Misteri Soliter


Judul: Misteri Soliter
Penulis: Jostein Gaarder
Penerbit: Jalasutra
443 Halaman
Cetakan ke Dua, Maret 2003



Misteri Soliter bercerita tentang seorang anak laki-laki berumur dua belas tahun, bernama Hans Thomas. Ia bersama ayahnya melakukan sebuah perjalanan dari Arendal, Norwegia, ke Yunani. Mereka pergi ke Yunani bukan hanya untuk liburan, tapi juga untuk menjemput ibu Hans Thomas yang sudah kabur dari rumah selama delapan tahun, kemudian menjalani hidup sebagai model di Athena.

Di perjalanan, saat mereka mampir di sebuah garasi kecil untuk mengisi persediaan dan membongkar mobil mereka, seorang laki-laki cebol yang menjadi penjaga garasi ini menghadiahkan sebuah kaca pembesar kepada Hans Thomas. Kelak, kaca pembesar ini sangat berguna, karena saat mereka mampir sejenak di sebuah desa bernama Dorf, Hans Thomas menemukan sebuah buku super kecil dalam bongkahan roti yang dia makan. Dengan kaca pembesar inilah Hans Thomas diam-diam membaca kisah yang tertulis di buku kecil itu.

Kisah Di Perjalanan dan Buku Kecil

Kemudian, cerita selanjutnya akan diselang-seling antara kisah dalam buku kecil dan kisah perjalanan Hans Thomas bersama ayahnya. Sesekali mereka berhenti, memberi kesempatan untuk ayahnya merokok—mereka sepakat tidak ada rokok di mobil--dan dalam pemberhentian ini Hans Thomas dengan setia mendengar 'kuliah-kuliah' filsafat dari ayahnya yang setengah mabuk.

Cerita dalam buku kecil itu sebenarnya jauh lebih menarik. Berkisah tentang seorang pelaut yang terdampar di sebuh pulau misterius. Sekali saja seseorang terdampar di pulau ini, mereka tak bisa lagi menemukan laut. Yang paling ajaib, di pulau ini hiduplah seperangkat kartu remi, mulai dari As Sekop sampai Raja Hati. Mereka hidup dan bernyawa dan bahkan mempunyai tempramen. Kemudian di antara mereka hidup juga seorang Joker yang usil, tidak termasuk kelompok manapun dan terus mondar mandir menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu penghuni lain.

Apakah kisah di buku kecil ini cuma dongeng aneh yang tak punya hubungan apa-apa dengan kehidupan Hans Thomas? (Hmmm.. bagi yang sudah baca, jangan spoiler di sini)


Takjub dan Heran

Seperti novel Gaarder lainnya, pembaca seperti diajak untuk selalu takjub pada kehidupan. Untuk melihat kehidupan lewat mata anak kecil. Pertanyaan-pertanyaan penting dalam filsafat juga disodorkan lewat novel ini. Semisal apakah Tuhan itu benar-benar ada? Apakah takdir juga benar-benar ada? Apakah kehidupan ini cuma serangkaian kehidupan yang acak, kebetulan, ataukah sebaliknya? Penulis menantang kita lewat pertanyaan-pertanyaan ini.

Buku ini dengan mudah masuk dalam list buku favorit saya (dan mungkin hampir semua orang). Ceritanya berlapis-lapis namun tidak membingungkan. Terlebih lagi novel ini lebih to the point, tidak meluber ke mana-mana. Bandingkan dengan novelnya Gaarder juga yang berjudul Maya:Ilusi Dunia yang, kalau menurut saya, terlalu bertele-tele. Sementara kalau Dunia Sophie tidak usahlah dibanding-bandingkan dengan novel yang satu ini. Karena kedua-duanya sama-sama keren. Sejauh ini, saya tidak pernah dibuat kecewa sih oleh buku yang ditulis Gaarder.

