Tentang Radio






Mengapa kita masih mendengarkan radio ketika sudah ada televisi? (entah kenapa pertanyaan ini mirip lirik sebuah lagu). Atau, sudah ada youtube, spotify, soundcloud? Saya sendiri sering mendengarkan radio sambil mengerjakan aktifitas lain (biasanya sih sambil melukis). Kadang sambil bersepeda sesorean. Mungkin pertanyaan ini mirip-mirip dengan mengapa kita masih membaca buku ketika sudah ada film? Mungkin, karena pengalaman yang tak tergantikan (haisyah). Pengalaman yang kita dapatkan saat membenamkan diri dalam bacaan tidaklah sama dengan saat kita menonton film. Pengalaman yang kita dapat saat mendengar radio tidak sama saat mendengar musik melalui playlist kita sendiri, misalnya.

Lewat radio ada jeda iklan, lalu ada penyiar—yang dari dulu sering saya bayangkan bicara dari sebuah kotak kecil entah di suatu tempat. Kenyataannya, sewaktu main ke radio tadi, ternyata ruang on air memang berupa ruang kecil, dengan beberapa perangkat—sayangnya saya lupa menanyakan nama perangkat yang mereka pakai di ruang on air itu. Saya main ke MMTC radio tadi siang atas usul mbak Pita--dari Indie Book Corner. Tentu saja untuk membahas buku Malam Merunjung. Sampai kemudian saya tiba di ruang siar, saya tidak punya ide sama sekali seperti apa ruang on air itu. Acara berlangsung satu jam. Dipandu oleh mbak Ayu dan Mas Bidin, acara ini bernama Jeda Siang. Ternyata asik juga, haha

Kalau penasaran acaranya radio MMTC itu seperti apa, bisa coba klik di sini.



Komentar

  1. Ya karena televisi lebih ke gambar dan radio lebih ke suara acaranya.

    Tapi kalau kenapa masih denger radio padahal sudah ada mp3, youtube soundcloud dll. Alasan saya sih karena terkadang capek harus selalu taking control. MP3, youtube dll kan kita yang pilih sendiri tuh lagunya, urutannya dsb sedang kalau radio penyiar yang pilihin. Atau karena saya yang terlalu malas milih aja kali ya? haha

    Ehtapi dari radio kita juga bisa belajar nikmatnya pengharapan serta terkabulnya keinginan. Kan ada tuh segmen yang kita bisa request, tp ya ga mesti juga bisa diputerin. Aku sih biasanya seneng banget kalo lagu yang ditunggu-tunggu diputerin.

    btw selamat pagi.
    cieee udah di wawancara di radio aja nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. "dari radio kita bisa belajar nikmatnya pengharapan serta terkabulnya keinginan"

      Quote of the day, nih 😂

      Hapus

Posting Komentar