Pangeran Yang Selalu Bahagia




Judul: Pangeran Yang Selalu Bahagia dan Cerita-cerita Lainnya
Penulis: Oscar Wilde
Alih Bahasa: Amrisa Nur
Yayasan Obor Indonesia
Edisi Pertama April 2001

Oscar Wilde sering disebut sebagai salah satu penulis paling romantis. Mungkin ini saya tahu dari salah satu potongan film, tapi tidak bisa mengingat film yang mana. Untuk buku kumpulan cerita yang satu ini rasanya seperti membaca sebuah kumpulan dongeng yang diperuntukkan untuk orang dewasa. Baiklah, mungkin buku ini memang sebetulnya untuk anak-anak. Apalagi di setiap cerita disertai ilustrasi. Mungkin juga karena saya sedang ingin membacakan cerita kepada jiwa anak kecil dalam diri saya yang masih haus akan dongeng.


Nuansa cerita dalam buku kumpulan ini membuat kita teringat dengan dongeng seribu satu malam dan Kahlil Gibran. Terutama pada cerita terakhir yang berjudul Nelayan dan Jiwanya. Agak bernuansa horor di awal namun menjadi cerita yang sangat indah secara keseluruhan. Cerita pertama berkisah tentang sebuah patung di alun-alun kota yang dikenal sebagai Pangeran yang Selalu Bahagia. Berdiri di tengah sebuah kota yang miskin dan pada suatu malam di musim dingin, ia bersahabat dengan seekor burung layang-layang kecil. Kemudian patung yang terkenal sebagai Pangeran Yang Selalu Bahagia itu mulai mempersembahkan satu per satu perhiasan berharga yang melekat di tubuhnya. Kerap dialog antara karakternya terdengar naive dan lucu. Bagian cerita yang membuat saya teringat akan Kahlil Gibran adalah cerita yang berjudul Bunga Mawar dan Burung Bul-Bul.

Cerita yang paling saya sukai tentunya cerita terakhir, yang berkisah tentang seorang Nelayan yang ingin berpisah dengan jiwanya.

Best Quote
Harus ada orang yang mendengarkan,” jawab si Katak, “dan aku paling suka bicara sendiri. Lebih menghemat waktu dan menghindari debat kusir.”
(Si Katak dalam Roket Yang Mengagumkan, halaman 63)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandikala

Gairah Untuk Hidup dan Untuk Mati

10 Film Asia yang Tak Terlupakan