Rumah Mati Di Siberia


Judul: Rumah Mati Di Siberia
Penulis: F.M. Destojewski
Penerjemah:M. Radjab
Balai Pustaka, Ceatakan ke dua 2002, 326 halaman 


Novel klasik dari Rusia ini pertama kali diterbitkan di Indonesia tahun 1949, kemudian diterbitkan kembali pada tahun 2002 oleh Balai Pustaka. Terjemahan dari M. Radjab, meskipun dengan bahasa yang masih bernuansa jadul, tapi tetap saja saya bisa menikmatinya sampai habis. Bahkan sempat terpikir sebelumnya kalau novel ini cuman berakhir sebagai obat tidur saja: baca bikin ngantuk. Namun rupanya di bab terakhir saya malah mengharu biru dibuatnya.

Sang tokoh yang bertutur kepada kita sepanjang cerita ini bernama Alexander Petrowisj Gorjantsjikow. Dia adalah seorang bangsawan yang dihukum penjara selama empat tahun karena membunuh istrinya. Penjara tempat Alexander ditahan adalah sebuah penjara di daerah yang sangat terpencil bernama Siberia. Ceritanya kita ikuti lewat sebuah catatan yang ditinggalkan si Alexander ini setelah ia meninggal.

Sepanjang cerita, kita mendapat gambaran bagaimana rupa-rupa orang tahanan di Siberia ini. Bagaimana mereka menjalani hari-hari tahanan, kerja paksa, dan bagaimana mereka berusaha mencari penghiburan. Beberapa tokoh yang menarik di mata si Alexander diberi bab-bab tersendiri. Kesan-kesannya terhadap orang itu serta kejahatan apa yang membawa orang-orang itu ke penjara. Yang tak kalah menarik adalah kebiasaan-kebiasaan orang hukuman yang saling mencuri barang pribadi, kemudian diperjualbelikan demi segelas anggur yang lebih banyak airnya daripada anggurnya. Bisa dibilang novel ini tidak memberikan klimaks. Sebenarnya datar-datar saja. Namun karena penulisnya bercerita dengan meyakinkan, maka kita pun tidak dibuat jengah oleh ceritanya. Justru sebenarnya yang menjadi pusat cerita adalah individu-individu yang ada dalam rumah tahanan ini. Mulai dari yang kejam, tulus, licik, pandir, dan diperbudak oleh kebiasaan.

Mungkin yang pertama-tama membuat saya tertarik mengikuti ceritanya adalah karena ketidaktahuan saya sama sekali mengenai kehidupan di dalam penjara. Kalau kamu punya seorang kenalan yang baru saja terbebas dari penjara, tidakkah kamu penasaran dan ingin tahu lebih banyak seperti apa kehidupan yang dia jalani dalam penjara? Mungkin saya akan duduk manis semalaman mendengarnya bercerita. Yang kedua, meskipun kehidupan si Alexander di dalam penjara tidak mudah, apa yang kita baca sepanjang kisah bukanlah semacam keluh-kesah yang menjemukan. Padahal, di dalam penjara dia dikucilkan oleh orang-orang hukuman lainnya karena dirinya seorang bangsawan. Jadi dia tidak hanya terpenjara dari dunia luar. Di dalam penjara pun ia terisolasi dari pergaulan. Orang-orang yang mau mendekatinya biasanya cuma ingin mendapatkan manfaat saja. Tapi tentu saja ada satu dua orang yang mau tulus berteman dengannya.

Saya tidak tahu kenapa di bab terakhir saya malah jadi terharu. Mungkin karena di bab-bab sebelumnya pembaca tanpa sadar dibuat 'terbiasa' oleh penderitaan orang-orang hukuman ini. Kita dibawa masuk ke dalam angan-angan mereka tentang kebebasan yang nampak mewah sekali. Katakanlah, ini adalah semacam novel yang membangkitkan semangat kita sebagai orang bebas. Menyadarkan kita apa artinya menjadi orang bebas.

Dan sebenarnya pertanyaan yang tersisa adalah, berhakkah kita mengurung seseorang dalam penjara selama bertahun-tahun atas kesalahannya? Apakah penjara selalu menjadi solusi untuk membuat orang jera atas kejahatannya? Hmmm...

Best Quote

“Berapalah benyaknya semangat pemuda, kepandaian dan kekuatan yang lenyap sia-sia di dalam dinding ini!

Saya harus bicara tentang mereka, rakyat yang luar biasa ini. Barangkali merekalah bagian yang terpandai dan terkuat di antara rakyat kita seluruhnya, tetapi kepandaian dan kekuatan mereka lenyap tersia-sia di dalam kehidupan yang penuh kejahatan dan kerusakan! Siapakah yang bersalah maka mereka sampai seperti ini?” (Alexander Petrowsjki/halaman 324)


Dari Skor 1-5, saya kasih 4,5 lah...



