Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Film Korea Yang Layak Kamu Tonton

Gambar
Yak, sudah lama tidak membahas film. 
Kali ini saya mau ngasih list-list film Korea yang menurut saya keren dan layak ditonton. Banyak orang yang tidak tertarik nonton Film Korea karena film-film Korea sering diidentikkan dengan film drama romantis yang cengeng (klise pulak). Kenyataannya banyak sekali film Korea yang benar-benar bagus dan steril dari klise. Sampai sekarang, menurut saya, untuk wilayah asia film-film dari negeri gingsenglah yang paling bagus. Entah kenapa film-film dari negeri tirai bambu tidak sekeren dulu lagi. Ayo dong, Zhang Yimou bikin film lagi.
Daripada kebanyakan intro, berikut adalah list film Korea yang menurut saya layak ditonton. Siapa tahu ada yang belum kalian tonton.

Mother (2009)



Saat filmnya dimulai, kita akan melihat seorang ibu berjalan di sebuah padang rumput. Bajunya lusuh dan kotor. Kemudian ada musik yang terdengar dari kejauhan. Terus si Ibu ini tahu-tahu menari. Sarap? Enggaak. Sampai filmnya berakhir kita tidak tahu siapa nama ibu ini—dipera…

Kisah Hidup Michael K

Gambar
Judul: Life & Times of Michael K Penulis: J.M. Coetzee Penerbit: Jalasutra Cetakan I Desember 2007 246 halaman

Micahel K adalah seorang pria yang terlahir dengan bibir sumbing dan dianggap idiot. Ibunya, Anna K, adalah seorang pembantu rumah tangga di rumah Tuan Bruhmann. Karena si Michael K termasuk 'lambat', maka ia dititipkan di sebuah rumah penampungan khusus orang-orang cacat bernama Huis Norenuis. Di rumah penampungan ini ia diajari berbagai keterampilan. Saat usianya lima belas tahun Michael K keluar dari rumah penampungan tersebut dan bekerja di Dinas Pertamanan. 
Lima belas tahun lamanya dia bekerja di situ, Michael K akhirnya dipanggil lagi oleh ibunya yang sakit-sakitan. Ibunya yang sudah tak bisa bekerja lagi merasa terlalu merepotkan untuk keluarga majikannya. Apalagi biaya pengobatan ditanggung oleh keluarga Bruhmann. Maka, ia meminta anaknya untuk membawanya pulang ke desa tempat ia dulu tumbuh, Prince Albert.
Sayangnya perang sipil berkecamuk sebelum mereka sem…