Sampai sekarang, baru tiga novel dari Jostein Gaarder yang sudah saya baca; Misteri Soliter, Maya: Ilusi Dunia, dan tentu saja Dunia Sophie. Padahal novel-novel beliau yang lain sudah cukup banyak yang diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Mungkin ada yang mau berdonasi? :'P

Best Quote

Agak susah juga memlih quote mana yang terbaik. Pasalnya, Gaarder cukup gemar menyisipkan rangkaian kalimat yang puitis dan filosofis. Baik lewat penuturan maupun lewat dialog yang diucapkan tokohnya. Namun saya memilih yang satu ini saja:

Seseorang yang mengetahui takdirnya, harus menjalaninya”
(Raja Sekop di halaman 307)


Saya memberi Skor LIMA untuk buku ini.
--cover untuk cetakan ke Dua yang saya baca sebenarnya berwarna kuning dengan gambar Joker di tengah-tengah. Namun saya lebih suka cover yang ini.

Komentar

  1. Aku sudah pernah baca buku ini, tapi lupa ceritanya. Hahaha... Tapi, seingatku sih ceritanya aneh. Aku jadi kepikiran buat baca lagi buku ini. Nanti kalau sempat sekalian aku buat resensinya di blogku. :D

    BalasHapus
  2. terimaksih sudah memberi info tentang buku ini..
    sukses terus ya ripiuannya
    saya bakalan banyak belajar dengan blog awak untuk belajar ripiu hihih

    BalasHapus
  3. quote yang kamu pilih itu, kok ngepas juga yah sama hidupku? Serius. :)

    BalasHapus
  4. Wah seru nih kayaknya ceritanya...
    *masukin ke book list

    BalasHapus
  5. sebenernya pengen sih, kliatannya bagus
    tapi dari dulu baca dunia sophie aja ga kelar, mana ga paham pula maksudnya apaan -.-"

    BalasHapus
  6. aku pernah baca bukunya yang Dunia Sophie...hehee

    BalasHapus
  7. Ranger Kimi@
    oke, ditunggu resensinya :)

    Benagustian@
    oke tanks. sama-sama belajarlaah.. salam kenal :)

    Nuel@
    hehehe.. ga ada salahnya kamu coba buku yang satu ini. mungkin di perpus terdekat ada bukunya?

    Chichi@
    yups harus masuk nih..

    YeN@
    Emang bagus kok. Masa sih Dunia Sophie ga paham? Itu salah satu novel yang sangat membantu saya memahami baha kuliah loh (dulu).

    Mila Said@
    ayo dong baca yang satu ini juga. Sekarang lagi jalan-jalan ke mana Mb?

    BalasHapus
  8. Kayaknya menarik novelnya.
    *ngebayangin kartu remi hidup trus saling ngobrol*

    BalasHapus
  9. nggak pernah baca ketiga judul buku yang kamu sebutin, aduh jadi malu sekali...


    sepertinya sekarang aku mulai merapat dan menekuni kegiatan lain-apalagi ditambah kuliah semester akhir. Niat mau beli buku aja untuk sementara ditahan, kalau mampir di perpus pun itu ga bisa lama2 padahal banyak buku2 yg menarik dan parahnya aku ga punya kartu perpus sampai sekarang -.-"

    BalasHapus
  10. Milo@
    Yup, novelnya memang menarik. Coba aja kamu baca. siapa tahu suka #ngiklan

    Ajeng@
    loh, ga apa-apa kok. ga usah maluu... :)

    sekarang kamu sudah semester akhir ya? Berarti bentar lagi wisuda dung. Aku juga mulai baca buku sejak libur tenang kemarin. terus sekarang libur semester. Kalau pas kuliah, buku-bukunya baru selesai dua sampai tiga bulanan. Akhirnya aku denda banyak di perpus waktu itu :)) #malahcurhat.

