Random #3

Nah tahu-tahu sudah hari Senin lagi. Saya tidak yakin apakah postingan random tiap Senin seperti ini yang membuat waktu terasa berjalan lebih cepat--atau mungkin cuma ilusi karena sekarang tiap hari Senin seakan ada yang menyergap, "hei sekarang sudah hari Senin!"

Atau mungkin karena sekarang saya menganggur.

Beberapa hari lalu saya diberhentikan dari pekerjaan. Waktu itu manajer tempat saya bekerja bilang kalau setelah jam kerja mau bicara sebentar. Saya malah bilang, "Sekarang aja mbak, mumpung lagi selo."

Eee... ternyata mau dikasih tahu kalau sepertinya pekerjaan 'ini' tidak cocok untuk saya. Jadi begitulah, sekitar awal tahun 2015 lalu saya nyoba ngelamar pekerjaan di sebuah restoran. Bekerja sebagai waiter buat nyari-nyari pengalaman (dan siapa tahu suatu hari bisa punya restoran), sekaligus tabungan buat beli kanvas dan cat dan nerbitin buku sendiri. Sialnya setelah saya baca buku itu, mestinya saya tidak menerbitkannya dalam bentuk sekasar itu dan masih heran setan apa gerangan yang membuat saya terburu-buru (makanya saya malas membicarakannya dan ga terlalu mempromosikannya--nantilah saya tebus dengan menerbitkan buku yang lebih bagus/dan suatu hari sepertinya saya mesti mengambil buku yang menuh-menuhin rak penerbit indie itu).

Kembali ke soal pekerjaan. Ini pengalaman pertama saya diberhentikan dan sebenarnya alasannya bisa dimaklumi. (Peter Parker juga pernah dipecat sih sewaktu kerja di restoran #apeu). Saya sendiri merasa kalau pekerjaan sebagai waiter selama dua tahun terlalu lama. Berinteraksi dengan banyak orang sekaligus bisa sangat melelahkan. Sepulang kerja, bukannya akhirnya melukis atau menulis, yang saya lakukan adalah tidur. Serta banyak faktor lainnya. Namun restoran tempat saya bekerja kemarin itu cukup menyenangkan. Saya melihat banyak ragam manusia mendatangi tempat ini, karena selain menjadi tempat makan, mereka juga membuka tempat untuk pameran bagi seniman-seniman lokal di Jogja.

Salah satu keinginan saya yang belum terwujud tentu saja pameran di sana sekaligus launching buku. Tapi pertama-tama saya harus menyiapkan lukisannya dan menyelesaikan buku ceritanya. Dan untuk hal ini tentu saja saya harus nyari pekerjaan lagi.

Sisi positifnya, akhirnya saya mulai melukis lagi. Selamat hari Senin!


<>

   

Komentar

  1. Semoga cepat dapat pekerjaan baru yang lebih baik ya

    BalasHapus
  2. Semangat! Mungkin memang sudah saatnya melanjutkan hidup ke tempat lainnya dan nambah pengalaman baru.

    BalasHapus
  3. Eh, lupa bilang.

    Dipecat itu cuman bagian dari cerita hidup, mungkin semacam putus cinta.
    Dan saya juga pernah mengalaminya, DI PECAT!!! #apeu
    nyang penting tetap semangat

    :)

    BalasHapus
  4. dipecat itu mending, daripada tidak siap kalo perusahaannya (dulu aku pernah kerja paruh waktu di startup IT) tutup gara2 kehabisan modal :P

    akhirnya kerja sendiri lebih menyenangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen sih, kerja sendiri/terutama dari hobi (nulis dan melukis). Namun untuk sampai ke situ tetap butuh biaya hidup juga. Kemarin lumayan ceroboh makai tabungan buat nerbitin buku yang masih mentah gitu, hee

      Hapus

Posting Komentar