Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

Fish Tank (2009)

Gambar
Nah, sepertinya ini film Indie. Film remaja tapi ga menye-menye. Bersetting di sebuah pemukiman di Inggris (yang setelah digoogling ternyata bernama Essex). Katie Jarvis yang berperan sebagai Mia mainnya bagus. Mia adalah remaja yang agresif. Hubungan Mia dengan ibunya--yang mengasuh Mia dan adiknya sendirian--juga parah. Ibunya memang kejem banget si. Hubungan mereka kian meruncing sewaktu ibunya pacaran dengan Connor. Kalau Ibunya cenderung cuek sama Mia, Connor justru perhatian dan mendukung ketertarikan Mia pada tari. 
Saya paling suka sama si Tyler adiknya Mia dalam film ini. Akting bengalnya bikin ketawa. Tapi yang membuat saya heran adalah scene ketika si Tyler dan temannya merokok sambil nonton TV. Padahal usia mereka paling banter mungkin 9 tahun. Mungkin untuk menunjukkan betapa berantakannya keluarga yang ada di lingkungan itu. Sebenarnya dari segi tema, kalau menurut saya ga terlalu unik. Sudah sering dengar kan, tentang keluarga berantakan yang diasuh single mother terus…

The Edukators (2004)

Gambar
Jadi di Jerman sana, tersebutlah sebuah pergerakan rahasia bernama The Edukators. Mereka mengobrak-abrik rumah-rumah orang kaya selagi si pemilik rumah keluar/ biasanya sewaktu mereka keluar liburan. Setelah perabot rumah dipindah sana sini, furnitur ditumpang tindih, atau perhiasan dimasukkan ke dalam toilet, mereka meninggalkan sebuah surat yang bertuliskan, "Anda memiliki terlalu banyak uang." Alasan mereka melakukannya adalah untuk meneror orang-orang kaya ini agar tidak sibuk menimbun kekayaan mereka terus menerus.

Jule, adalah seorang mahasiswi yang diusir dari flatnya karena terbelit utang. Dia akhirnya numpang di flat pacarnya Peter yang juga berbagi tempat tinggal dengan Jan. Yang tidak diketahui oleh Jule saat itu adalah, Peter dan Jan sebenarnya The Edukators. Sampai suatu ketika, sewaktu Jan membantu Jule mengecat flat lamanya--si pemilik flat menuntut dia meninggalkan tempat itu dalam keadaan bersih--
Jan menanyai berapa banyak hutang yang membelit Jule. Setela…

You Know?

You know, tadinya saya mau memosting review film dan buku, tapi karena dari tadi ga bisa mengupload gambar--mungkin karena sinyalnya jelek--akhirnya saya urungkan niat ini. Di lain waktu saja. Mungkin.

Agak aneh juga sih kalau review buku atau filmnya tidak disertai gambar.

Ah ya, kembali ke judul posting ini: you know. Beberapa waktu lalu, secara tidak sengaja saya membaca sebuah cerpen di sebuah majalah yang sebenarnya tidak terlalu familiar. Paling tidak majalah itu tidak familiar bagi saya. Cerpen di majalah itu sendiri bercerita tentang seorang DJ, hidup di apartemen mewah, punya hubungan dilematis dengan dua wanita sekaligus. Sementara oleh ibunya dia dituntut untuk segera menikah.

Bukan alur, ide cerita, karakter, atau apalah namanya yang membuat saya bergidik membaca cerita itu. Saya bergidik dengan banyaknya bahasa inggris yang bertebaran di sekujur cerpen. Misal, ketika dia terbangun, dia beranjak ke dapur, and make his own breakfast, terus dia minum secangkir kopi yang enta…

50/50 (2011)

Gambar
Film tentang seorang pengidap kanker yang masih muda. Tapi lebih banyak bikin ketawa daripada nangis. Pemuda itu bernama Adam, bekerja di sebuah stasiun radio sebagai jurnalis. Sewaktu didiagnosis kanker, si Adam ini tidak merasa panik sama sekali. Dia merasa biasa-biasa saja. Yang panik malah orang-orang di sekitarnya, terutama sahabatnya Kyle, dan Ibunya yang memang pencemas.

Si Adam memang tidak terlalu menganggap serius penyakitnya. Namun perlahan tapi pasti, tidak hanya kondisi fisiknya yang berubah, tapi juga kehidupan di sekitarnya. Hubungannya dengan pacarnya Rachael juga berakhir. Sebenarnya yang paling membuat si Adam down memang berakhirnya hubungan mereka ini.

Sementara itu di rumah sakit, oleh dokter dia disarankan untuk bertemu dengan terapis. Setiap orang yang terdiagnosis kanker memang secara otomatis mendapat jadwal bertemu dengan terapis di rumah sakit tersebut. Masalahnya, terapis yang menangani Adam adalah terapis yang belum berpengalaman, seorang mahasiswi, Kathe…

Soal Nenek-nenek Yang Tadi Malam Melintas Di Belakang Saya

Semalam, sewaktu beli makan sekitar jam dua pagi atau lebih atau mungkin menjelang jam tiga, seorang nenek-nenek melintas di belakang saya. Saya tidak akan menyadari keberadaan nenek-nenek itu kalau teman saya yang kebetulan duduk di depan saya dan menghadap jalan tidak memberi tahu. Setelah dikasih tahu, saya spontan nengok. Karena mata burem #baca: banyak dosa, malam pula dan sudah beberapa bulan terakahir saya mulai menikmati hidup tanpa kaca mata, jadi saya tidak terlalu melihat jelas si nenek itu. Cuma sekilas saja terlihat melintas.

Memangnya kenapa dengan nenek itu? Tanya saya. Teman saya mengira kalau dia sudah pernah menceritakan saya sebelumnya soal si nenek. Tapi saya yakin belum pernah. Akhirnya dia pun bercerita, kalau nenek itu sering muncul di fakultasnya. Munculnya pun tidak tentu. Dia bisa saja berkeliaran sampai jam lima sore, atau  kadang pas jam kuliah berlangsung. Apa yang dilakukannya? Dia akan menyambut siapa saja yang ditemuinya di fakultas itu. Dengan bahasa J…