Quote Of The Day#8

Antara anonim atau lupa siapa yang ngucapin


"Seseorang bisa dianggap teman jika kehadirannya lebih dirindukan daripada ketakhadirannya."
...


Saya lupa siapa yang pernah mengucapkan kalimat itu. Saya juga lupa pernah membaca/mendengar kalimat itu di mana. Mungkin saya pernah membacanya di sebuah buku, mungkin di toilet umum, mungkin di sebuah film, mungkin juga status teman. Well... yang pasti, saat pertama kali tahu kalimat itu, saya tidak begitu terkesan. Makanya saya lupa siapa yang mengatakannya dan dimana saya membacanya #padahal emang pelupa. Kalau dibaca sekilas, kedengarannya klies sih. Kalau kita punya teman, sudah pasti kita akan merindukan keberadaan teman kita itu. Apalagi kalau sudah lama ga ketemu.

Pertanyaannya, kalau kamu lebih merindukan ketidakhadiran seseorang daripada kehadirannya, orang itu kamu anggap apa? 


Misalnya kamu punya seorang teman. Mungkin dia awalnya teman dari temanmu. Lambat laun, dia pun masuk dalam lingkar pertemananmu. Mungkin awalnya kamu enjoy-enjoy saja. Tapi lama-lama, kehadirannya cukup mengganggu. Sampai-sampai kamu berharap dia jauh-jauh dari hidupmu. Bahkan berpapasan di jalan pun males. Kalau dia datang main ke rumah, kamu berharap dia cepar-cepat pulang. Mungkin karena orangnya memang menjengkellkan, mungkin dia jorok dan tidak bertanggung jawab, mungkin karena orangnya suka seenaknya, atau mungkin cara bertemanmu memang berbeda dengan cara bertemannya dia. Dan kamu pun mulai berpikir, sebenarnya pertemananmu dengannya lebih banyak ruginya ketimbang untungnya.

Kalau itu sudah terjadi, apa yang akan kamu lakukan? Mengabaikannya begitu saja--mengingat ga ada ruginya daripada temenan terus, atau tetap bertahan dan percaya bahwa pertemanan itu suatu hari nanti pasti ada manfaatnya?

Apakah orang semacam itu ada di antara teman-teman kalian? Orang-orang yang bikin jengah, dan kamu lebih suka kalau dia tidak pernah menjadi temanmu?


Komentar

  1. salam hangat! di malam yang dingin.. :)

    BalasHapus
  2. hmmm... gmana yah?!
    ini curhatan yah huda? hihi, sepertinya iyya :)

    kl saya sih, org yg "menyebalkan", tidak akan pernah benar2 masuk dalam keseharian saya. pun jika saya merasa tidak cocok ada dalam satu lingkaran, saya yg lebih dulu mundur. Ya sutralah... kl gak cocok juga akan pergi sendiri dianya, kayak saya biasanya :D

    #anothercurcol
    #polos

    BalasHapus
  3. affanibnu@
    salam hangat juga. selamat blogwalking, semoga menemukan postingan yang lebih bermutu di blog lain, heheheh

    Syam@
    tw neh.. ini postingan ababil banget, hahaha.

    oo gitu ya? enak dung kalo bisa kaya gitu..

    BalasHapus
  4. MMMM...orang 'macem' itu harus ada deh kayaknya Hoed. If they're not exist, kamu ga bakal ngerasain betapa nyamannya friendzone kamu yang ada sebelumnya. (ah masa' iya? hehe)

    BalasHapus
  5. Kalo ketidak hadiran nya yang lebih dirindukan berarti orang itu nyebelin hihihiii

    BalasHapus
  6. mmm, belum pernah mendapat teman yg menjengkelkan.
    Tapi jika suatu ketika aku bertemu dg tipe orang seperti itu, aku langsung akan menarik diri. Entah kenapa, aku bisa tiba-tiba merasa "enggak enak badan" jika orang di dekatku punya perangai yg tidak baik. Lebih baik aku menjauh, daripada malah tambah enggak enak.