    BalasHapus
  11. beneran. aku cuma ngerasa kayak novel biasa, ga ngerti filsafatnya dimana haha

    BalasHapus
  12. beneran. aku cuma ngerasa kayak novel biasa, ga ngerti filsafatnya dimana haha

    BalasHapus
  13. empat ratus halaman lebih butuh berapa hari membacanya?

    BalasHapus
  14. YeN@
    beuh, cuma dua kali diulangnya...
    #ikut2ansalahfokus

    M A VIP@
    berapa hari ya kemarin? lupa.. 400 halaman, tapi bukunya kecil kok

    BalasHapus
  15. dari nama pengarangnya kayaknya buku bagus ini .. dulu pernah disaranin ma temen, entah kapan, tp sampai sekarang belon kesampaian ..

    hmm, hmm, hmm, boleh pinjem? :p

    BalasHapus
  16. 2/3 bulan? itu karena ga ada waktu buat ngebaca lagi, atau mungkin udah baca bbrp lmbr halaman trus bosen karena critanya mulai ga menarik atau...kalau kena denda itu ada opsi pilihan ga sih? misalnya kita bayar denda pake buku :D

    hmm ngomongin kuliah kah, iya..ni dah masuk semester akhir >.<

    dan belakangan beredar rumor yang ga enak di kampus #curhatbalik

    BalasHapus
  17. chus@
    boleh. tapi aku punyanya yang Maya. Kalo yang misteri soliter ini punya temen. gimana? :))

    Ajeng@
    dua-tiga bulan itu, bosen tapi dipaksa-paksa biar selesei. kadang meski bukunya bagus juga butuh waktu yang benar2 rileks kan? ga dihantui tugas ini itu yang belum dikerjain.

    waah, rumor apa itu? butiran debu kah? #halah

    BalasHapus
  18. yg Maya juga boleh. a belum baca juga soalnya. mw barter apa gimana? :))

    BalasHapus
  19. chus@@
    Barter boleh.. sama yang apa nih?

    BalasHapus
  20. haha gara2 koneksi lemot jadi dobel komennya

    itu favicon baru tulisannya Oht bukan sih? *oot

    BalasHapus

  21. oh, iya sih..byk faktor sebenarnya knp jd baca buku itu ga hbs2..."

    #rumor ga mw critain di sini :P
    waahh keren udah ada faviconnya, aku kapan yak?! hmm

    BalasHapus
  22. YeN@
    tulisannya hT doang kok. yang warna merah itu jendela/ceritanya.

    Ajeng@
    ayo, ganti aja faviconnya. tunggu apalagi? hmm..

    BalasHapus
  23. genrenya kayanya berat, fantasiku sudah ga seperti dulu

    lebih suka yg tema realitis

    BalasHapus
  24. oke, aku ganti-tp bljr dulu, bs aja enggak -.-"

    BalasHapus
  25. “Seseorang yang mengetahui takdirnya, harus menjalaninya”

    Memang Best quote
    wuihh..


    Buku yang (sepertinya) menarik.
    Tapi rasanya blm pernah lihat buku ini di gramedia deh...?

    BalasHapus
  26. oh itu jendela?
    harusnya tengahnya dikasih silang, kalo gitu kayak huruf O :p

    BalasHapus
  27. r10@
    yaaah, ga apalah...

    Ajeng@
    gampang kok. kamu buka aja how to create favicon di google :)). ntar nemu banyak halaman. ada yang favicon generator juga.

    AuL Howler@
    Kalo di Gramedia aku kurang tahu. kemarin di Toga Mas masih ada kok. bsia juga beli seacra on line, atau gabung ke grupnya Jalasutra di FB

    YeN@
    eng... biar aja kaya gitu. palingan nanti sebulan dua bulan, labil lagi pengen ganti, kkk

    Syam@
    iya nih.. hehehe. padahal lagi libur. Accieee yang baru pulang dari Hongkong

    BalasHapus
  28. wow, baca sinopsinya aja udh bikin penasaran, hmm, mau nyari ah...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Sandikala

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton