Ronggeng Dukuh Paruk


Judul: Ronggeng Dukuh Paruk
Penulis: Ahmad Tohari
Penerbit: Gramedia
404 halaman
Cetakan ke lima: November 2009


Dukuh Paruk dalam novel ini diceritakan sebagai kampung yang sangat miskin dan gersang. Penduduknya buta huruf semua. Begitu miskinnya sampai-sampai anak-anak di desa ini berebut serangga untuk dimakan. Namun demikian, kampung yang bersahaja ini memiliki sesuatu untuk dibanggakan, yakni Ronggeng. Orang-orang di Dukuh Paruk yakin kalau penari ronggeng tidak bisa diajarkan. Hanya perempuan tertentu yang dihinggapi inang (mungkin semacam spirit) yang bisa menjadi ronggeng. Dalam novel ini perempuan terpilih tersebut bernama Srintil. Semenjak kecil si Srintil ini sudah cakap menari meski belum pernah sama sekali melihat tarian ronggeng. Apalagi sudah cukup lama ronggeng absen dari dukuh yang miskin ini.

Srintil juga fasih mendendangkan syair-syair yang biasanya didendangkan oleh ronggeng-ronggeng terdahulu. Hingga sampai suatu hari, Sakarya, kamitua (pemimpin) di Dukuh Paruk yang juga kakek dari Srintil sendiri melihat cucunya ini menari. Akhirnya dia pun menyerahkan Srintil kepada Kartareja, dukun ronggeng di kampung tersebut. Semenjak hari itu Srintil pun digembeleng oleh pasangan Kartareja untuk menjadi Ronggeng Dukuh Paruk.

Rasus
Novel yang diterbitkan Gramedia ini sebenarnya gabungan dari tiga jilid novel sekaligus yakni; Lintang Kemukus Dini Hari, Ronggeng Dukuh Paruk, dan Jantera Bianglala. Jadi otomatis buku ini terbagi menjadi tiga bagian. Salah satu tokoh utama dalam novel ini adalah Rasus. Sama seperti Srintil dan beberapa anak di Dukuh Paruk, Rasus pun yatim piatu. Ia tumbuh sebagai anak tanpa sosok orang tua. Diam-diam, dia melekatkan sosok ibunya pada diri Srintil.

Di bagian pertama kita melihat kehidupan di Dukuh Paruk melalui sudut pandang si Rasus. Antara Rasus dan Srintil memang sudah ada hubungan istimewa semenjak mereka masih kecil. Namun, semenjak Srintil menjadi ronggeng di Dukuh paruk, hubungan ini menjadi berjarak. Karena Srintil tidak hanya dipuja oleh semua orang, dia menjadi kini milik semua orang. Salah satu klimaksnya adalah saat Srintil harus menjalani prosesi bukak kelambu. Merupakan prosesi terakhir yang harus dijalani agar Srintil bisa didaulat sebagai ronggeng. Masalahnya adalah, dalam prosesi ini, bisa dibilang keperawanan Srintil dilelang. Disayembarakan. Bagi siapa saja yang punya ringgit emas akan mendapat kesempatan untuk tidur bersama Srintil pada malam prosesi bukak kelambu.

Bukak Kelambu, mau tidak mau mengguncang konsep seorang ibu yang telah lama didambakan pada diri Rasus.

Di bagian kedua ceritanya lebih banyak berfokus pada kehidupan Srintil yang sudah menjadi ronggeng terkenal. Kemudian, karena kebodohan orang-orang dukuh Paruk sendiri, grup ronggeng mereka dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu pada masa itu. Sehingga sewaktu terjadi gejolak politik, itu loh G 30 SPKI, Dukuh Paruk terkena akibat langsung.

Manusia Dan Alam
Menurut saya, salah satu kekuatan utama dari novel ini adalah kepiwaian penulisnya membangun setting. Terutama setting alam tempat cerita berlangsung. Bahkan pada lembar pertama saja kita sudah dihipnotis oleh latar yang diceritakan oleh Ahmad Tohari. Segersang dan semiskin apapun Dukuh Paruk, lewat tangannya Ahmad Tohari, ceritanya seperti berlangsung di sebuah dusun yang eksotis #hatsyaah. Mungkin yang tidak kalah menarik adalah pengamatan si penulisnya yang cermat terhadap alam. Yang pasti, hubungan antara manusia, alam, beserta peristiwa yang mereka lalui, menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.


Dari sekala 1-5, novel ini dapat skor LIMA!

best Quote

"bagaimana bisa, manusia tetap eksis ketika kemanusiaan telah mati?" (halaman 240)

.

