Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Random #5

Ada satu lagu yang menurut saya sangat oke untuk didengarkan di soundcloud. Sebenarnya banyak ding. Karena saya tidak mengerti apapun mengenai musik, saya menikmati mereka sebagai rangkaian bunyi yang indah dan kadang lirik-lirik jenius dari si penulis yang entah bagaimana seperti sudah menceritakan (atau menyanyikan?) lebih dulu apa yang saya alami.

Nah, di soundcloud ada musik-musik berbahasa arab. Entah bagaimana saya nyasar pada lagu-lagu bernuansa timur tengah ini dan kalau sendainya saya memejamkan mata dan tidak ada instrumen yang menyertai liriknya, saya pasti mengira penyanyinya sedang bershalawat atau berdoa.

Lalu ada satu judul yang sejak pertama kali melihatnya saya langsung suka, Baadak ala Bali. Sewaktu saya cari arti liriknya, ternyata artinya kurang lebih "You are still on my mind". Sama sekali tidak ada hubungannya dengan pulau bali dan tidak sedang membahas krisis yang mengancam spesies Badak. Namun liriknya sangat dalam dan asem.

Dulunya dinyanyikan oleh s…

Amphibi; chapter 12

chapter 12
Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali mendengarkan Lagne berbicara, Sekali tenggelam dalam sebuah buku, ia tak menyadari sekitarnya sama sekali. Usai menyalakan lampu aku meneruskan pekerjaanku memberi keterangan pada gambar amphibi yang telah kubuat untuk Lagne. Hingga ia sendiri yang memutuskan untuk membuka percakapan. 
Ia bangkit dan membuka salah satu jendela. Ruangan yang kami tempati memang semakin pengap. 
“Kota O,” katanya, “andai kota itu ditemukan, kita akan mendapat gambaran apa persisnya yang terjadi setelah Perang Besar. Sepertinya sejak saat itu kita membagi-bagi kota seperti pusat-pusat pengungsian dan melabelinya dengan huruf-huruf dari abjad phoenician. Jauh sebelumnya setiap kota dan jalan mempunyai nama.” 
“Dan kenapa dengan O?”
“Kemungkinan dari situlah bencananya dimulai. Kota itu juga pernah menjadi pusat logistik untuk kota-kota yang lain. Aku belum dapat membayangkan seperti apa mereka dulu melakukannya. Namun kota itu pasti tempat yang s…

random #4

aaak telat...

Ada begitu banyak alasan. Namun konon, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Selamat hari Rabu

Amphibi; chapter 11

chapter 11
Hingga sore orang-orang di penginapan malas berbicara. Kalaupun terlihat sibuk mengemas barang, mereka melakukannya tanpa banyak berkata-kata. Beberapa tamu sudah mulai menyerahkan kunci kepada Krol tanpa basa-basi kemudian meninggalkan penginapan. Dalam perjalananku ke rumah Profesor, udara kota Q terasa jauh lebih dingin. Mendung yang menggantung di langit lebih pekat dan terasa akan ada badai. Terdengar juga bisik-bisik orang sekitar kalau ini ada hubungannya dengan tiga manusia yang mati di penginapan pagi tadi.  Sebelum masuk aku menyempatkan diri memeriksa sebuah gerabah besar di dekat pintu. Tak ada surat atau benda kiriman apapun. Pintu depan rumah Lagne tidak terkunci. Aku mengetuk beberapa kali sampai kudengar ia berdehem dari dalam dan mempersilahkanku masuk. Kali ini Lagne bersandar di atas sofa yang membelakangi meja kerja. Tubuhnya terlihat lebih ringkih dibalut selimut.  “Kamu masih hidup,” suaranya merambat di dalam ruangan yang hangat. “Tutup pintunya!”
Sete…

Random #3

Nah tahu-tahu sudah hari Senin lagi. Saya tidak yakin apakah postingan random tiap Senin seperti ini yang membuat waktu terasa berjalan lebih cepat--atau mungkin cuma ilusi karena sekarang tiap hari Senin seakan ada yang menyergap, "hei sekarang sudah hari Senin!"

Atau mungkin karena sekarang saya menganggur.

Beberapa hari lalu saya diberhentikan dari pekerjaan. Waktu itu manajer tempat saya bekerja bilang kalau setelah jam kerja mau bicara sebentar. Saya malah bilang, "Sekarang aja mbak, mumpung lagi selo."

