh ama kemalasan2 tak berarti-jenuh ama kegiatan masak-memasak di rumah dsb. panjang kalau dicritain di sini.


    Tapi bener nggak sih kalau kita menghindar dari kejenuhan tadi itu tandanya kita belum beranjak dewasa?! Soalnya ibuku bilang gitu T_T

    BalasHapus
  15. mengaburkan diri kadang membuat masalah tidak mengikuti kita.. meski hanya untuk sesaat..

    BalasHapus

Posting Komentar