Pangeran Yang Selalu Bahagia




Pangeran yang Selalu Bahagia dan Cerita-Cerita Lainnya
Penulis: Oscar Wilde
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Alih Bahasa: Amrisa Nur
Edisi Kedua: Oktober 2003

Oscar Wilde sering disebut sebagai salah satu penulis paling romantis. Mungkin ini saya tahu dari salah satu potongan film, (kayanya film omnibus). Membaca kumpulan cerita ini rasanya seperti membaca kumpulan dongeng yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Baiklah, mungkin buku ini sebetulnya untuk anak-anak. Apalagi setiap cerita dilengkapi ilustrasi. Mungkin juga karena saya sedang ingin membacakan cerita kepada jiwa anak kecil dalam diri saya yang masih haus akan dongeng. 

Nuansa ceritanya membuat saya teringat pada dongeng seribu satu malam dan Kahlil Gibran. Terutama pada cerita terakhir yang berjudul Nelayan dan Jiwanya. Agak bernuansa horor di awal namun menjadi cerita yang sangat indah secara keseluruhan. 

Cerita pertama berkisah tentang sebuah patung di alun-alun kota yang dikenal sebagai Pangeran yang Selalu Bahagia. Berdiri di tengah sebuah kota yang miskin. Pada suatu malam musim dingin, ia disinggahi seekor burung layang-layang kecil dan menjalin persahabatan. Patung yang terkenal itu mulai mempersembahkan satu per satu perhiasan yang melekat di tubuhnya. Dicomot satu per satu oleh si burung layang-layang kemudian diberikan kepada orang-orang miskin di kota itu.

Kerap dialog antara karakternya naif dan lucu. Bagian cerita yang membuat saya teringat akan Kahlil Gibran adalah cerita yang berjudul Bunga Mawar dan Burung Bul-Bul.



Cerita yang paling saya sukai tentunya cerita terakhir. Berkisah tentang seorang Nelayan yang ingin berpisah dengan jiwanya.

Best Quote

Harus ada orang yang mendengarkan,” jawab si Katak, “dan aku paling suka bicara sendiri. Lebih menghemat waktu dan menghindari debat kusir.”

(Si Katak dalam Roket Yang Mengagumkan, halaman 63)
.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandikala

10 Film Asia yang Tak Terlupakan

Rumah Mati Di Siberia