Squirrel Seeks Chipmunk


Judul: Squirrel Seeks Chipmunk
Penulis: David Sedaris
Back Bay Books, 2011
168 halaman

Entah dengan cara bagaimana, nama David Sedaris terdengar akrab di telinga saya. Pernah baca di mana atau dengar di mana saya lupa. Kemudian akhirnya bertemu dengan bukunya yang berjudul  Squirrel Seeks Chipmunk. Buku yang kocak ini berisi 17 cerita pendek. Atau mungkin lebih tepatnya disebut kumpulan Fabel. Fabel modern. Tokoh-tokoh yang menggerakkan cerita dalam buku ini, semuanya, adalah hewan. Mulai dari Kucing yang akan pergi ke suatu pesta, Baboon yang punya salon, Tikus yang hidup di laboratorium penelitian, sampai kisah cinta yang tidak lazim antara Tupai dan Bajing (tanah).

Dari ketujuh belas cerita, saya paling suka kisah Squirrel Seeks Chipmunk yang juga dijadikan judul untuk buku ini. Kisahnya soal hubungan yang dijalani oleh kedua hewan berbeda jenis ini (saya jadi tahu kalau Squirrel dan Chipmunk itu hewan yang berbeda setelah baca buku ini). Hubungannya tentu saja tidak direstui oleh keluarga dan teman-teman mereka. Namun selama dua minggu lamanya, kencan mereka berjalan lancar. Mereka punya banyak kesamaan dan perbincangan di antara mereka berlangsung baik. Mulai dari membicarakan parasit, musim dingin, sampai kebencian mereka terhadap anjing. Namun di hari lain, pada suatu kencan si Squirrel berkata, “You know what I like? I like Jazz”. Chipmunk yang sebenarnya tidak mengerti apa itu Jazz, dalam rangka ja'im mengaku saja kalau dia juga sangat suka. Hari-hari selanjutnya dan bertahun-tahun sesudahnya, 'jazz' menjadi semacam misteri bagi si Chipmunk.

Dari tujuh belas cerita, ada satu cerita yang tidak terlalu saya sukai, yakni cerita terakhir: The Vomit Eating Flies. Ceritanya agak menjijikkan. Lucu sih, tapi terlalu menjijikkan untuk tertawa. Saya tidak bisa menikmati petulangan seekor lalat mengubek-ngubek muntahan manusia. Yaiks. Selebihnya, ceritanya bisa dibilang okelah. Humornya cerdas. Kadang yang menjadi lucu adalah komunikasi yang kikuk antara satu hewan dengan hewan lainnya (The Cat and The Baboon). Atau bagaimana sebuah percakapan yang awalnya berjalan baik-baik saja, tahu-tahu berjalan salah (The Toad, The Turtle, and The Duck). Selain itu, penulisnya sebenarnya membedah watak kebiasaan manusia kemudian melekatkannya pada hewan tertentu. Mungkin ini juga yang membuatnya lucu.

Sepintas buku ini terlihat seperti buku cerita untuk anak-anak. Awalnya sayapun berpikir begitu—kalau dilihat dari sampulnya. Apalagi di dalamnya disertai ilustrasi. Tapi kalau melihat dialog antar tokohnya yang kadang tidak ragu-ragu mengumbar f-word (meskipun tidak semua), rasanya buku ini tidak layak dibaca anak-anak. Coba saja tengok cerita The Faithful Setter, pasti kaget sama kebiasaan ngomong kasar salah satu anjing dalam cerita itu. Bahasa Inggris yang digunakan di buku ini, kalau bagi saya lumayan susah. Kadang saya bolak-balik baca paragrafnya biar ngerti humornya di mana. Kalau bukan kosa katanya yang terdengar baru, kadang gaya bahasanya juga yang terasa belum akrab. Buku bahasa Inggris yang saya baca memang belum banyak. Rata-rata juga ga selesai#hahaha.

Buku yang satu ini, bolehlah untuk menghibur diri dan menertawakan 'kemanusiwaian' yang ada pada hewan-hewan itu. Selebihnya, untuk belajar bahasa Inggris juga. Aiish.


Best Quote

Yang mana ya? yang ini aja deh:

 “It's not just that they are stupid, my family—that, I could forgive. It's that they're actively againts knowledge—opposed to it the way the cat, say, opposed to swimming, or turtles have taken a stand againts mountain climbing. All they talk about is food, food, food, which can be interesting but usually isn't.”

(The Grieving Owl, hlm 142)

.

Komentar

  1. wah kayaknya saya bakal suka buku ini, tapi kok inggris hahhau

    Btw buku yang ini ga pake dikasih rating?

    BalasHapus
  2. Kirain dlm bahasa, sekalinya inggris..penasaran sih, ahh..sekalipun aku cari juga belum tentu dapet bukunya. Kalau kamu lagi sibukbelajar dari buku2 yg kamu baca, kalau aku lagi ngadepin kalimat2 njlimet bahasa Inggris buat skripsi.. Bikin sakit kepala aja -.-''

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. YeN@
    Ga dikasih rating soalnya ga tahu mau ngasih rating berapa :))

    Ajeng Sari Rahayu@
    heee ayo semangat. fight fight fight!

    Ajeng Sari Rahayu@
    Komentar ini juga telah dihapus oleh penulis.

    Ajeng Sari Rahayu@
    Komentar ini juga telah dihapus oleh penulis.

    Ajeng Sari Rahayu@
    Komentar ini juga telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  6. @K

    Sama.. aku juga #PLAK!


    itu ceritanya seekor burung hantu yang sewot sama keluarganya yang tidak mencintai ilmu pengetahuan. Sebenarnya kalau baca ceritanya, bagian itu jadi lucu ^^

    BalasHapus

Posting Komentar