    #just my opinion.

    BalasHapus
  7. hmm, aku sendiri lupa apa pernah ada temanku yang seperti itu.

    Aku lebih milih menjauh kalau udah ngrasa ga enak, daripada dipaksain tambah ga enak kan akunya...

    BalasHapus
  8. temanku gak banyak jd teman yg ky gitu hanya aku lihat dari temannya temanku, wahahha :P ..

    BalasHapus
  9. padahal sekarang lebih banyak temen online ya..?

    BalasHapus
  10. ada juga orang yang kita rindukan kehadirannya, tapi dia bukan teman.

    apa tuh bang? :D

    BalasHapus
  11. Setuju sekali sama tulisan ini. Yang namanya teman selalu yang bisa kita rasakan kenyamanan bila didekatnya. Sebaliknya, ya jadi ga terlalu akrab, daripada merasa gak nyaman, ya kan? :)

    BalasHapus
  12. Setuju sama mila.... :D

    Pertama sih, yang jelas menyampaikan dulu perilakunya dia yang mana yang mengganggu dan bagaimana yang kita harapkan ke dia. Kalo kiya gak bilang, mana dia bisa tau. Lagian mungkin aja memang dianya itu "antena"-nya pendek :p

    Tapi kalo udah dibilangin gak berubah, ya kalau aku sih paling lebih memilih lebih cuek ama dia ketimbang biasanya. Kalo masih aja kelewatan, ya marah aja, biar dia sekalian tau kita bener2 gak suka ama kelakuannya.
    Lama kelamaan kalo dia gak nyaman ama kita, sepertinya juga akan menjauh sendiri :p
    Tapi mungkin kita juga bakal jadi orang menyebalkan buat dia kalo gt caranya :p

    Tapi, buatku sih gak terlalu masalah. Pokoknya aku gak bikin masalah dengan sengaja. Kan yang dilakuin itu sebenarnya biar sama-sama nyaman 1 sama lain, kalau dia gak bisa terima, ya sudahlah (kaya' di lagunya Bondan n Fade to Black) :D

    Soalnya berteman pun kan tetep harus respect, kalau gak bisa respect ya sudahlah biarkan saja dia memilih :p

    BalasHapus
  13. ika@
    hehehe, ketawa denger istilah 'antenanya pendek'.

    entah bagaimana saya ga merasa punya kewajiban untuk jelasin ke orang mana sikapnya yang menjengkelkan dan mana yang tidak. hehehe.

    selama ini ya cuman ngambil jarak aja. menurut saya sih, dia memang g respect sama orang lain. suka seenaknya dengan alasan 'kita kan teman'. tapi ga merhatiin kenyamanan orang.

    yah begitulah pokoknya.

    BalasHapus
  14. hwehehehe...soalnya aq juga termasuk orang antena pendek. Malah, temenku bilang meskipun ada orang yang nyindir d depan mataku juga aku gak akan kerasa disindir, wkwkwk.... =)) #koqMalahBangga

    jadi, nunggu yang bersangkutan ngomong. meski udh berusaha respect, tp standar tiap orang beda sih, kdang yang mnrtku fine fine aja buatku ternyata merepotkan bagi orang lain.

    hem...bukan kewajiban sih, kebutuhan aja. Tapi, ya terserah yang bersangkutan lah.

    BalasHapus
  15. kayaknya aku udah komen disini deh, tp kok ga ada ya? -.-a

    kalo sampeyan ga suka sama sikapnya dia ya bilang aja dengan tegas bang, misalnya dia jorok nih, ya bilang aja jangan jorok. well, terserah sih dia mau jorok ato engga, tp kalo jorok jgn ditempat aku ato jgn nempel aku gt :P

    BalasHapus

Posting Komentar