Komentar

  1. ini yang cerita yang dijadikan film sang penari itu bukan?
    garis besarnya agak mirip memoirs of geisha ya? tapi ga tau jg sih penyajiannya gimana..

    quote-nya oke :D

    BalasHapus
  2. jadi pengen tahu sudut cerita dari sisi Srintil,
    gimana perasaan dia waktu di hadapkan dengan tradisi Bukak Kelambu ..

    Rasus ...

    BalasHapus
  3. wah melihat reviewnya om tula aja jadi kebayang gimana jalan ceritanya @@... sepertinya ada slice of life yang ditampilin juga.

    pingin tahu yang pertama, si srintil, gimana itu outputnya setelah di gembleng, terus endingnya nanti seperti apa @@ masih lom jelas buatku

    BalasHapus
  4. novel ini dulu pas saya SMP dibedah abis-abisan..

    dan kalo nggak salah udah diangkat ke film juga kan? judulnya sang penari.

    BalasHapus
  5. one of my favo novel! pas beli covernya oranje, dan dihabiskan dalam semalam. dijadikan film, so far so good lah.

    i rate this 5 as well!

    BalasHapus
  6. gak tau soal novel ini, hihi...
    sebenarnya sy banyak dapat referensi bacaan di blog ini loh, termasuk buku Cacing dan kotorannya. baru pertama liat disini. iseng nyari2 ternyata oke dan dibeli deh semu serinya

    #yakOOT #biardah :p

    BalasHapus
  7. YeN@
    yep, novelnya memang diadaptasi ke layar lebar: Sang Penari. Aku belum baca memoirs of geisha tuh, cuman nonton filmnya.

    kalo ngebandingin novel ini sama cerita di memoirs of geisha, aku pilih novel ini aja.

    hoedz@
    hmmm...
    kayanya dia waktu itu juga kebingungan. sampai kemudian dia memilih ******** (spoiler)

    Arif Khumaidi@
    hehhe, baca aja novelnya. endingnya juga ga klise. aku juga suka sama tokoh-tokohnya.

    Gaphe@
    iyepz, sudah difilmkan juga..

    Kim@
    aku malah belum nonton filmnya.. :)). penasaran bagaimana settingnya diterjemahkan ke layar lebar. terutama bagian yang menceritakan kejadian-kejadian alamnya. sewaktu ngebaca aku membayangkan adegan-adegan dari film dokumenter BBC atu discovery channel. :)

    Syam@
    hahaha... ya udah coba aja baca buku yang satu ini. dijamin ga kecewa. keren gilak.

    BalasHapus
  8. Aku juga ngasih nilai lima untuk novel ini. Bagus bangeeeeeet... :D

    BalasHapus
  9. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Pikiran yang positiv dan tindakan yang positiv akan membawamu pada hasil yang positiv.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus
  10. ini salah satu n0vel terhebat yg prnh saya baca...dulu baca pz n0ngkr0ng diperpus skulah tempat ppl.. pengen beli sendiri buat k0leksi..tp ketunda truz akhrny skarang malah udah balik kampung jauh dr gramedia.huhu.halah malah curhat. salam jumpa..aina

    BalasHapus
  11. aku yg masih ga ngerti-Rasus ini anak kecil kah? trus Srintilnya lebih tua dari Rasus?

    BalasHapus
  12. Gimana yah? Masih agak2 gak respek baca novel2 kayak gini.... Soalnya biasanya bahasanya agak2 berat gitu.. Bahasa2 ala anak sastra... :))

    BalasHapus
  13. kimi@
    yepz.. keren banget emang..

    aina@
    hi Aina, tanks sudah mampir. setuju sama kamu, salah astu novel paling hebat :))

    Ajeng@
    Rasus dan Srintil itu seusia. mereka teman masa kecil. cuman setelah Srintil jadi ronggeng, rasus jadi lebih sulit mendekati srintil. tapi itu di bagia pertama sih. di bagian dua dan tiga hubungan mereka jadi tambah rumit (takut nypoiler)

    Immanuel@
    mungkin maksudmu ga tertarik ya? Sebenarnya bahasa di novel ini ga berat kok. Malah enak banget diikutin, tetap enak dibaca, ga jadul-jadul banget.

    BalasHapus
  14. Luar biasa.. Alhmdlh dh pernah ktmu sm penulisnya pd wkt beliau nyalon DPD drumahnya, tp g pernah beli bukunya,hikz..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton