Quote Of The Day#9


Dr. Blake dalam film Veronika Decides To Die


 “In our society, we feel we must be happy. If we're not happy we feel hopeless. We feel like... failures”


Entah kenapa, belakangan ini saya sering sekali bertemu dengan kata yang satu ini: 'kebahagiaan'. Mungkin karena saya memang lagi bahagia-bahagianya dengan dunia baru yang membuat saya jadi soksupersibuksekali. Yang pasti pertemuan-pertemuan dengan kalimat ini tak terhindarkan.

Pertama, saya bertemu dengan kata ini lewat novelnya Orhan Pamuk yang berjudul 'Snow'. Di situ, tokoh utamanya yang bernama Ka lebih dari satu kali berkata, “aku tahu kebahagiaan itu tidak ada,” (well, tidak persis seperti itu sih. Kurang lebih seperti itu/bukunya sudah saya kembalikan). Ka mengatakan hal ini ketika berusaha mengajak Ipek ikut bersamanya ke Jerman. Kabur bersamanya dari sebuah kota kecil bernama Kars yang dirudung konflik berdarah dan wabah bunuh diri yang tengah melanda di kota kecil itu. Jauh di Lubuk hatinya si Ka ini yakin, kalaupun ia berhasil kabur dari desa kecil penuh kemurungan itu dan apa yang dia rencanakan terwujud, kabur ke negara yang lebih makmur, hidup berkeluarga dengan orang yang dicintainya, dia tahu kebahagiaan mereka tak akan bertahan lama. Karena lambat laun mereka pun akan terbiasa dengan keadaan dan merasa bosan satu sama lain.

Pertemuan kedua saat membaca bukunya Ajahn Brahm, kumpulan pidatonya yang diberi judul 'Hidup Senang Mati Tenang'. Lupa halaman berapa, tapi saya ingat betul dia menulis, “kebahagiaan itu adalah ketika kita menyadari bahwa kebahagiaan itu tidak ada.”

Selanjutnya sewaktu membuka blognya Paulo Coelho, di situ dia memposting kembali tulisan yang berjudul “There is Always Something Hidden There”. Seingat saya si saya dulu memang pernah membacanya (di bukunya yang The Zahir). Tulisan itu kemudian ditutup lewat ucapan Jorge Luis Borges (ga ngerti siapa dia) “I will not be happy, but that doesn't matter,/ there are many other things in this world”.

Lalu sewaktu nonton film adaptasi novel berjudul Veronika Decides To Die, dokter Blake yang bertugas merawat seorang pasien yang gagal bunuh diri berkata, “In our society, we feel we must be happy. If we're not happy we feel hopeless. We feel like... failures”. Dia berkata begini sewaktu kedua orang tua Si Veronika (pasien yang gagal bunuh diri), bingung kenapa anaknya tahu-tahu bunuh diri tanpa sebab dan alasan yang jelas.


Dengan kata lain, kebahagiaan sepertinya telah mendapat rating yang terlalu tinggi dalam kehidupan kita. Padahal kalau dipikir-pikir, sama seperti hal lainnya, kebahagiaanpun tidak akan bertahan lama. Kalau menurut pengalaman saya pribadi sih (cih, kaya punya pengalaman aja), kebahagiaan itu datang begitu saja. Tanpa direncanakan. Dan Biasanya saya tahu saya bahagia justru ketika kebahagiaan itu telah lewat. Kemudian saya mencoba mengais-ngais kembali kebahagiaan yang tersisa dengan mengenang-ngenang kejadian-kejadian itu lagi. Sebuah kegiatan yang sebenarnya kontraproduktif.

Jadi, apapun yang kamu rasakan menjelang tahun baru ini, semoga kamu menikmatinya :). Salah satu iklan kopi saset acap kali berkata, “karena hidup memiliki banyak rasa,”.


Selamat Tahun Baru semuanya...
#eh, belum ya?

Komentar

  1. haha banyak typo

    kebahagiaan itu efek samping, bukan tujuan. itu yang dulu pernah aku diskusiin bareng kacho

    tp ga tau hubungannya apa sama postingan ini haha :p

    selamat tahun baru juga deh
    semoga bahagia :D

    BalasHapus
  2. bahagia, hemm dari sapa senyum orang lain kepada kita juga bsa memunculkan perasaan bahagia. seperti kita kedatangan tamu yg sudah lama tdk pernah menyapa hehe... selamat tahun baru juga #tanpa pesta tanpa trompet!

    BalasHapus
  3. bahagia, hemm dari sapa senyum orang lain kepada kita juga bsa memunculkan perasaan bahagia. seperti kita kedatangan tamu yg sudah lama tdk pernah menyapa hehe... selamat tahun baru juga #tanpa pesta tanpa trompet!

    BalasHapus
  4. @yen : emg qt pnah dskusi itu ya? Piye hasile? Lali aq.

    Bahagia itu...sesuatu.
    Wkwk...
    Aq pikir kbahagiaan itu bukan harus. Tp hal yg pasti qt inginkan.
    Aq merasa, apa yg mrka katakan itu justru ungkapan pesimisme thd kbhagiaan.

    BalasHapus
  5. @anonim: bahasan utamanya memang bukan itu sebenernya, tapi kemudian merembet kesitu. dan kalo tidak salah ingat berakhir tanpa konklusi hahaha

    BalasHapus
  6. bahagia itu lebih banyak saat menemukan hal baru. makanya stok kebahagiaan harus banyak dan jangan dinikmati sekligus. diencret-encret dikit dikit bergiliran. jadi merasa dapat sesuatu yangbaru terus...

    *mungkin...

    BalasHapus
  7. apapun itu, kebahagiaan itu... ABSTRAK... Versi bahagia masing2 orang pasti beda

    BalasHapus
  8. BAHAGIA itu ketika kamu yang lagi bokek terus nem duit di baju yang udah mau di londri. #sesuatu, ehee...

    ada 1 lagi nihquote yang keren, "u may say that i'm dreamer, but i'm not the only one..(jhon Lenon). ga tau nyambung apa kagak :D

    BalasHapus
  9. YeN@
    manaa? udah diedit tuh.
    ooh, efeknya ke samping ya? #halahgaring

    yayack@
    yep, keramahan dari orang lain juga bisa membuat kita bahagia. yep tanks#di sini juga ga ada pesta dan terompet.

    anonim@
    kalau menurutku sih itu bukan pesimis. Tapi realistis. kenyataannya kebahagiaan memang overrated.

    Rawins@
    ooh, dicicil gitu ya mas? hehehe

    *mungkin bisa juga seperti itu

    Imanuel@
    Yep, sepertinya percuma juga memperdebatkannya. #ga begitu hobi debat juga.

    KoskakiUngu@
    ehee.. say setuju. berasa dapat kejutan dari diri sendiri.

    >>kayaknya enggaaa'

    BalasHapus
  10. bahagia itu ketika bisa berkunjung dimari dan disuguhi artikel bahagia.
    nahloh jadi bahagia itu relatif kann
    :D

    selamat tahun baru *kali ini telat

    BalasHapus
  11. hehehe, selamat tahun baru juga. terima aksih sudah berkunjung :)

    BalasHapus
  12. kayaknya aku juga sering nglakuin hal 'itu' (mengungkit-ungkit hal2 yg menurutku membawa kebahagiaan di masa lalu maupun beberapa hari sebelumnya) ...fiuh tarik napas


    atau kadang malah kepikiran, yg dulu2 dilewatin itu kenapa aku nggak bahagia (sebut saja beberapa episode)? harusnya bahagia...kayak semacam mensyukuri apapun keadaan yg skrg stlh mengingat hal yg lalu-bisa dibilang aku baru menyadari sesuatu..."

    BalasHapus
  13. lately, why u don't write (tell us) about ur painting?

    no pictures, no stories about it too. just like me who focus on cooking, this blog is focus on reviewing some books or movies I guess. is it right?

    BalasHapus
  14. Ajeng@ My painting is still away from good #LOL. I still working on it..

    BalasHapus
  15. That statement isn't fair, we're curious about it. Why do u judge ur own paint? U must listen to the other opinion in order to know what u must to do whether it good and need repair or not. I know we aren't have a knowledge about it, indeed we aren't a painter either.

    Just a photo, please #mukamelas

    BalasHapus
  16. Ajeng@ hihihi, ga maauu.. not ready yet

    BalasHapus
  17. percaya gak hud, katanya orang yang selalu merumuskan makna bahagia adalah orang yang bingung bagaimana seharusnya berbahagia. haha, hal sederhana yang dirumit-rumitkan.


    tapi, akh jadi bingung sama komen sendiri

    --"

    BalasHapus
  18. Em...kdg realistis lbh ngarah k pesimisme.

    Aku pikir ga mslh kalo qt mrasa hrs bhagia. Itu penting. Dan mmg itu kbthan dasar manusia.

    Mslhnya adalah qt tll bnyak memberi label pada ini itu bgaikan "kutukan". Mslhnya adalah stigma masyarakat ttg kegagalan itu sendiri.

    Dan aq pikir, meski tidak bthan lama. Tp merasa bhagia itu penting, sgt pntg, d tengah deraan ketidakberuntungan, atau pjuangan. Krn itu, g mslh bharap tll tggi, tp yg pntg adlh jg mnmukan jln yg tpt. Bkn jln yg dtnjuk olh org lain yg ktax psti m'bwa pd bhgia, tp jln yg akn mnunjukkn pd mrka mkna kbhgiaan.

    Tnpa itu,we'll easily fall away to the dark cliff.

    Maap klo ksr y.

    BalasHapus
  19. @anonim

    ga kasar kok, ga usah minta maaf jugaa XD, hehehe.

    sebenarnya sih, bukannya menganggap kebahagiaan itu tidak penting. apa yang saya tangkap dari quote2 di atas tuh, menegaskan kalau penilaian yang terlalu berlebihan terhadap kebahagiaan justru menjauhkan seseorang dari kebahagiaan. kira-kira begitu.

    Kalau kamu sedang bahagia, itu bagus! kalaupun sedang tidak bahagia, ya itu juga bagus. bagaimana kita bisa tahu kalu kita sedang bahagia kalau kita tidak pernah tak bahagia?

    Konon, kebahagiaan hanya bisa disadari ketika ia sedang tak hadir. Seseorang bisa saja berkata, saya sangat bahagia sekarang. Tapi dia akan menyadari seberapa besar kebahagiaannya tersebut, justru ketika kebahagiaan itu telah lewat.
    Jadi apapun yang kita alami sekarang, dinikmati saja. siapa tahu bertahun-tahun setelah lewat, kita melihat ke belakang kemudian menyadari kalau saat ini kita tengah menjalani hari-hari terbaik dalam hidup kita.

    #ahihihihi bicara apa saya ini.

    BalasHapus
  20. Anonim@

    anyway, saya setuju kok sama komentar kamu. terutama pada bagian ini: "yang penting adalah jg menemukan jalan yang tepat. Bukan jalan yang ditunjuk oleh orang lain yg ktax psti m'bwa pad bahagia, tp jln yang akn mnunjukkn pd mereka makna kebahgiaan."


    makasi ya, udah mampair. Ini Ika kan? ^^

    BalasHapus

Posting Komentar