>>catatan: di kata pengantar dari penerbit, disebutkan kalau si Alexander Petrowisj ditahan empat tahun atas kesalahan yang tak pernah dilakukannya. Padahal di dalam cerita dia tidak pernah menyangkal maupun membahas kejahatan yang membawanya ke penjara. Jadi saya agak bingung juga awalnya.  
>>cover yang kupakai di sini adalah cover yang terbitan 1949, lebih keren ketimbang cover terbitan 2002.
gambarnya nyolong di google :)

Komentar

  1. penasaran sih, seperti : apa saja kegiatan yang mereka lakukan di penjara (kerja paksa). Ada kegiatan lain ga? kan kalau yg digambarin di tipi2 sekarang kan ada yg dikasih kegiatan misalnya memahat kayu, pokoknya bikin sesuatu yg manfaat (diajarin). Tapi ya kita kan ga tahu kondisi di dalam penjaranya sendiri kayak gmn...nah itu yg bikin penasaran :)


    atau kayak ada yg kasus korupsi trus selnya dikasih kemewahan, kira2 jaman dulu apa ada juga yg kayak gitu-ada lg mereka yg dipenjara ketahuan nylundupin narkoba dsb. kok bs? nah itu jg bikin penasaran


    kalau kamu bertanya apakah penjara selalu menjadi solusi untuk membuat orang jera atas kejahatannya-jawabannya bakal beragam, tergantung dengan si orang yg di penjara, lingkungan di dalam penjara, serta keyakinan org2 tersebut...itu sih pendapatku

    BalasHapus
  2. Seru kayaknya bukunya, tapi cari dimana itu di medan buku lama begituuu... :(

    BalasHapus
  3. No matter where the body is, the mind can still be free. katanya orang yang "kebebasan"nya ga mau direnggut hanya karena sebuah dinding penjara.

    BalasHapus
  4. suram ga sih ceritanya?
    kayaknya tahun ini saya suka ga tahan kalo baca cerita suram haha

    BalasHapus
  5. Ajeng@ di novel ini ada juga tuh yang sogok menyogok. tapi kalau narkoba ga ada yang dibahas. yang diselundupkan rata-rata minuman, anggur dsb.

    hmm.. iya juga ya? kalau dari novel ini, orang-orang hukuman itu sebenarnya tak jauh berbeda dengan orang-orang kebanyakan di luar--meski ada juga yang psikopat atau masuk penjara karena bodohnya kelewatan. Terus hampir semua orang hukuman ini tidak menganggap perbuatan mereka salah. mereka punya pembenaran sendiri atas perbuatan mereka.

    Chici@
    aku nemu buku ini di Perpus. Sewaktu google tadi, ternyata yang terbitan 1949 termasuk barang koleksi juga. jadi ada yang melelangnya. :)

    Kim@
    yepz. very wise :)

    BalasHapus
  6. YeN@ enggak suram juga tuh. Saya suka sama novel ini justru karena tidak tenggelam dalam kesuraman itu. meskipun yang dibahas adalah kehidupan penjara

    BalasHapus
  7. abis ngebaca review kamu jadi ingat pilm shawshank redemption(kalo gak salah tulisannya kayak gtu), mirip2 dikit lah. cuman saya nya lupa pilm itu basic on the true story ato gak. sebenernya klw saya pribadi uda banyak tau kehidupan penjara(dari pilem tapii, haha). kayak yg di pilm green street holigan juga, kan dari kisah nyata tuh. soal selundupan barang dll. budaya pengkotak kotakan juga kental ternyata :D

    #recommended tuh pilemnya :p(saya punya banyak koleksi, kalo mau barteran tapi :D)

    jadi OOT #cuek :p

    hmm? soal hukuman penjara yah? kalo gitu pake hukum islam aja, kan gak pake penjara2an. hihihhihi :)

    BalasHapus
  8. KoskakiUngu@
    kalo film yang bersetting penjara sih memang banyak. Tapi kalau lewat novel kan, kita melihat kehidupan di situ melalui pengalaman batin tokohnya.

    boleh-boleh aja barteran, asal kamunya yang ke Jogja :D. Kalo The Shawsank Redemption maah udah punya dari kapan hari..

    >>aku sudah menduga bakal ada yang ngusulin hukum islam, hihihi

    Marlina Hayati Hafs@
    ayo cari aja di perpus bi... siapa tahu ada :))

    BalasHapus
  9. Sptinya ada pnyalahgunaan "penjara" tuh. Tp emg sptix itu mjd hal yg "normal" bwt qt. But it feels weird for me.

    BalasHapus
  10. hhmm bener juga yah? #angguk2# "pengalama batin lewat tulisan" detz the key :D

    sama seperti kisah nyata yg di novelkan, akan sangat jauh berbeda lagi ketika dari novel itu lalu di angkat ke layar lebar. itulah mengapa saya enggan menonton 5cm!!!

    #OOT lagi-panjang pula# uahaha

    brow, kirim pilem lewat JNE ajah :D (uda pernah sama si akmal, dia di bandung) hihi

    BalasHapus
  11. VOILA!

    akhirya kumengerti kenapa setiap postmu agak berat... Bacaan2mu itu lho.. EMEJING!!!! Salut sama minat bacamu....

    BalasHapus
  12. KoskakiUngu@

    iyaa, makanya saya juga ga nonton harry potter..

    kirim lewat JNE? wah ilegal tuh. itu kan sudah termasuk mengerdarkan#emangnya download ma copas enggak?

    Kalo kamu ke Jogja bawa hardisk eksternal, aku tunjukin deh tempat paling lengkap ngopi film :))

    Nuel@
    sebenarnya bukunya ga berat-berat banget sih. Memangnya selama ini tulisanku berat ya?

    soalnya selama ini saya merasa ngelantur di sini

    BalasHapus
  13. Syam@
    kayanya enggaa'... Yang satu ini asik-asik aja bukunya

    BalasHapus
  14. Awalnya penasaran dengan judul (buku) nya...terus penasaran liat covernya yg seram2 klasik...kmdn pada sinopsisnya...great job bro!! Bener2 pengen cari bukunya

    BalasHapus

Posting Komentar