Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

random #8

Salah satu hal yang belum bisa saya pecahkan mengenai blogging adalah ketika berurusan dengan font. Posting-posting tertentu yang saya copy dari tulisan lama (dalam rich text format) akan berwujud huruf yang lebih kecil.

Hm...

S

Belakangan, ia jadi tahu kalau nama perempuan babu itu adalah Maisun. Pertama kali bertemu dengannya saat Maisun membuka pintu untuk Pat. Ditatapnya Pat seolah ia datang hendak mengemis ke rumah itu. “Lewat sini!” katanya, dalam nada seperti perintah kepada anak anjing yang tak bisa diam. Pat mengekori Maisun lewat pintu samping. “Gerbang depan itu cuma untuk tamu Tuan Besar!” tambah Maisun. Pintu samping itu seperti gang tikus. Diatapi seng plastik berwarna hijau, yang membuat gang itu berpendar dalam warna kehijauan.
Maisun membuka satu lagi pintu terali besi, dan di balik pintu itu, mereka memasuki taman yang cukup luas. Kolam kecil dengan air mancur dan ikan nila yang mondar-mandir di dalamnya. Sebuah pohon kamboja merunduk dari sudut halaman. Pat hampir terjengkang ke dalam kolam saat melihat wanita yang disangkanya patung porselain tersenyum ke arahnya. Wanita itu mengenakan kimono longgar berwarna putih. Saat Pat akhirnya duduk, ia bisa melihat urat kebiruan seperti akar pakis …

Brainwashing

Judul: Brainwashing, Ilmu tentang Pengendalian Pikiran Penulis: Kathleen taylor Penerbit: Pustaka Baca Cetakan I 2010 637 Halaman
Bapa Francis Luca, adalah salah satu misionaris katolik yang tertarik dengan China, tinggal di China dalam lingkungan yang hanya mengakui satu doktrin bahwa komunis adalah benar. Salah satu kesalahan yang membuatnya kemudian tertangkap adalah karena ia menjalin hubungan dengan Bapa C yang terlibat dalam gerakan anti komunis.
Di dalam tahanan Bapa Luca menempati sel bersama tahanan lain yang diwajibkan untuk “memerangi” Bapa Luca melalui serentetan pertanyaan dan penghakiman. Serta mengkritisi setiap hal yang dilakukan Luca. Selain itu ia juga harus menghadapi interogasi yang disertai siksaan yang memanfaatkan rasa kantuk (ia dilarang tidur), kaki yang dirantai seberat 10 kg dan lengan yang terbelenggu, serta deraan fisik jika jawabannya tak sesuai dengan yang diinginkan oleh para interogator. Ia kemudian bebas dari siksaan semacam ini setelah membuat pernyat…

Ingatan Kabut

Itu kabut, kabut yang pekat. Pada pagi di musim basah ini, orang-orang Siben lebih suka meringkuk di balik selimut. Lampu-lampu mereka masih menyala dan jendela-jendela masih tertutup. Sesekali akan terdengar tangis dari satu ujung jalan. Tangis yang disahut lolong pilu dari anjing-anjing kampung yang masih meringkuk malas menghalau dingin. Tangis ini berasal dari seorang perempuan bernama Mahli. Ia menangis menunggu seorang pemuda yang akan datang menghampirinya. Pemuda ini hanya datang sekali dalam setahun. Menembus kabut meski yang bisa ia lihat cuma kakinya saja. Ia tak takut akan menabrak pepohonan yang tiba-tiba menyembul di antara kabut. Kakinya memiliki matanya sendiri dan memiliki ingatannya sendiri. Juga tak ada jurang di sekitar sini. Tentu semakin tahun, pemuda ini semakin tak muda. Sebagaimana Mahli yang kian tahun semakin tua. Namun kata-kata yang dipakai Mahli untuk menyambut pemuda itu selalu saja dalam rangkaian yang sama, dalam tekanan yang sama, dan terlontar dari ge…