Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Pangeran Yang Selalu Bahagia

Gambar
Pangeran yang Selalu Bahagia dan Cerita-Cerita Lainnya
Penulis: Oscar Wilde
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Alih Bahasa: Amrisa Nur
Edisi Kedua: Oktober 2003

Oscar Wilde sering disebut sebagai salah satu penulis paling romantis. Mungkin ini saya tahu dari salah satu potongan film, (kayanya film omnibus). Membaca kumpulan cerita ini rasanya seperti membaca kumpulan dongeng yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Baiklah, mungkin buku ini sebetulnya untuk anak-anak. Apalagi setiap cerita dilengkapi ilustrasi. Mungkin juga karena saya sedang ingin membacakan cerita kepada jiwa anak kecil dalam diri saya yang masih haus akan dongeng. 

Nuansa ceritanyamembuat saya teringat pada dongeng seribu satu malam dan Kahlil Gibran. Terutama pada cerita terakhir yang berjudul Nelayan dan Jiwanya. Agak bernuansa horor di awal namun menjadi cerita yang sangat indah secara keseluruhan. 

Cerita pertama berkisah tentang sebuah patung di alun-alun kota yang dikenal sebagai Pangeran yang Selalu Bahagia. Berdiri di …

Quiet

Gambar
Judul: Quiet—Kekuatan Introvert Di Dalam Dunia yang Tak Dapat Berhenti Bicara. Penulis: Susan Cain Penerbit Andi 2013
Tanpa adanya orang-orang introvert, kita mungkin tak akan mengenal teori gravitasi, teori relativitas Einstein, novel 1984 dan Animal Farm dari Orwell, serta Harry Potter dari JK Rowling. Dalam dunia yang cenderung menjadikan ekstroversi sebagai “model”, orang-orang introvert seolah-olah warga masyarakat kelas dua. Tapi buku ini bukan jenis pembelaan panjang bagi orang introvert. Yang paling menarik adalah kisah perlawanan Rosa Park di bagian pembukaan. Perlawanan yang ia lakukan sangat sederhana. Saat supir memintanya memberi kursi bagi penumpang kulit putih, ia menolak. Itu terjadi di tahun 1955, saat bus di negeri seperti Amerika pun masih memisahkan kursi antara penduduk kulit putih dengan penduduk kulit berwarna.
Istilah ekstrovert dan introvert dipopulerkan oleh salah satu tokoh psikologi terkemuka, Carl Gustav Jung--(kenapa buku-buku Jung sulit ditemukan dalam baha…

Perempuan

Gambar
Judul: Perempuan, Kumpulan Cerita Pendek Penulis: Mochtar Lubis Yayasan Pustaka Obor Indonesia Juni 2010
Pengantar yang ditulis oleh Riris K Toha untuk buku ini dimulai kira-kira dengan pertanyaan semacam ini: Apa yang membuat cerita di masa revolusi menarik untuk dibaca? Atau setidaknya, cerita yang bersetting di masa perjuangan layak untuk disimak kembali? Permasalahan manusia di jaman itu tentunya berbeda dengan yang kita hadapi sekarang. 
Mungkin karena penulis masa itu masih diliputi oleh semangat yang meluap tentang menjadi ‘Indonesia’. Mungkin juga situasi perjuangan di masa itu membuat individu-individu dalam ceritanya memiliki suatu jenis cita-cita yang kuat dalam menjalani kehidupan. Kalau kamu enggan ikut kisruh dengan seteru di media sosial, membaca buku-buku cerita di masa perjuangan bisa menjadi pilihan. 
Buku ini dibuka dengan cerita pendek berjudul Perempuan. Tentang seorang tentara Jepang bernama Maeda yang jatuh cinta kepada Indonesia. Kadang sikapnya saat memrotes pemerin…