Eee... ternyata mau dikasih tahu kalau sepertinya pekerjaan 'ini' tidak cocok untuk saya. Jadi begitulah, sekitar awal tahun 2015 lalu saya nyoba ngelamar pekerjaan di sebuah restoran. Bekerja sebagai waiter buat nyari-nyari pengalaman (dan siapa tahu suatu hari bisa punya restoran), sekaligus tabungan buat beli kanvas dan cat dan nerbitin buku sendiri. Sialnya setelah saya baca buku itu, mestinya saya tidak menerbitkannya dalam bentuk sekasar itu dan m…

Amphibi; chapter 10

chapter 10

Delapan menit terasa menghimpit. Aku mengitari kamar tanpa ide. Saat Krol mulai terdengar menyusuri lorong dan mengetuk setiap pintu kamar, begitu saja aku melemparkan buku itu ke bawah tempat tidur. Krol muncul dan mengatakan sarapan sudah siap. 
Kantin terlihat lebih berantakan dari sebelumnya. Sebagian orang sudah antri mengambil makanan saat dari gerbang terlihat anak buah Kilma mulai berdatangan. Saat itu pula aku tersadar kalau kolong bawah tempat tidur akan menjadi tempat pertama yang mereka periksa. Sambil memikirkan alasan yang akan kukatakan nanti, aku memasuki antrian dan mengambil nampan dan peralatan makan. Kami jauh lebih berisik dari sebelumnya. Beberapa terlihat tetap berdiri bergeming menatap antrian. Ada juga yang terlihat mondar-mandir seakan tengah diburu sesuatu. Di dekat meja panjang tempat makanan disajikan terlihat ceceran makanan dan kuah. Orang-orang menjadi lebih ceroboh dan selalu saja ada benda yang terjatuh.
Seorang perempuan dengan kikuk memin…

Random #2

Agak lupa siapa yang dulu pernah mengatakannya, mungkin salah seorang yang saya kenal, mungkin juga orang tua saya, "kalau menulis huruf 't' kecil" pastikan bentuknya tidak seperti salib. Mungkin saya mengetahui saran ini saat masih belajar menulis. Saat menulis nama saya sendiri ada sebuah huruf t di tengah-tengah dan karena takut 'berdosa' saya memastikan untuk membuat ekor kecil ke depan agar huruf t itu tidak terlihat janggal di tengah nama saya. Apalagi kata pertama dalam nama saya menggunakan Muhammad.

Kemudian saat menulis kata Tuhan, pastikan menggunakan huruf kapital, atau bila perlu gunakan kata Allah. Ini kadang membuat saya cenderung menulis huruf T kapital. Pernah saya mendengar kalau huruf t itu tidak semestinya ada di situ. Huruf t (dari ta' marbutoh) itu sebenarnya untuk nama anak perempuan. Ada juga yang bilang tidak masalah, karena setelah kata Huda ada huruf 'ya' yang tidak terbaca. Karena kemampuan bahasa Arab saya cuma sampai …

Amphibi: chapter 9

Chapter 9
Baik Krol maupun Gaba sama sekali tidak terkejut saat aku bergegas memberitahu mereka soal tulisan di langit-langit kamar baruku. 
“Majia kesulitan membersihkan tulisan itu,” ujar Krol. Ada nada malu dalam kata-katanya, karena sebelumnya mengatakan kamar itu telah dibersihkan oleh Majia sampai seekor lalatpun akan sungkan hinggap di sana. Kecuali tulisan di langit-langit kamar, apa yang dikatakannya tidaklah keliru. “Kuharap kamu tidak terganggu dengan tulisan itu sampai Sadri punya waktu untuk membersihkannya.”
“Tidak, saya hanya berpikir kalau tulisan itu mungkin luput dari penyisiran tadi sore.”
Gaba terlihat tersinggung.
“Maaf jika aku membuatmu tidak nyaman di penginapanku,” ujar Krol. “Beberapa hari belakangan situasi di sini memang sedang sulit,” tambahnya. “Aku tidak akan keberatan jika kamu ingin mencari penginapan lain. Aku sendiri yang akan membantumu menemukan tempat yang lebih nyaman.” Krol yang kemarin terlihat cerewet saat mengintrogasiku perihal jam kedatang…