Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Bikin Fiksi

Sementara itu, beberapa waktu lalu, saya mengirim cerpen-cerpen ke Ajeng (cerpen-cerpen lama sih). Kemudian saya pikir sepertinya asik juga kalau memposting cerita di sini. Walhasil di sini sekarang ada laman baru berjudul FIKSI. Dulu pernah kepikiran bikin semacam postingan cerita bersambung, tapi seperti biasa, saya terlalu malas untuk merealisasikannya.

Cerita yang satu ini judulnya TENTANG MAWAR. Semula mau dibikin cerpen, tapi kemudian menjadi panjang (cerita panjang?). Karenanya dibagi menjadi empat postingan. Entah bagus entah tidak, selamat membaca (bagi yang membaca). Selamat blogwalking bagi yang blogwalking.


chapter 1
chapter 2
chapter 3
chapter 4



Omong-omong soal fiksi, cerpen saya juga ada di sini

Tentang Mawar

I Sal tiba di rumah saat muadzin di kampung mulai mengumandangkan azan magribh. Gang sempit yang menjadi jalan masuk mulai gelap. Lampu belum dinyalakan. Ia menarik nafas dalam-dalam dan menahannya, berharap tubuhnya menjadi lebih ramping, perutnya jadi lebih kempis, sehingga dengan dua buntalan besar berisi pakaian kotor di kedua tangannya ia akhirnya bisa menyusuri gang sempit itu Ini kali pertama ia terpaksa membawa cucian pelanggan ke rumah. Ia menyesali Nurul, anak baru yang belum bisa mengoperasikan mesin cuci itu. Nurul, karena gugup, membuat mesin cuci tua yang sudah dua kali masuk bengkel menggelembungkan busa sampai membanjiri lantai kios binatu. Pakaian-pakaian yang sudah bersih dan siap disetrika juga ikut terendam gelembung sabun. Semua pekerjaan terpaksa dilakukan dua kali. Demi melihat wajah pucat Nurul, karena berpikir telah merusak mesin cuci di hari pertamanya, Sal menawarkan diri untuk membawa sebagian cucian yang tak sempat dicuci hari itu. Sebagai gantinya Nurul ak…