Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Gara-Gara Motif

Gambar
Sabtu malam, 18 Juni 2016, saya mengadakan pameran bersama Kanoko Takaya di ASP, Artist Support Project. Pameran ini berlangsung sampai 2 Juli 2016
Ada opening performance juga yang berjudul  "TRANSFORM" Dari  Dhiki Pahanthihage, Sigit Pamungkas, dan Kanoko Takaya.



Pameran ini juga diliput di Jakarta Shimbun (The Jakarta Post) 😄



Tentang Radio

Gambar
Mengapa kita masih mendengarkan radio ketika sudah ada televisi? (entah kenapa pertanyaan ini mirip lirik sebuah lagu). Atau, ketika sudah ada youtube, spotify, soundcloud? 

Saya sendiri sering mendengarkan radio sambil mengerjakan aktifitas lain (biasanya sambil melukis). Kadang sambil bersepeda sesorean. Mungkin pertanyaan ini mirip-mirip dengan mengapa kita masih membaca buku ketika sudah ada film? 

Mungkin, karena pengalaman yang tak tergantikan. Pengalaman yang kita dapatkan saat membenamkan diri dalam bacaan tidaklah sama dengan saat kita menonton film. Pengalaman yang kita dapat saat mendengar radio tidak sama saat mendengar musik melalui playlist kita sendiri. Lewat radio ada jeda iklan, lalu ada penyiar—yang dari dulu sering saya bayangkan bicara dari sebuah kotak kecil entah di suatu tempat.

Kenyataannya, sewaktu main ke radio tadi, ternyata ruang on air memang berupa ruang kecil, dengan beberapa perangkat—sayangnya saya lupa menanyakan nama perangkat yang mereka pakai di ruan…

Orang-Orang Bloomington

Gambar
Judul: Orang-Orang Bloomington
Penulis: Budi Darma Penerbit: Noura Books Cetakan I 2016
Setelah membaca Rafilus, saya jadi penasaran untuk membaca karya-karya Budi Darma yang lain. Beberapa mudah ditemukan. Di perpustakaan ataupun di toko buku. Yang satu ini lumayan sulit. Adanya malah di perpustakaan yang saya tidak bisa membuat kartu anggota di sana. Well, setidaknya Orang-Orang Bloomington diterbitkan lagi (terbitkan yang Olenka juga dong). Apa yang membuat saya tertarik dengan tulisan Budi Darma adalah keanehannya. Orang-orang Bloomington memang tidak seaneh Rafilus, tapi yah, tetap saja aneh. Buku kumpulan cerita ini berisi tujuh buah cerpen yang berlatar kota Bloomington. Tempat Budi Darma pernah menempuh pendidikan.
Laki-laki Tua Tanpa Nama Kumpulan ini dibuka oleh sebuah cerpen berjudul Laki-laki Tua Tanpa Nama. Dibuka dengan si narator yang bercerita tentang dua orang tetangganya, Nyonya Nolan dan Nyonya Casper. Sementara merinci pengamatannya terhadap kehidupan Nyonya Casper dan N…